Home / Sosial Budaya

Rabu, 20 November 2024 - 14:53 WIB

FKUB Garut Gagas Kolaborasi Moderasi Beragama untuk Pilkada Damai 2024

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar dialog lintas agama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi moderasi beragama dan kewaspadaan dini dalam menjaga stabilitas wilayah. 

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar dialog lintas agama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi moderasi beragama dan kewaspadaan dini dalam menjaga stabilitas wilayah. 

PENA GARUT.COM– Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar dialog lintas agama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi moderasi beragama dan kewaspadaan dini dalam menjaga stabilitas wilayah.

Ketua FKUB Garut, H. Maman Suryaman, S.IP., menekankan pentingnya kebersamaan antar umat beragama sebagai landasan menciptakan suasana damai dan kondusif.

Pertemuan ini melibatkan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan perwakilan dari enam agama besar di Indonesia: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

H. Maman Suryaman menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hal baru, tetapi merupakan agenda rutin FKUB untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama.

“Kita bersyukur, seluruh elemen lintas agama bisa hadir hari ini. Ini bukti bahwa perbedaan itu indah dan harus kita jaga bersama,” ujar Maman.Rabu(20/11/2024).

Maman menjelaskan, dialog lintas agama ini tidak hanya membahas isu kerukunan tetapi juga menyentuh peran strategis dalam menghadapi Pilkada.

Ia menyebut Pilkada sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan menciptakan ajang berpikir kolektif yang positif.

“Pilkada itu bukan ajang untuk saling menjatuhkan, tapi momen silaturahmi antar kubu. Perbedaan dalam pilihan politik harus dimaknai sebagai kekuatan, bukan pemecah belah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau semua pihak untuk menjadikan Pilkada sebagai medium silaturahmi, silatul pikiri (berbagi pemikiran), dan silatul amal (bekerja nyata untuk masyarakat).

“Dengan bekerja dan terjun ke masyarakat, semoga semua menjadi ladang ibadah bagi kita,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, peran Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh agama juga menjadi sorotan. Keduanya dinilai strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika politik Pilkada.

“KUA dan penyuluh agama adalah garda terdepan dalam moderasi beragama. Mereka memiliki peran penting sebagai fasilitator dialog dan edukator untuk masyarakat,” jelas Maman.

Ia  berharap, kegiatan ini mampu memupuk semangat persatuan di tengah perbedaan, sehingga Pilkada 2024 dapat berjalan damai dan sukses.(San)

Share :

Baca Juga

Semangat kemanusiaan kembali menggelora di Kecamatan Karangtengah dengan digelarnya Pelantikan Dewan Kehormatan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Karangtengah, serta Orientasi Kepalangmerahan, pada Sabtu (26/04/2025).

Sosial Budaya

Pelantikan Dewan Kehormatan PMI Karangtengah, Tokoh Masyarakat Karangtengah Yusup S,Pd: “Kemanusiaan Harus Jadi Napas Kita”

Sosial Budaya

Ultimate Winter Driving Tips

Sosial Budaya

Ucapan HUT RI ke 79 Tahun 2024 Hal 2

Sosial Budaya

Ucapan HUT RI ke 79 Tahun 2024 Hal 4

Sosial Budaya

Ucapan HUT RI Ke 81 Bagian 1
Proses seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Garut tahun 2024 terus bergulir dengan ketat. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi yang ketat, sebanyak 122 dari 607 pendaftar berhasil melangkah ke tahap tes berbasis komputer (CAT) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2024.

Sosial Budaya

Seleksi Administrasi PPIH 2024 Dimulai: Pendaftar Membludak, Hanya 122 yang Lolos Tes Tahap Awal

Sosial Budaya

Forget That Facelift – “Wrap” Your Face into Shape

Sosial Budaya

SilverSneakers Fitness Program Improves Older Adult’s Physical and Mental Health
error: Content is protected !!