PENA GARUT.COM-Muhammadiyah Kabupaten Garut merayakan momen penting pada akhir tahun 2024 dengan suksesnya alih bentuk Sekolah Tinggi Darul Arqom (STAI) Muhammadiyah Garut menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA) Muhammadiyah Garut.Langkah ini, yang sudah dipersiapkan dalam dua tahun terakhir, dianggap sebagai pencapaian signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten Garut. Proses alih bentuk ini diiringi dengan penilaian yang memadai, yang mencakup asesmen lapangan yang dilaksanakan hanya satu kali.
Ketua Muhammadiyah Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., menyampaikan apresiasi terhadap proses yang cukup panjang namun akhirnya membuahkan hasil.
“Sayah menjelaskan bahwa perjuangan alih bentuk ini sudah dimulai beberapa tahun lalu, tepatnya sekitar 3 hingga 4 tahun yang lalu,”ujarnya.Sabtu(04/01/2025).
Ia mengungkapkan, segala persyaratan dan prosedur yang telah ditentukan dalam peraturan kementerian telah dipenuhi dengan baik oleh pihak pengelola STAI Muhammadiyah Garut.
“Alih bentuk ini adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi kami selama dua tahun terakhir. Dengan adanya asesmen lapangan yang dilakukan beberapa bulan lalu, akhirnya pada tanggal 31 Desember, kami menerima kabar gembira bahwa IMDA Muhammadiyah Garut resmi terwujud.
Ini adalah kado akhir tahun bagi kami dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Garut,” ujar Dr. Agus dengan penuh kebanggaan.
Proses alih bentuk dari Sekolah Tinggi Darul Arqom Muhammadiyah Garut ke Institut Muhammadiyah Darul Arqom memang tidak instan.
Mulai dari persiapan dokumen, evaluasi internal, hingga asesmen lapangan, seluruh tahapan berjalan dengan ketat sesuai regulasi yang ada.
“Sejak 3-4 tahun lalu, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Salah satu tantangan terbesar adalah memenuhi standar administratif dan akademik yang dibutuhkan untuk bertransformasi menjadi institut. Alhamdulillah, dengan perjuangan bersama, semua persyaratan dapat kami penuhi,” terang Dr. Agus.
Perubahan status ini tentunya memberikan dampak positif, baik untuk mahasiswa, dosen, maupun masyarakat sekitar.
Dengan menjadi institut, Muhammadiyah Darul Arqom Garut diharapkan dapat menawarkan program-program akademik yang lebih luas dan berkualitas, serta mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Meskipun telah berhasil mengubah status dari sekolah tinggi menjadi institut, Dr. Agus menegaskan bahwa tantangan selanjutnya adalah meningkatkan sarana dan prasarana guna memenuhi standar institusi pendidikan tinggi.
Pembangunan gedung-gedung baru dan kelengkapan administratif akan segera dilaksanakan untuk mendukung visi besar ini.
“Kami akan terus berupaya agar sarana dan prasarana di kampus ini dapat mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik. Kami juga akan terus berinovasi dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.
Dengan keberhasilan ini, Muhammadiyah Garut berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya.(San).















