Home / Pemerintahan

Selasa, 7 Maret 2023 - 15:32 WIB

Sekda Garut Minta SKPD Sambut Baik Pihak-Pihak yang Berkontribusi untuk Garut

Pelaksanaan Pertemuan Audiensi Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta dengan Pemerintah Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Aula Setda Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (7/3/2023). (Foto : Bagus Syah Putra & M. Sofyan Fauzi/Diskominfo Garut).

Pelaksanaan Pertemuan Audiensi Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta dengan Pemerintah Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Aula Setda Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (7/3/2023). (Foto : Bagus Syah Putra & M. Sofyan Fauzi/Diskominfo Garut).

PENA GARUT-Tanoto Foundation bekerja sama dengan Yayasan Cipta menggelar acara Pertemuan Audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terkait Implementasi Strategi Komunikasi (Strakom) Perubahan Perilaku dan Penguatan Aksi Konvergensi dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (7/3/2023).

Tanoto Foundation sendiri merupakan organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto yang memulai kegiatannya pada tahun 1981, dengan pilar besarnya yaitu di bidang pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, di mana dalam sambutannya atas nama Pemkab Garut ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta yang telah berkontribusi untuk Kabupaten Garut khususnya dalam percepatan penurunan Stunting.

“Oleh sebab itu bapak-ibu sekalian sekali lagi kami atas (nama) Pemerintah Kabupaten Garut mengapresiasi, semoga ini menjadi titik masuk kita untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Sekda Garut didampingi Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Garut, Mekarwati.

Ia berpesan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemkab Garut untuk bisa menyikapi sebaik mungkin bantuan kontribusi dari _stakeholder_ lain, khususnya kali ini dari Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta. Ia menilai, keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh Pemkab Garut dalam penurunan stunting ini harus menjadi motivasi, karena banyak pihak yang memberikan kontribusi untuk hal tersebut.

“(Karena) ada teman-teman kita di luar lingkaran (Pemkab Garut) itu yang memberikan kontribusi kepada kita, oleh sebab itu kita syukuri dengan menyambut baik atas apa yang menjadi bantuan yang dilakukan, bentuk seperti apapun jangan berpikir ke arah lain, kecuali kita memberikan satu apresiasi terhadap teman-teman atau rekan-rekan kita (atau) stakeholder tertentu yang memberikan kontribusi kepada kita,” pesannya.

Ia juga mengungkapkan agar rasa syukur tadi dimanifestasikan dalam bentuk keseriusan, termasuk salah satunya dengan memenuhi dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang akan dilakukan oleh Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta, sehingga nantinya bisa bergerak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Terlebih, imbuh Nurdin, 2024 nanti pemerintah pusat menargetkan agar angka stunting di kabupaten/kota berada di angka 14%, dan bagi Kabupaten Garut yang kini berada di angka 23.6%, menurutnya masih memiliki perjalanan yang jauh untuk memenuhi target pemerintah pusat tadi.

“Sehingga besok ataupun kapan nanti teman-teman dari Tanoto Foundation ataupun Yayasan Cipta memberikan _treatment_ kepada kita, maka sikapi dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Sementara itu, ECED Grants Officer Tanoto Foundation, Melinda Mastan, menuturkan jika sebelumnya atau tepatnya pada tahun 2021, pihaknya bersama dengan Yayasan Cipta sudah melakukan pendampingan kepada Kabupaten Garut, khususnya dalam merevisi atau me-_review_ kembali strategi komunikasi yang sudah dibuat.

“Kemudian dari revisi tersebut kita sahkan dan didiseminasikan kepada tingkat kabupaten mungkin ke tingkat provinsi juga, supaya nanti bisa diimplementasikan, nah tahun sekarang ini nih kami ingin sekali untuk memilih tokoh kunci nantinya, siapa yang bisa mengimplementasikan strategi komunikasi tersebut,” tutur Melinda.

Sementara untuk pendampingan tahun ini, lanjut Melinda, pihaknya akan menjalankan dua kegiatan yaitu penguatan 8 aksi konvergensi stunting dan penguatan implementasi strategi komunikasi perubahan perilaku yang telah dibuat tahun 2021 lalu.

“Jadi hari ini khusus untuk audiensi kita kenalan dengan berbagai OPD (organisasi perangkat daerah), dan juga mungkin jajaran terkait, nanti di 2 hari ke depan akan ada lokakarya untuk memilih tokoh kunci dan menyusun kurikulum dan juga modul untuk tokoh kunci tersebut, kemudian nanti akan juga ada dilakukan beberapa lokakarya lagi ke depannya sampai tahun 2024 pendampingan ini,” lanjutnya.

Ia memaparkan, maksud dan tujuan dari audiensi ini adalah untuk menyampaikan progam-program dari Tanoto Foundation kepada Pemkab Garut, dan juga meminta dukungan dari Pemkab Garut agar semua program berjalan lancar, karena menurutnya tanpa dukungan dari pemerintah pihaknya juga tidak bisa apa-apa.

“Jadi kami harapkan dari pertemuan ini kita ada ramah tamah, kita kenalan, kita bisa menyampaikan maksud baik kami terkait dengan program yang dilakukan, pemerintah kabupaten juga bisa menerima dengan baik begitu, (dan) _output_-nya mungkin tadi lebih ke komitmen begitu kali ya, meminta komitmen daripada pemerintah daerah, khususnya dari pimpinan mungkin dari Bupati, Wakil Bupati, ataupun Sekretaris Daerah begitu,” papar Melinda.

