PENA GARUT.COM– SDIT Miftahul Huda kembali menggelar pelatihan mitigasi bencana, kali ini dengan fokus pada penanggulangan gempa bumi dan banjir. Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk membangun kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana alam, seperti gempa bumi yang menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa terjadi di daerah mereka.
Dalam pelatihan yang diikuti oleh 430 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, peserta diberikan simulasi evakuasi dan cara menghadapi situasi darurat, seperti gempa dan banjir bandang. Acara Tersebut dilaksanakan di Halaman pondok pesantren Ansaruh Sunah Cilame,Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut (10/10/2024).
Kepal Sekola SDIT Miftahul Huda, Suci Trisia Maharani, M.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk memberikan edukasi praktis kepada siswa sejak dini.
“Kami mengadakan program mitigasi bencana ini sesuai arahan dari BNPB, karena wilayah kita berpotensi mengalami gempa bumi. Kami ingin anak-anak bisa memahami langkah-langkah yang harus diambil ketika bencana terjadi, sehingga mereka tidak panik atau takut. Justru, mereka bisa berperan dalam membantu keluarga mereka saat kondisi darurat,” ujar Suci.
Lebih lanjut, Suci berharap kegiatan ini tidak hanya mendidik siswa di sekolah, tetapi juga membawa dampak positif di rumah.
“Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini, anak-anak bisa mengedukasi keluarganya tentang cara menangani bencana, sehingga mereka lebih siap dan tidak khawatir saat menghadapi gempa atau banjir,” tambahnya.
Acara ini juga dilengkapi dengan simulasi pengungsian, di mana siswa diajarkan cara bergerak cepat menuju tempat aman saat bencana terjadi.
“Dengan pelatihan setiap tahun, SDIT Miftahul Huda berkomitmen membangun generasi muda yang tanggap bencana, berani menghadapi situasi darurat, dan mampu menjaga ketenangan saat bencana melanda,”ungkapnya (San).















