PENA GARUT.COM — Kegiatan pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut tetap berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Warga binaan mengikuti budidaya lele dan produksi tahu sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan kerja di bidang perikanan dan pengolahan pangan.
Kedua kegiatan tersebut memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman praktis melalui pekerjaan sehari-hari. Budidaya lele menjadi sarana belajar mengelola usaha perikanan, sedangkan produksi tahu memperkenalkan keterampilan pengolahan bahan pangan.
Pada hari yang sama, warga binaan peserta asimilasi kerja luar menjalani pendataan dan pengawalan petugas. Pelaksanaan kegiatan kerja berjalan berdampingan dengan kontrol lingkungan serta pemeriksaan kondisi penghuni.
Pembinaan melalui pekerjaan diarahkan untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha setelah kembali ke masyarakat.
Di tengah kegiatan pembinaan, pelayanan makan dan pelaksanaan ibadah tetap berlangsung. Petugas melaksanakan pembagian makanan serta pemantauan kegiatan warga binaan sebagai bagian dari tugas pelayanan dan pengamanan.
Keberlanjutan kegiatan pada akhir pekan memperlihatkan upaya Lapas Garut menjaga pembinaan tetap berjalan dalam keseharian warga binaan. Melalui kegiatan produktif tersebut, Lapas Garut melaksanakan peran pembinaan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan keterampilan untuk masa depan.