Ia berharap dengan adanya pendampingan dari Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta ini, angka stunting di Kabupaten Garut bisa turun dan memenuhi target pemerintah pusat yaitu berada di angka 14%.

“Tapi yang kedua juga sebenarnya kita ingin sekali menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten nih sebagai implementator di lapangan, jadi itu harapan kami semoga dari kerjasama, koordinasi kita semua bisa membantu berkontribusi pada penurunan stunting di Indonesia,” harapnya.

Di tempat yang sama, Program Manager Yayasan Cipta, Sacha A, mengatakan jika dalam pendampingan tahap dua ini pihaknya bersama Tanoto Foundation akan melakukan penguatan dan pendampingan kepada tokoh kunci yang nanti akan dipilih ketika lokakarya.

Penguatan ini sendiri dilakukan agar tokoh kunci tersebut bisa lebih berkontribusi dan lebih aktif melakukan kampanye perubahan perilaku, agar masyarakat di Kabupaten Garut pada umumnya bisa lebih sadar terhadap bahaya stunting dan mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Garut.

“(Adapun) Hasil dari pendampingan yang pertama adalah dokumen strategi komunikasi, jadi dokumen strategi komunikasi tersebut disusun dengan mempertimbangkan permasalahan-permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Garut, apa saja penyebabnya, dan kemudian pihak-pihak mana saja yang perlu ditingkatkan kesadarannya, kepeduliannya, dan pengetahuannya lewat berbagai metode komunikasi, supaya penyebab-penyebab stunting tadi bisa teratasi, atau paling tidak bisa dikurangi seperti itu,” katanya.

Ia mengungkapkan selain Kabupaten Garut, ada 6 daerah lain yang mendapatkan pendampingan dari Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Rokan Hulu.

“(Alasan Garut dijadikan pendampingan) Jadi pada saat kita akan memulai pendampingan di tahun 2021 Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta berkonsultasi dengan para pihak di tingkat nasional, dan mungkin dari Kementerian yang kita konsultasikan terutama Kementerian Kesehatan mungkin melihat ada beberapa karakteristik di Garut yang mungkin diperlukan pendampingan seperti itu,” ungkapnya.

Adapun tindaklanjut dari audiensi kali ini, tambah Sacha, akan dilakukan lokakarya selama 2 hari ke depan untuk me-_review_ kembali atau menganalisa situasi kegiatan-kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Garut, khisusnya terkait dengan strategi komunikasi perubahan perilaku dan 8 aksi konvergensi stunting.

“Kita harapkan setelah lokakarya lintas sektor selama 2 hari kedepan kita bisa mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan lebih spesifik untuk melakukan pendampingan selama tahun 2023 ini, (dan) tentunya (hasil akhir yang diharapkan) prevalensi stunting di Kabupaten Garut mencapai target nasional atau bahkan dibawah prevalensi target nasional ya, karena di tahun 2024 diharapkan semua kabupaten/kota di Indonesia bisa mencapai level stunting 14% atau kurang, kita harapkan Garut bisa di bawah itu atau minimal sekitar 14%,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Material longsor menutupi ruas Jalan Bungbulang-Garut, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Kamis sore (11/01/2024).

Pemerintahan

Longsor Tutup Jalan Raya di Pamulihan Garut, Tidak Ada Korban Jiwa
Pelaksanaan simulasi Pemilu 2024 oleh KPU Garut, di TPS 24, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (20/01/2024).

Pemerintahan

KPU Garut Gelar Simulasi Pemilu 2024 di TPS 24 Desa Jati
Turnamen bulutangkis Piala Danrem 062/Tn 2025 kembali digelar dengan kemeriahan luar biasa. Event tahunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kodam III/Siliwangi ini mempertemukan para atlet terbaik dari seluruh penjuru Jawa Barat.

Pemerintahan

Piala Danrem 062/Tn Tak Hanya Ajang Adu Skill, tapi Juga Perekat TNI dan Rakyat
Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang didampingin Wakapolres Garut dan jajaran Pejabat Utama Polres Garut melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah selatan Kabupaten Garut, tepatnya di Polsek Talegong dan Polsek Cisewu, Selasa (06/05/2025).

Pemerintahan

Blusukan ke Wilayah Selatan, Kapolres Garut Tekankan Sinergi Demi Keamanan
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Wanaraja Polres Garut. Salah satunya dengan menggelar patroli dan penindakan terhadap aktivitas balap liar yang kerap meresahkan warga, terutama pada malam hingga dini hari.

Pemerintahan

Resahkan Warga, Balap Liar di Pangatikan Garut Dibubarkan Polisi
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, PDAM Tirta Intan Garut menggelar perayaan istimewa yang memadukan semangat kemerdekaan dengan apresiasi kepada pelanggan setia.

Pemerintahan

PDAM Tirta Intan Garut Meriahkan Kemerdekaan dengan Reward dan Bagi Sembako
Polres Garut melalui Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Garut telah melakukan penahanan terhadap seorang perempuan berinisial R, atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang berkedok arisan online. Jumat (25/04/2025).

Pemerintahan

Polres Garut Tangkap Wanita Penipu Bermodus Arisan Online, Begini Kronologinya
Bupati Garut, Rudy Gunawan memberikan arahan terkait satgas kekeringan dalam apel gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (19/6/2023).

Pemerintahan

Hadapi Elnino, Pemkab Garut Segera Bentuk Satgas Penanganan Kekeringan
error: Content is protected !!