PENA GARUT.COM– Proses seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Garut tahun 2024 terus bergulir dengan ketat. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi yang ketat, sebanyak 122 dari 607 pendaftar berhasil melangkah ke tahap tes berbasis komputer (CAT) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2024.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., melalui Kepala Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), H. Indra Azwar Mawardi, S.H.I., menjelaskan bahwa proses seleksi ini melibatkan berbagai kategori, di antaranya PPIH Kloter, Pembimbing Ibadah Haji, dan PPIH Arab Saudi.
“Seleksi administrasi telah dimulai sejak 4 November 2024. Kami mengumumkan hasilnya melalui situs resmi dan media sosial Kementerian Agama,” ujar H. Indra Azwar.
Tahapan seleksi ini diawali dengan verifikasi administrasi, di mana peserta diwajibkan melampirkan dokumen penting, termasuk rekomendasi dari pondok pesantren atau organisasi masyarakat Islam tingkat kabupaten. Namun, ketidaklengkapan dokumen menjadi kendala utama, dengan 206 pendaftar dinyatakan tidak lolos.
“Selain itu, ada peserta yang gagal karena tidak membuat akun pendaftaran dengan benar,” tambahnya.
Dari hasil seleksi, klasifikasi peran untuk 122 peserta yang lolos terbagi sebagai berikut:
Ketua Kloter: 33 orang
Pelayanan Akomodasi: 32 orang
Pelayanan Konsumsi (PPIH Arab Saudi): 37 orang
Pelayanan Transportasi: 5 orang
Pembimbing Ibadah Kloter: 15 orang
H. Indra menegaskan bahwa seleksi ini bertujuan memastikan bahwa anggota PPIH mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Proses berikutnya, seperti pelatihan dan pembekalan, akan segera dilaksanakan setelah hasil tes CAT diumumkan.
“Proses ini sangat penting untuk memastikan akurasi dan profesionalisme dalam melayani jamaah haji,” pungkas H. Indra.
Dengan seleksi yang ketat dan berfokus pada kompetensi, diharapkan PPIH Kabupaten Garut tahun ini mampu menjalankan tugasnya dengan amanah dan profesional demi kelancaran ibadah haji 2024.















