Home / Pemerintahan

Kamis, 30 Maret 2023 - 14:50 WIB

5 Kecamatan di Kabupaten Garut Diterjang Banjir

Warga beserta aparat setempat melakukan pembersihan material banjir di lokasi kejadian tepatnya di Kampung Rumah Peuteuy, Desa Mekarmulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Rabu (29/3/2023). (Foto : Dok. Kecamatan Talegong).

Warga beserta aparat setempat melakukan pembersihan material banjir di lokasi kejadian tepatnya di Kampung Rumah Peuteuy, Desa Mekarmulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Rabu (29/3/2023). (Foto : Dok. Kecamatan Talegong).

PENA GARUT – Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Rabu (29/3/2023), sebanyak 5 kecamatan terkena banjir.

Di Kecamatan Talegong, Kampung Rumah Peuteuy di Desa Mekarmulya, diterjang banjir bandang. Camat Talegong, Muhammad Badar Hamid, melaporkan, banjir yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini terjadi akibat curah hujan cukup tinggi yang mengguyur daerah tersebut.

Akibatnya banjir bandang yang membawa material batu dan lumpur ini memutus jalan kabupaten yang ada di lokasi kejadian hingga lumpuh total dan tidak bisa dilintasi.

“Saat ini jalan kabupaten lumpuh total tidak bisa dilintasi, karena material berupa batu turun ke badan di Kampung Rumah Peuteuy Gunung Cabe RT 03 RW 01 Dusun Cigembong Desa Mekarmulya,” ujar Badar dalam laporan tertulisnya.

Selain itu akibat banjir bandang ini, imbuh Badar, membuat satu rumah milik warga bernama Yuyus (57) kini kondisi dan posisinya terancam.

Meskipun begitu, Badar mengungkapkan tidak ada korban jiwa ataupun korban luka akibat kejadian bencana ini. Adapun tindaklanjut dari kejadian tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan upaya pembersihan material banjir di lokasi terdampak.

Selain di Talegong, banjir juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Bayongbong, Bahkan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Camat Bayongbong, Frederico Fernandes, terdapat 5 rumah warga yang terdampak banjir, dengan kerugian ditaksir kurang lebih 100 juta rupiah.

Ia memaparkan jika banjir yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi dari pukul 14.00 WIB – 19.00 WIB ini, tak hanya berdampak terhadap rumah milik warga saja, melainkan berdampak kepada beberapa bangunan lain juga seperti masjid di Kampung Cimuncang RT 003 RW 006 Desa Salakuray yang terendak, Tembok Penahan Tanah (TPT) dj Kampung Cikajar RT 003 RW 004, Desa Sukarame yang rusak, hingga jalan sepanjang 50 meter juga terdampak bencana banjir ini.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi, Kamis (30/3/2023), hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air anak sungai meningkat mengalami luapan ke ruas badan jalan, tepatnya Jl. Raya Bayongbong Kampung Nangoh Az-Zahra, sehingga akses lalu lintas sempat terganggu, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dan pada pukul 16.18 WIB air sudah mulai surut secara berangsur-angsur dan lalu lintas normal kembali.

Dari Kecamatan Cikajang dilaporkan dua desa terdampak hujan dengan intensitas tinggi. Di Desa Padasuka, tepatnya di Kampung Padasuka RT 03 RW 03, tembok penahan tanah (TPT) ambruk setinggi kurang lebih 6 meter dan lebar 20 meter, mengakibatkan 2 unit rumah terdampak. Sedangkan di Desa Cikajang, tembok penahan tanah (TPT) ambruk setinggi kurang lebih 6 meter dan lebar 18-20 meter tepatnya di Kp. Peuntas RT.01 RW.04 Desa Cikajang mengakibatkan 2 unit rumah terdampak banjir.

Dari Kecamatan Caringin dilaporkan, Kp. Jonih RT.003 RW.007 Desa Purbayani, mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sekira pukul 16.00 WIB, mengakibatkan 1 unit rumah roboh, penyintas dengan 1 Kepala Keluarga 4 Jiwa ini untuk sementara ditempatkan di rumah keluarganya yang lebih aman.

