PENA GARUT.COM – Suasana penuh keceriaan menyelimuti Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, saat ribuan warga memadati jalan utama untuk mengikuti jalan santai HUT RI ke-80, Sabtu (30/08/2025).
Kegiatan ini digagas oleh Yayasan Attadjudin Asy-Syuro bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Cinunuk dan telah menjadi agenda tahunan yang selalu ditunggu masyarakat. Menariknya, seribu tiket jalan santai yang dibanderol seharga Rp10.000 per lembar ludes terjual hanya dalam waktu singkat.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dr. Asep Kurnia, yang ikut berbaur bersama warga.
Ketua Yayasan Attadjudin Asy-Syuro, Dr. H. Iyus Suryana, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar warga dan pejabat.
“Intinya kami memfasilitasi kegiatan hiburan masyarakat. Selain jalan santai, biasanya juga ada khitanan massal, ceramah akbar, hingga pagelaran seni budaya Sunda. Alhamdulillah, tahun ini bisa dihadiri juga oleh Sekjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pak Dr. Asep Kurnia,” ungkap Dr. Iyus.
Ia menambahkan bahwa partisipasi ribuan warga menunjukkan besarnya semangat kebersamaan masyarakat Desa Cinunuk.
“Masyarakat kan sudah lama jarang ada hiburan. Dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa membahagiakan warga, sekaligus mempererat hubungan pejabat dengan masyarakat,” tambahnya.
Selain jalan santai,H.Iyus menambahkan,panitia juga menyiapkan pembagian sembako, panggung hiburan bernuansa budaya Sunda, hingga penampilan seni tradisional seperti pencak silat, rapak gendang, dan lawakan khas Bandung pada malam harinya.
“Tidak ketinggalan, program sosial khitanan massal yang sudah menjadi ciri khas Yayasan Attadjudin Asy-Syuro juga tetap berjalan. Hingga tahun ini, tercatat hampir 200 anak telah difasilitasi mengikuti kegiatan tersebut,”
Kemeriahan perayaan HUT RI di Cinunuk menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan upacara formal, tetapi juga dijadikan momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya lokal, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.(San)














