Home / Pemerintahan

Senin, 15 Desember 2025 - 14:36 WIB

31 Desa di Garut Gagal Cairkan Dana Desa Tahap 2, Ini Penjelasan DPMD

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Erwin Rianto

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Erwin Rianto

PENA GARUT.COM – Sebanyak 31 desa di Kabupaten Garut hingga pertengahan Desember 2025 belum dapat mencairkan dana desa tahap 2. Kendala tersebut muncul setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang merupakan perubahan dari PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang mekanisme penyaluran dana desa.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Erwin Rianto Nugraha, menjelaskan bahwa dari total 31 desa tersebut, sebanyak 27 desa terkendala pencairan dana non-earmark, sementara empat desa lainnya belum bisa mencairkan baik dana earmark maupun non-earmark.

“Totalnya ada 31 desa yang terdampak dan tersebar di 17 kecamatan. Yang paling banyak itu terkendala dana non-earmark,” ujar Erwin saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).

Erwin mengungkapkan, persoalan ini bermula ketika sistem Omspan milik Kementerian Keuangan tidak dapat diakses sejak 18 September 2025. Padahal, pada saat itu Kabupaten Garut tengah memproses pengajuan pencairan dana desa tahap 2 untuk sisa desa yang belum mengajukan.

“Omspan itu ditutup dan tidak bisa diakses. Ketika desa-desa mau upload dan input data, sistemnya sudah tidak bisa digunakan. Setelah menunggu cukup lama, terbitlah PMK 81 Tahun 2025,” jelasnya.

Dalam regulasi terbaru tersebut, kata Erwin, pemerintah pusat hanya memperbolehkan realisasi dana desa earmark, sementara dana non-earmark tidak lagi bisa disalurkan pada tahap tersebut. Kondisi ini pun memicu kekecewaan para kepala desa.

Akibatnya, pada awal pekan ini sejumlah kepala desa dan perangkat desa dari Garut mendatangi Jakarta untuk menyuarakan protes sekaligus meminta pencabutan PMK 81 Tahun 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap 31 desa yang belum menerima dana desa tahap 2 secara penuh.

“Mereka berharap dana desa tahap dua bisa dicairkan seluruhnya, baik earmark maupun non-earmark,” kata Erwin.

Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa pihak DPMD Garut sebenarnya telah jauh-jauh hari mendorong seluruh pemerintah desa agar segera melengkapi persyaratan pencairan dana desa sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, sebagian desa dinilai terlambat dalam memenuhi kewajiban administrasi.

“Kami hanya melakukan verifikasi. Proses input dan kelengkapan itu ada di desa. Ketika sudah lewat waktunya, ya otomatis terdampak kebijakan baru,” ujarnya.

Meski demikian, Erwin menilai pemerintah pusat telah memberikan solusi alternatif. Hal itu ditandai dengan terbitnya surat edaran bersama tiga kementerian pada 5 Desember 2025, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa.

Dalam surat edaran tersebut, desa diperbolehkan melakukan perubahan APBDes dengan mengalihkan sebagian dana earmark ke kegiatan non-earmark yang dinilai lebih prioritas bagi masyarakat.

“Contohnya penyertaan modal ke BUMDes itu kan earmark. Itu bisa ditangguhkan sementara, lalu dialihkan dulu untuk pembangunan jalan atau kebutuhan mendesak lainnya. Artinya pemerintah pusat sudah memberi celah dan mekanismenya jelas,” pungkas Erwin.

 

Share :

Baca Juga

Warga di kawasan Cibuntu Gandasari saat ini tengah mengalami gangguan distribusi air bersih akibat bencana tanah longsor yang merusak jaringan pipa distribusi utama milik Perumda Air Minum Tirta Intan. Insiden ini menyebabkan terputusnya aliran air dari jalur distribusi JDU ND 110 mm, sehingga mengganggu pasokan ke sejumlah rumah tangga dan fasilitas umum di wilayah terdampak.

Pemerintahan

Perumda Tirta Intan Garut Lakukan Perbaikan Pipa Air Rusak di Cibuntu Gandasari Usai Longsor, Distribusi Terganggu 6 Jam
Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Demokrat, Endang Saepudin, melaksanakan reses masa sidang II tahun 2025 dengan mengunjungi masyarakat di Kecamatan Sukawening dan Karang Tengah.

Pemerintahan

Anggota DPRD Garut, Endang Saepudin, Serap Aspirasi Warga Sukawening dan Karang Tengah Dari Infrastruktur Hingga Keluhan Sulitnya Bikin KTP
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut terkait optimalisasi zakat penghasilan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Garut, di Kantor Wakil Bupati Garut, Selasa (18/3/2025).

Pemerintahan

Pemkab Garut dan Baznas Genjot Zakat ASN untuk Kesejahteraan Masyarakat
Suasana semarak dan penuh makna budaya mewarnai perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut, Selasa malam (5/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan puncak acara kirab budaya yang berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan.

Pemerintahan

Kirab Mahkota Binokasih Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Dedi Mulyadi Umumkan Status Jalan Provinsi
Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan sambutan dalam acara Indonesia Fashion Week 2023 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jum'at (24/2/2023). (Foto : Yeni Yunita/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Tenun Sutera hingga Kulit Garut, Melenggang di Indonesia Fashion Week 2023
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Harapan I Dapur Sehat Terbaik dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026.

Pemerintahan

Lapas Garut Raih Penghargaan Harapan I Dapur Sehat Terbaik di HBP ke-62 Tahun 2026
Pelaksanaan Pertunjukan Rakyat berapa Pergelaran Wayang Golek dengan lakon "Jagat Prahara Wayang", di Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jum'at malam (24/2/2023). (Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Kemenkominfo Gelar Pergelaran Wayang Golek di Kecamatan Selaawi
Menyambut Hari Jadi Garut ke-212, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut meluncurkan program keringanan biaya pasang baru sambungan rumah guna mendorong akses masyarakat terhadap air minum bersih. Melalui inisiatif ini, biaya pemasangan sambungan rumah yang semula mencapai Rp1.400.000,- kini dipotong menjadi hanya Rp700.000,-, sebuah langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas hidup warga Garut.

Pemerintahan

Diskon 50% Sambungan Air Baru: Inovasi Perumda Tirta Intan Rayakan Hari Jadi Garut ke-212
error: Content is protected !!