PENA GARUT-Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, H Mohammad Yusup Sapari, S.Pd., M MPd, mengecam sikap mantan Kepala Lapan, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin dan anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin (APH) atas ancaman halalkan darah orang Muhammadiyah.
“Sikap tersebut sangat disayangkan, karena perbedaan ini bukan sekarang saja dari dulu sering berbeda sebenarnya tidak ada masalah, hanya baru tahun ini karena ada pernyataan-pernyataan yang dilontarkan baik di televisi maupun di media sosial, akhirnya jadi seperti ini, akibat timbul dari pernyataan kontroversi dari oknum pegawai BRIN, bahwa akan menghalalkan dan membunuh warga Muhammadiyah itu sangat disayangkan akibat dari pernyataan APH dan Thomas Djamaluddin yang mendiskreditkan,” ujar H Yusup Sapari saat ditemui di Gedung Dakwah Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Selasa, (25/4/2023).
Menurut H Yusup Sapari, perbedaan dalam pandangan keagamaan seharusnya bukan menjadi masalah besar, dan ia berharap agar hal tersebut tidak terulang di masa yang akan datang.
“Jadi kalau perbedaan itu kan rahmatan lil alamin dan jangankan di masalah idulfitri, di fikih saja dalam beribadah kan sudah berbeda persis dengan Muhammadiyah beda Muhammadiyah dengan NU ada beda. Tapi kan itu masalah fiqih, itu tidak masalah, ijtihad itu kan kalau benar nilainya 2 kali,” tambahnya.
H Yusup Sapari menyatakan bahwa pernyataan sikap ini merupakan langkah Muhammadiyah Garut untuk mengekspresikan keprihatinan mereka atas provokasi dan ancaman yang diarahkan kepada Muhammadiyah.
“Maka pernyataan sikap ini, pertama untuk memberikan dukungan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah supaya terus melanjutkan proses hukumnya. Kedua untuk memberikan rasa ketenangan kepada warga Muhammadiyah yang di grassroot. Artinya pimpinan itu tidak tinggal diam karena mereka menginginkan keadilan minimal ditahan, diadili karena sudah melanggar undang-undang IT,” ungkapnya.
H Yusup Sapari juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan meminta agar tindakan hukum dilakukan secara tuntas.
“Provokasi ini berdampak pada kemarahan orang Muhammadiyah, tapi Insyaallah dapat dikendalikan, kita juga akan memaafkan tapi tetap, orang Muhammadiyah meminta kepada pihak kepolisian untuk diusut secara tuntas,”ungkapnya.















