Home / Pemerintahan

Selasa, 25 April 2023 - 19:40 WIB

Ketua Muhammadiyah Garut Keluarkan Pernyataan Sikap atas Ancaman Halalkan Darah Orang Muhammadiyah dari Oknum BRIN

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, H Mohammad Yusup Sapari, S.Pd., M MPd, mengecam sikap mantan Kepala Lapan, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin dan anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin (APH) atas ancaman halalkan darah orang Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, H Mohammad Yusup Sapari, S.Pd., M MPd, mengecam sikap mantan Kepala Lapan, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin dan anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin (APH) atas ancaman halalkan darah orang Muhammadiyah.

PENA GARUT-Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, H Mohammad Yusup Sapari, S.Pd., M MPd, mengecam sikap mantan Kepala Lapan, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin dan anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin (APH) atas ancaman halalkan darah orang Muhammadiyah.

“Sikap tersebut sangat disayangkan, karena perbedaan ini bukan sekarang saja dari dulu sering berbeda sebenarnya tidak ada masalah, hanya baru tahun ini karena ada pernyataan-pernyataan yang dilontarkan baik di televisi maupun di media sosial, akhirnya jadi seperti ini, akibat timbul dari pernyataan kontroversi dari oknum pegawai BRIN, bahwa akan menghalalkan dan membunuh warga Muhammadiyah itu sangat disayangkan akibat dari pernyataan APH dan Thomas Djamaluddin yang mendiskreditkan,” ujar H Yusup Sapari saat ditemui di Gedung Dakwah Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Selasa, (25/4/2023).

Menurut H Yusup Sapari, perbedaan dalam pandangan keagamaan seharusnya bukan menjadi masalah besar, dan ia berharap agar hal tersebut tidak terulang di masa yang akan datang.

“Jadi kalau perbedaan itu kan rahmatan lil alamin dan jangankan di masalah idulfitri, di fikih saja dalam beribadah kan sudah berbeda persis dengan Muhammadiyah beda Muhammadiyah dengan NU ada beda. Tapi kan itu masalah fiqih, itu tidak masalah, ijtihad itu kan kalau benar nilainya 2 kali,” tambahnya.

H Yusup Sapari menyatakan bahwa pernyataan sikap ini merupakan langkah Muhammadiyah Garut untuk mengekspresikan keprihatinan mereka atas provokasi dan ancaman yang diarahkan kepada Muhammadiyah.

“Maka pernyataan sikap ini, pertama untuk memberikan dukungan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah supaya terus melanjutkan proses hukumnya. Kedua untuk memberikan rasa ketenangan kepada warga Muhammadiyah yang di grassroot. Artinya pimpinan itu tidak tinggal diam karena mereka menginginkan keadilan minimal ditahan, diadili karena sudah melanggar undang-undang IT,” ungkapnya.

H Yusup Sapari juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan meminta agar tindakan hukum dilakukan secara tuntas.

“Provokasi ini berdampak pada kemarahan orang Muhammadiyah, tapi Insyaallah dapat dikendalikan, kita juga akan memaafkan tapi tetap, orang Muhammadiyah meminta kepada pihak kepolisian untuk diusut secara tuntas,”ungkapnya.

Share :

Baca Juga

Tim Penilai Polda Jabar melakukan pengecekan KTL Jalur Limbangan, Kabupaten Garut, Selasa (12/09/2023).

Pemerintahan

Tim Penilai dari Polda Jabar Lakukan Pengecekan KTL Jalur Limbangan
Ucapan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025

Pemerintahan

Ucapan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025
Kepala Disdukcapil Garut, Natsir Alwi, menerima secara simbolis Penghargaan sebagai unit kerja pelayanan berpredikat menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), dalam acara Penerimaan Penganugerahan Zona Integritas, yang dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Pemerintahan

Disdukcapil Garut Raih Predikat Menuju WBK dari Men PAN RB
Pelaksanaan penyerahan secara langsung bantuan beras cadangan pemerintah pusat yang dilaksanakan di Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Rabu (31/1/2024).

Pemerintahan

Bupati Garut Serahkan Bantuan Pangan untuk Masyarakat Garut _Total penerima bantuan di Kabupaten Garut mencapai 296.885 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)_
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola keuangan negara. Pada Semester I Tahun Anggaran 2026, Lapas Garut berhasil meraih dua penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Garut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berbasis digital.

Pemerintahan

Lapas Garut Borong Dua Penghargaan KPPN, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Unggul
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2025, Kepolisian Resor (Polres) Garut menggelar upacara bendera di halaman Mapolres Garut, Sabtu pagi. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang dan diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel Polres Garut, serta ASN Polres Garut. Senin (02/06/2025).

Pemerintahan

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Garut Gelar Upacara Khidmat dan Penuh Semangat Nasionalisme
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas keberangkatan 174 Jemaah Haji Kloter 22 KJT asal Kabupaten Garut menuju Tanah Suci pada Kamis (7/5/2026).

Pemerintahan

174 Jemaah Haji Garut Berangkat ke Mekkah, Jemaah Tertua Usia 93 Tahun
Di ruang kontrol penuh monitor CCTV dan komputer, tujuh petugas tampak serius menatap layar. Mereka adalah Tim OSINT (Open Source Intelligence), pasukan baru yang dibentuk oleh Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy. Kehadiran tim ini menjadi langkah inovatif dalam memperkuat pengamanan di era digital

Pemerintahan

Lapas Garut Jadi Pionir, Bentuk Tim OSINT untuk Perkuat Keamanan Digital
error: Content is protected !!