Home / Advertorial

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:11 WIB

FLKS Indonesia Soroti Tata Kelola Sosial di Garut: LKS Tak Dilibatkan, Data Jadi Masalah

Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (FLKS) Indonesia DPC Garut menggelar audiensi resmi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terukur atas berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (FLKS) Indonesia DPC Garut menggelar audiensi resmi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terukur atas berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

PENA GARUT.COM-Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (FLKS) Indonesia DPC Garut menggelar audiensi resmi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terukur atas berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Garut tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, dan dihadiri sejumlah pengurus serta perwakilan LKS se-Kabupaten Garut. Rabu (28/01/2026).

Dalam forum tersebut, LKS Cinta Kasih BUNDA Resna Arga secara lugas menyampaikan tiga poin krusial yang dinilai mencerminkan lemahnya tata kelola dan minimnya keberpihakan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap LKS.

Pertama, LKS Bunda Resna menyoroti profesionalitas aparatur kepegawaian, khususnya pada bagian tata usaha dan umum, terkait surat permohonan resmi FLKS Indonesia yang tidak pernah dijawab secara administratif. Ironisnya, komunikasi justru hanya dilakukan melalui tulisan singkat nonformal yang dinilai tidak mencerminkan etika birokrasi pemerintahan.

“Surat resmi organisasi seharusnya dijawab secara resmi pula. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut marwah kelembagaan dan profesionalitas ASN,” tegas perwakilan LKS Bunda Resna.

Kedua, LKS Cinta Kasih Bunda Resna, Arga menyoroti kesenjangan sosial yang semakin tajam akibat carut-marutnya Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Garut. Data yang tidak akurat dinilai telah memicu ketidakadilan sosial, di mana masyarakat yang berhak justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah menerima bantuan.

Menurut Arga, LKS yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat rentan seharusnya dilibatkan secara aktif dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi DTSEN agar data benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Ketiga, LKS Bunda Resna, Arga menegaskan bahwa hingga saat ini keberadaan LKS nyaris tidak dilibatkan dalam berbagai aspek kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi program kesejahteraan sosial.

“Padahal kami memiliki legal standing yang jelas, SDM tersertifikasi oleh Kementerian Sosial, dan pengalaman lapangan bertahun-tahun. Namun peran kami seolah hanya pelengkap, bukan mitra,” ungkapnya.

FLKS Indonesia DPC Garut menegaskan bahwa seluruh tuntutan tersebut memiliki dasar hukum kuat, mengacu pada Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 5 Tahun 2024 tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial, yang secara tegas mengamanatkan pembinaan, pelibatan, serta pemberdayaan LKS oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, menyatakan akan menampung seluruh masukan dan berkomitmen menyampaikannya kepada Bupati Garut sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut kebijakan.

FLKS Indonesia DPC Garut menegaskan bahwa audiensi ini merupakan peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Garut agar segera berbenah, memperbaiki tata kelola data sosial, serta menjadikan LKS sebagai mitra strategis, bukan sekadar pelaksana di lapangan tanpa ruang dalam pengambilan kebijakan

Share :

Baca Juga

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung, Pasar Rakyat Wanaraja telah mengeluarkan himbauan penting kepada masyarakat yang berbelanja, Himbauan ini bertujuan agar pengunjung lebih waspada terhadap potensi pencopetan serta menjaga barang-barang berharga mereka dengan lebih hati-hati.

Advertorial

Pasar Rakyat Wanaraja Tingkatkan Keamanan dengan Fasilitas CCTV dan Edukasi Pengunjung

Advertorial

Dede Salahudin Tampung Aspirasi Warga Cihuni Terkait Sekolah TK dan TPT Drainase  
Warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, mengeluhkan kelangkaan gas LPG selama bulan suci Ramadhan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Advertorial

Pengiriman Terlambat, LPG di Karangtengah Jadi Barang Langka!

Advertorial

Ucapan Hari Jadi Garut ke-213 Bag 3

Advertorial

Iklan Ucapan Hari Jadi Garut ke-211 Part 2
Peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai kontribusi para santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Advertorial

Yusuf S.Pd Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional, Ini Pesannya untuk Para Santri Garut
Calon Bupati Garut nomor urut 01, Dr. Helmi Budiman, terus menggalang dukungan melalui deklarasi dan konsolidasi bersama pemuda dalam acara "Pegas Pemuda Garut Bersatu" yang bertemakan "Lanjutkan Semangat Membangun Garut Helmi-Yudi Menang untuk Garut Someah".

Advertorial

Helmi Budiman: Dorong Pemuda Garut Berkarya dan Berinovasi melalui Program UMKM dan Pusat Pelatihan

Advertorial

Ucapan Idul Fitri 1447 H Bag 5
error: Content is protected !!