Home / Advertorial

Senin, 23 Maret 2026 - 10:33 WIB

Liputan Berujung Kekerasan, Jurnalis Media Onlen Fakta Garut Diserang Dan DiIntimidasi 

Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Garut. Insiden yang menimpa Indra Ramdani, Pemimpin Redaksi media online Fakta Garut, memicu kecaman keras dari berbagai organisasi profesi wartawan.

Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Garut. Insiden yang menimpa Indra Ramdani, Pemimpin Redaksi media online Fakta Garut, memicu kecaman keras dari berbagai organisasi profesi wartawan.

PENA GARUT.COM-Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Garut. Insiden yang menimpa Indra Ramdani, Pemimpin Redaksi media online Fakta Garut, memicu kecaman keras dari berbagai organisasi profesi wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (20/3/2026) di kawasan Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, tepatnya di sekitar ruko seberang Superindo, tidak jauh dari Kantor Kecamatan Garut Kota.

Perlu diketahui, Media Online Fakta Garut merupakan bagian dari Media Partner IMM Polres Garut, sehingga insiden ini menjadi sorotan serius karena menyangkut mitra resmi  Polisi dalam penyebaran informasi publik di kabupaten Garut.

Sejumlah organisasi jurnalis seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Garut, Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) DPC Garut, Aliansi Wartawan Indonesia (AWI), serta organisasi profesi lainnya, menyatakan sikap tegas mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Mereka menilai insiden ini sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Korban, Indra Ramdani, mengaku mengalami intimidasi hingga tindakan kekerasan saat melakukan peliputan. Tidak hanya itu, telepon genggam serta kartu identitas pers miliknya sempat dirampas oleh pelaku.

“Alhamdulillah, hari itu juga HP saya sudah kembali, namun dalam kondisi rusak dan sudah diperbaiki oleh kuasa hukum,” ujar Indra.

Insiden bermula saat Indra keluar dari Kantor Kecamatan Garut Kota usai mengikuti kegiatan pemetaan lokasi untuk pendirian posko mudik bersama pengurus DPD Sundawani Indonesia. Saat melintas di lokasi kejadian, ia melihat kerumunan warga yang tengah terlibat keributan.

Sebagai jurnalis, Indra kemudian mendekat dan merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya. Namun, aktivitas peliputan itu justru memicu reaksi agresif dari sekelompok orang di lokasi.

“Saya melihat ada keributan di depan ruko seberang Superindo, lalu spontan mengambil gambar. Tapi mereka malah berbalik menyerang karena saya merekam,” ungkapnya.

Meski telah menjelaskan bahwa dirinya adalah wartawan, pelaku tetap melontarkan kata-kata kasar dan memaksanya menghentikan peliputan. Bahkan, kunci remote sepeda motor miliknya sempat dikuasai sehingga ia tidak dapat meninggalkan lokasi.

Keributan tersebut diduga dipicu oleh penarikan kendaraan oleh sejumlah oknum leasing yang memancing emosi warga hingga terjadi aksi saling teriak.

Kasus ini sempat dimediasi di Polsek Garut Kota dan menghasilkan kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Namun hingga saat ini, pihak korban menyebut sejumlah poin kesepakatan belum dijalankan oleh pelaku.

Kuasa hukum korban, Evan Saepul Rohman, SH., MM, menyayangkan sikap pelaku yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik.

“Kesepakatan sudah dibuat di hadapan pihak kepolisian, tetapi hingga saat ini tidak diindahkan. Ini tentu menjadi preseden buruk terhadap perlindungan jurnalis,” tegasnya, Senin (23/3/2026).

Insiden ini memicu keprihatinan luas di kalangan jurnalis di Garut. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku serta memberikan perlindungan maksimal bagi wartawan yang menjalankan tugas di lapangan.

Para jurnalis juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap insan pers merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan pers dan tidak boleh dibiarkan terjadi kembali.

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ucapan HUT Korpri ke 54
Suasana penuh khidmat sekaligus meriah terasa di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kampung Ciloa Kaler, RW 07 Desa Sindangraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Ratusan warga berbondong-bondong hadir dalam acara Syukur Bi Nikmah Pembangunan Masjid Al-Ikhlas yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Pengajian Bulanan ke-3 Desa Sindangraja.

Advertorial

Warga Sindangraja Antusias Hadiri Pengajian Bulanan ke-3 Sekaligus Syukuran Masjid Al Ikhlas
Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (FLKS) Indonesia DPC Garut menggelar audiensi resmi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terukur atas berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Advertorial

FLKS Indonesia Soroti Tata Kelola Sosial di Garut: LKS Tak Dilibatkan, Data Jadi Masalah

Advertorial

Ucapan Idul Fitri 1447 H Bag 2

Advertorial

Ucapan Hari Jadi Garut ke-213 Bag 1
Sekitar 3.000 alumni dan calon jamaah umrah dari berbagai penjuru tanah air memadati Nusantara Hall ICE BSD pada Sabtu, 12 April 2025, dalam acara bertajuk Al-Malik Fest 2025.

Advertorial

Dari Palembang Hingga Garut, Ribuan Jamaah Padati Al-Malik Fest 2025
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung, Pasar Rakyat Wanaraja telah mengeluarkan himbauan penting kepada masyarakat yang berbelanja, Himbauan ini bertujuan agar pengunjung lebih waspada terhadap potensi pencopetan serta menjaga barang-barang berharga mereka dengan lebih hati-hati.

Advertorial

Pasar Rakyat Wanaraja Tingkatkan Keamanan dengan Fasilitas CCTV dan Edukasi Pengunjung
Calon Bupati Garut nomor urut 01, Dr. Helmi Budiman, terus menggalang dukungan melalui deklarasi dan konsolidasi bersama pemuda dalam acara "Pegas Pemuda Garut Bersatu" yang bertemakan "Lanjutkan Semangat Membangun Garut Helmi-Yudi Menang untuk Garut Someah".

Advertorial

Helmi Budiman: Dorong Pemuda Garut Berkarya dan Berinovasi melalui Program UMKM dan Pusat Pelatihan
error: Content is protected !!