PENA GARUT.COM – Kabupaten Garut tengah dilanda krisis air bersih yang semakin parah akibat musim kemarau panjang dan penurunan kualitas lingkungan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Aja Rowikarim, menjelaskan bahwa saat ini debit air PDAM telah menurun drastis, lebih dari 30 liter per detik per 1 September 2024. Penurunan ini tidak hanya disebabkan oleh cuaca, tetapi juga karena adanya degradasi lingkungan seperti rusaknya hutan, berkurangnya vegetasi, dan pengeringan lahan pertanian.
“Ini bukan semata-mata masalah alam, melainkan juga akibat dari ulah manusia yang tidak menjaga keseimbangan ekosistem,” tegas Rowikarim dalam pernyataan tegasnya,Sabtu (31/08/2024).
Direktur Utama Tirta Intan Garut menjelaskan,Kondisi ini telah menyebabkan pasokan air bersih menjadi sangat terbatas di beberapa wilayah Garut.
“Masyarakat harus berjuang ekstra untuk mendapatkan air, dan di beberapa daerah, air bersih telah menjadi komoditas yang mahal dan langka,”ungkapnya
Rowikarim menegaskan bahwa krisis ini adalah tanggung jawab bersama dan perlu adanya kesadaran kolektif untuk menghadapi tantangan ini.
“Semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha harus terlibat dalam menjaga sumber daya air. Menggunakan air dengan bijak dan melaporkan kebocoran secepatnya adalah langkah kecil namun berdampak besar,” ujarnya.
Dalam upaya mitigasi krisis ini, PDAM Tirta Intan Garut telah menyusun beberapa langkah untuk mengajak masyarakat lebih aktif. Beberapa di antaranya adalah menghemat penggunaan air, memanfaatkan air bekas cucian untuk menyiram tanaman, serta memastikan keran air selalu tertutup rapat ketika tidak digunakan.
Kerjasama antara masyarakat dan PDAM dalam hal pelaporan kebocoran dan pembayaran yang tepat waktu juga sangat ditekankan.
“Upaya ini memerlukan sinergi antara masyarakat dan PDAM. Kami berharap, dengan adanya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak, krisis ini bisa kita atasi bersama,” tutup Rowikarim,
Dengan krisis yang semakin nyata, sudah saatnya kita semua bergerak dan mengambil bagian dalam menjaga dan melindungi sumber daya alam yang sangat berharga ini.(San)















