PENA GARUT.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menghadirkan Taman Gradasi sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Desa Galih Pakuwon. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus menumbuhkan minat belajar anak di lingkungan desa.
Program Taman Gradasi lahir dari hasil observasi langsung mahasiswa KKN selama melakukan pengabdian di Desa Galih Pakuwon. Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan belajar tambahan di luar jam sekolah, baik akibat keterbatasan fasilitas belajar maupun minimnya pendampingan di rumah.
Ketua Pelaksana Taman Gradasi, Syifana Rahmanilah, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Taman Gradasi kami hadirkan sebagai ruang belajar nonformal yang santai dan bersahabat. Anak-anak bisa belajar tanpa tekanan seperti di kelas formal, sehingga mereka lebih nyaman dan antusias,” ujarnya.Selasa(13/01/2026)
Kegiatan Taman Gradasi dilaksanakan secara rutin selama masa pengabdian mahasiswa KKN Gradasi dengan memanfaatkan fasilitas desa yang mudah diakses oleh masyarakat.
Berbagai aktivitas pembelajaran diberikan kepada anak-anak, mulai dari pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan menghitung), penguatan karakter, hingga pembiasaan sikap positif dalam belajar.
Syifana menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mendampingi anak secara langsung agar proses belajar menjadi lebih efektif.
“Kami menggunakan pendekatan bermain sambil belajar agar anak-anak tidak cepat bosan. Dengan cara ini, mereka bisa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar,” jelasnya.
Kehadiran Taman Gradasi mendapat respons positif dari masyarakat Desa Galih Pakuwon, khususnya para orang tua.
Program ini dinilai membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan akademik dasar sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses belajar anak di rumah.
Selain menjadi ruang belajar bagi anak-anak, Taman Gradasi juga menjadi sarana interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping belajar, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.
Melalui Taman Gradasi, mahasiswa KKN Gradasi berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan anak di Desa Galih Pakuwon.
Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat bersama pemerintah desa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, inklusif, dan berkelanjutan















