PENA GARUT.COM– Dalam rangka mempererat hubungan antara calon pemimpin daerah dengan masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut sukses menggelar diskusi publik bertema “Gagasan Bakal Calon Bupati untuk Guru 5 Tahun ke Depan”.
Acara yang dilangsungkan di Auditorium IPI Garut pada Rabu, 22 Mei 2024 ini, menjadi ajang penting bagi para bakal calon bupati untuk memaparkan visi dan program mereka terkait kemajuan pendidikan di Garut.
Ahmad Sofwan, Ketua BEM IPI Garut, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara tersebut.
“Diskusi publik ini merupakan langkah nyata dari BEM IPI untuk memberikan ruang dialog yang konstruktif antara calon pemimpin daerah dan masyarakat, khususnya para guru, tenaga pendidik, dan penggerak pendidikan,” ujar Ahmad Sofwan.
Dalam pidatonya, Ahmad Sofwan menekankan pentingnya kehadiran para bakal calon bupati dalam kegiatan ini. Menurutnya, acara ini bukan sekedar pertemuan biasa, melainkan juga wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi dan harapan para pendidik.
“Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang pertemuan, tetapi juga menjadi wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi dan harapan para pendidik yang merupakan pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Garut,” tambahnya.
Diskusi publik ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi masyarakat Garut dalam menentukan pilihan pada Pilkada Garut 2024.
Ahmad Sofwan berharap agar gagasan dan program yang disampaikan oleh para calon bupati dapat diimplementasikan demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan para guru di Garut.
“Semoga apa yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan yang berharga bagi masyarakat dalam menentukan pilihan pada pemilihan kepala daerah yang akan datang,” pungkas Ahmad Sofwan.
Lanjut ia,Dengan adanya diskusi publik ini, BEM IPI Garut menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya pemimpin daerah yang peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan para guru.
” Ini adalah upaya konkret untuk memastikan bahwa aspirasi para pendidik didengar dan diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut,”tandasnya(San).















