PENA GARUT.COM– Peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai perjuangan dan kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Cilame , Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri di Indonesia.
Pondok pesantren yang telah berdiri sejak 1873 tersebut mengajak para santri untuk tidak hanya bangga terhadap statusnya sebagai santri, tetapi juga memahami tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pengasuh Pondok Pesantren Cilame, Al-Ustadz Buldan Sani menilai, menjadi santri bukan sekadar menjalani pendidikan keagamaan. Lebih dari itu, santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, termasuk dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga Indonesia dari berbagai tantangan.
“Di Hari Santri ini ada dua hal yang harus kita pahami. Pertama, kita harus bangga menjadi santri karena santri memiliki sejarah dalam perjuangan memerdekakan NKRI. Dan kedua, menjaga keberlangsungan negara ini sesuai dengan cita-cita para Kyai agar negeri ini semakin maju, semakin diberkahi dan bersiaga menghadaoi tantangan atas negeri ini”. ungkap perwakilan Pendidikan Pondok Pesantren Cilame.Kamis(22/10/2026)
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi santri saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman militer dari luar negeri, tetapi juga mencakup persoalan ekonomi dan pendidikan.
Karena itu, semangat perjuangan para santri terdahulu dinilai perlu diteruskan oleh generasi saat ini dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Ancaman terhadap negara bukan hanya ancaman militer. Ada juga ancaman ekonomi dan pendidikan. Karena itu, santri harus memiliki semangat untuk ikut menjaga negeri ini,” katanya.
Jejak Sejarah Santri Cilame
Pondok Pesantren Cilame juga mengingatkan bahwa keberadaan pesantren di Cilame telah memiliki sejarah panjang bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari perjalanan masyarakat pesantren dalam ikut membangun dan mempertahankan bangsa.
Dalam penyampaiannya, pihak Pendidikan Pondok Pesantren Cilame menyebut sejumlah tokoh dan santri yang dikaitkan dengan sejarah perjuangan, termasuk KH Adra, Umardien yang disebut sebagai sahabat Bung Karno, bersama sejumlah santri lainnya.
Jejak perjuangan tersebut, menurutnya, menjadi warisan sejarah yang patut dikenang sekaligus diteruskan oleh generasi santri masa kini.
“Pesantren Cilame sebelum Indonesia merdeka sudah memberikan kontribusi terhadap negara ini. Banyak santri Cilame yang ikut dalam perjuangan. Karena itu, mari kita lanjutkan perjuangan orang tua kita di Cilame untuk menjaga negeri ini,” ujarnya.
Pesantren dan Santri Punya Peran Strategis
Momentum Hari Santri Nasional 2026 juga diharapkan menjadi pengingat bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama, karakter, kepedulian sosial, serta rasa cinta terhadap tanah air.
Santri diharapkan mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial hingga pembangunan bangsa.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari peringatan Hari Santri Nasional yang setiap tahun diperingati pada 22 Oktober.
Pondok Pesantren Cilame pun mengajak seluruh santri untuk menjadikan momentum Hari Santri 2026 sebagai kesempatan memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas diri, serta meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.
Dengan semangat tersebut, santri tidak hanya menjadi generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Indonesia.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026. Mari kita bangga menjadi santri dan bersama-sama meneruskan perjuangan para pendahulu untuk menjaga NKRI,” pungkasnya.















