PENAGARUT.COM-,Pangatikan,Kepala Kecamatan Pangatikan, Asep Suharsono,Hs,S, SOS, M,Si. telah memberikan instruksi kepada para kepala desa di wilayahnya untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan ekstrem yang dapat terjadi di Kabupaten Garut, khususnya di Kecamatan Pangatikan.
Dalam instruksinya, Asep Suharsono menekankan dua poin utama. Pertama, pemerintah kecamatan Pangatikan akan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Kedua, akan melakukan inventarisasi seluruh sumber mata air di wilayah Pangatikan yang mencakup 8 desa, dengan tujuan untuk memastikan pasokan air yang memadai untuk kebutuhan masyarakat.
Menurut Asep Suharsono, beberapa desa di wilayah tersebut, terutama yang terletak di sebelah utara jalan raya, akan dimanfaatkan untuk mencegah kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Ini juga akan melibatkan penggunaan mobil tangki air yang akan disalurkan ke masing-masing desa secara bergiliran.
“Alhamdulillah, saat ini kita dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun, ada desa seperti Babakan Loa yang memiliki tantangan geografis karena berada di daerah perbukitan. Namun, masalah tersebut dapat diatasi dengan pasokan udara dari desa Sukarasa.”ujanya. Saat di wawancarai di kantor kecamatan Pangatikan, Selasa (12/09/2023).
Selain langkah-langkah antisipasi, Asep Suharsono juga menekankan pentingnya reboisasi untuk konservasi sumber daya air.
Ia mencatat bahwa beberapa desa, seperti Sukahurip, Babakan Loa, dan desa-desa lainnya, memiliki pasokan udara yang baik, terutama di wilayah persawahan. Penanaman pohon-pohon hutan akan membantu dalam penyimpanan udara.
“Upaya ini diharapkan dapat menjaga pasokan air di wilayah tersebut dan mengurangi risiko kekeringan ekstrem,”ungkapnya.
Asep Suharsono, berkomitmen untuk terus menjaga situasi ini dan bekerja sama dengan pemerintah desa dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.(San)















