PENA GARUT.COM – Satuan Reserse Kriminal Polres Garut resmi membubarkan kelompok pemuda yang menamakan diri Genk Moonraker Kadungora pada Rabu malam, 25 Juni 2025. Langkah tegas ini diambil hanya empat hari setelah video penganiayaan berdurasi 36 detik viral di media sosial.
Video itu memperlihatkan empat anggota Moonraker dihajar di Simpang Empat Nangkaleah, Desa Leles. Motifnya terbilang sederhana namun brutal: para korban dianggap tidak hadir pada acara Anniversary Moonraker. Saat melintas, mereka diberhentikan dan seorang pelaku menegur, “Kamana saria teu daratang ka acara anniversary?”—sebelum rekan-rekannya melakukan pengeroyokan massal.
“Begitu video beredar, Tim Sancang bergerak cepat. Belasan anggota kami amankan di lokasi,” ujar Wakapolres Garut Kompol Bayu Tri Nugraha, Kamis (26/06/2025)
Dari belasan tersangka, tiga ditetapkan sebagai pelaku utama: MA (26) ditahan, sementara B (25) dan Z (26) masih buron. Polisi juga menyita bendera, jaket, serta kaus berlogo Moonraker.
Mayoritas anggota geng ternyata masih pelajar. “Ini sangat memprihatinkan. Usia produktif mereka seharusnya dipakai belajar, bukan berbuat onar,” tambah Bayu.
Pembubaran Moonraker Kadungora sejalan dengan instruksi Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan yang menegaskan seluruh Polres harus menindak tegas geng motor pasca serangkaian insiden kekerasan di wilayahnya bandung.
Patroli gabungan di Garut sebelumnya memang rutin digelar untuk memberantas knalpot brong dan geng motor liar
“Kami tidak akan mentolerir kekerasan. Moonraker Kadungora resmi kami bubarkan dan para pelaku akan diproses sesuai hukum,” tegas Kompol Bayu.
Pihaknya kini menggencarkan razia sekolah dan komunitas remaja guna mencegah rekrutan baru, sembari mengimbau orang tua aktif mengawasi pergaulan anak.
Polres Garut membuka hotline pengaduan 24 jam untuk warga yang melihat aktivitas mencurigakan. Masyarakat diminta langsung melapor agar aksi premanisme tak kembali terjadi.















