Home / Pemerintahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kirab Mahkota Binokasih Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Dedi Mulyadi Umumkan Status Jalan Provinsi

Suasana semarak dan penuh makna budaya mewarnai perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut, Selasa malam (5/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan puncak acara kirab budaya yang berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan.

Suasana semarak dan penuh makna budaya mewarnai perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut, Selasa malam (5/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan puncak acara kirab budaya yang berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan.

PENA GARUT.COM – Suasana semarak dan penuh makna budaya mewarnai perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Garut, Selasa malam (5/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan puncak acara kirab budaya yang berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Prosesi kirab menjadi sorotan utama, di mana keduanya tampil menunggangi kuda, mengawal kereta kencana Ki Jaga Raksa yang membawa Mahkota Binokasih—simbol kebesaran kerajaan Sunda.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina turut ambil bagian dalam iring-iringan menggunakan kereta kencana bersama Ketua TP PKK Jawa Barat Siska Gerfianti dan Ketua TP PKK Garut Tinneke Hermina.

Kirab dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara hingga berakhir di kawasan Bale Dewa Niskala, Garut Kota.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa, bahkan hujan tidak menyurutkan semangat warga yang memadati sepanjang rute hingga lokasi utama acara.

Penampilan seni budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat semakin menyemarakkan acara. Atraksi khas Garut, Surak Ibra, menjadi pembuka yang sukses mencuri perhatian publik.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kebijakan strategis terkait infrastruktur. Ia menetapkan bahwa seluruh jalur yang dilalui kirab Mahkota Binokasih akan dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi.

“Semua jalur yang dilalui karnaval akan menjadi tanggung jawab provinsi, mulai dari penerangan, trotoar, marka jalan hingga pengecatan,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini bertujuan agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di wilayah pedesaan.

“Kita harus fokus membangun jalan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, irigasi, dan memperbaiki rumah warga yang tidak layak,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai, pengalihan status jalan akan meringankan beban anggaran daerah, terutama dalam hal perawatan infrastruktur.

“Ini tentu membantu kami, karena anggaran perawatan bisa dialihkan untuk pembangunan di jalur lain yang lebih membutuhkan, seperti rencana ke Pamulihan,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Bupati Garut juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Ia menyebut kehadiran Mahkota Binokasih sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Sunda.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Budaya yang sempat terabaikan kini dihidupkan kembali, termasuk simbol besar seperti Mahkota Binokasih yang jarang ditampilkan,” katanya.

Perayaan Milangkala Tatar Sunda diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata serta mempererat solidaritas antar daerah di Jawa Barat.

Share :

Baca Juga

Ratusan warga Desa Cimaragas, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, menyambut para calon kepala Desa dengan musik Marawis. Musik tradisional tersebut dipilih sebagai bentuk kearifan lokal dan spritual masyarakat di lingkungan pesantren

Pemerintahan

Musik Marawis, Sambutan Meriah dan Penuh Makna untuk Calon Kepala Desa di Garut
Pemerintah Kabupaten Garut melakukan rotasi besar dengan melantik 13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kamis (14/8/2025), berdasarkan Keputusan Bupati Garut Nomor 800.1.3.3/Kep.1111-BKD/2025.

Pemerintahan

Bupati Garut Tegas Ingatkan Pejabat Baru: Fokus Hasil, Bukan Laporan!
Irwandani meminta kepada Polri untuk segera menangkap dan memproses keduanya karena telah membuat gaduh dan onar di Indonesia, khususnya di internal Muhammadiyah. Irwandani menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada kepolisian.

Pemerintahan

Ketua PAN Minta Tindakan Tegas terhadap ASN BRIN dan Mantan Kepala LAPAN
Wakil Bupati Garut, Teh Putri Karlina, melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Samanggen, Kecamatan Wanaraja, pada Sabtu (6/12/2025) usai wilayah tersebut kembali terdampak banjir. Kehadirannya untuk memastikan kondisi terkini warga sekaligus mencari solusi cepat atas permasalahan yang terus berulang sejak dua tahun terakhir.

Pemerintahan

Wakil Bupati Garut Putri Karlina Terjun ke Lokasi Banjir Samanggen, Warga Ungkap Penyebab Sebenarnya
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut Dapil 111, Endang Saepudin, menyerap aspirasi masyarakat di berbagai titik selama reses masa sidang I periode 2024-2029.

Pemerintahan

Anggota DPRD Garut Endang Saepudin Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Insentif Guru Ngaji
Danramil 1102/Karangpawitan, Kapten Inf Hartono Panggabean, beserta jajaran Babinsa telah berhasil melaksanakan uji coba program makan siang bergizi gratis bagi 67 siswa/i SDN 3 Cimurah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 07 November 2024, pukul 10.00 WIB, bertempat di Kp. Cibulu Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Pemerintahan

Danramil 1102/Karangpawitan Sukses Laksanakan Uji Coba Makan Siang Bergizi Gratis
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang secara resmi meresmikan Mess Tribata Polres Garut yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi para perwira di lingkungan Polres Garut. Minggu (01/06/2025).

Pemerintahan

Kapolres Garut Resmikan Mess Tribata untuk Perwira Polres Garut
Teriknya matahari siang itu tak menghalangi semangat tiga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Garut. Dengan sabit di tangan, mereka bahu-membahu memanen padi di lahan sawah seluas 600 meter persegi. Hasilnya cukup membanggakan, yakni 400 kilogram padi yang menjadi bukti nyata program pembinaan kemandirian di balik tembok tinggi lapas.

Pemerintahan

WBP Lapas Garut Panen 400 Kg Padi: Dari Balik Jeruji, Tumbuh Harapan Kemandirian
error: Content is protected !!