Dari Kecamatan Banyuresmi, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Garut melakukan Asessment di lokasi kejadian di Kp. Cigaruguy, Desa Pamekarsari, atas laporan masyarakat serta perangkat desa, akibat hujan mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi dari pukul pukul 14.00 WIB, sampai dengan pukul 16.00 WIB, mengakibatkan terjadi banjir akibat meluap air dari jalan raya _bypass_, sehingga berdampak pada beberapa unit rumah warga serta fasilitas umum, terdiri dari 32 unit rumah terdampak serta 2 unit fasilitas ibadah terdampak dengan ketinggian air kurang lebih 70 Cm.

Untuk sementara ini, bencana banjir tidak menimbulkan korban jiwa, dan para penyintas bencana telah mengungsi ke rumah yang dinilai lebih aman.

Satria Budi menerangkan, kondisi terakhir berdasarkan pantauan dan hasil koordinasi lapangan, hingga Rabu (29/3/2023), Pukul 19.30 WIB, air sudah surut di beberapa wilayah dan masyarakat secara mandiri melakukan gotong-royong membersihkan lelumpuran bekas luapan air.

Pihaknya, imbuh Satri Budi, telah melakukan koordinasi dengan unsur kewilayahan beserta dengan dinas teknis, yakni Disperkim, Dinas PUPR dengan mengerahkan alat berat untuk penanganan banjir bandang di Talegong khususnya, serta melakukan langkah-langkah assessment dan memberikan dukungan logistik kepada daerah terdampak untuk tindak lanjut berkaitan dengan percepatan penanganan kejadian tersebut.

Share :

Baca Juga

Bupati Garut, Rudy Gunawan, melepas secara langsung keberangkatan 400 jamaah haji kloter pertama asala Kabupaten Garut di area Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa dini hari (23/05/2023). (Foto : M. Azi Zulhakim & Deni Seftiana/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Bupati Garut Lepas Resmi 400 Calon Jemaah Haji Kloter Pertama
Anggota Fraksi PKS Dapil 1 DPRD Kabupaten Garut H Dede Salahudin, melakukan reses hari ke Enam masa sidang 3 untuk menampung aspirasi masyarakat di Kampung Bebedahan, Desa Wana Mekar, Kecamatan Wanaraja, Rabu (06/12/2023).

Pemerintahan

Dede Salahudin Tampung Aspirasi Warga Bebedahan Terkait Sarana Ibadah, dan Honorer Para Ustadzah 
Polsek Cikelet Polres Garut, berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Minggu, 20 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB di portal pintu masuk Pantai Karangpapak, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Pemerintahan

Polsek Cikelet Tangkap Pelaku Penganiayaan di Kawasan Pantai Karangpapak
Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, memimpin acara Pencanangan Komitmen Bersama Pembentukan Desa Anti Korupsi di Ballroom Kassiti Fave Hotel, Jalan Raya Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamus (28/12/2023). Acara ini dihadiri oleh kepala desa dari seluruh Kabupaten Garut, menandai langkah serius pemerintah daerah dalam memerangi korupsi.

Pemerintahan

Wabup Garut Tekankan Pentingnya Zona Integritas Guna Pencegahan Tindakan Korupsi
Personel Polsek Wanaraja Polres Garut mengamankan lima orang remaja yang kedapatan mengonsumsi minuman keras (miras) dalam kegiatan patroli malam, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pemerintahan

Nekat Minum Miras di Tempat Umum, 5 Pemuda Digiring ke Polsek Wanaraja
Kabag Kesra Setda Garut, Mekarwati, memberikan sambutan dalam acara Baksos Kesehatan yang diselenggarakan oleh BKPRMI Jawa Barat di Hotel Sabda Alam, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum'at (24/2/2023). (Foto : M. Azi Zulhakim & Nindi Nurdiyanti/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Gandeng FUN Garut, BKPRMI Jabar Gelar Baksos Kesehatan
Pemerintah Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan menggelar Musyawarah Penetapan rencana kerja pemerintah desa (RKPDES) untuk Usulan Pembangunan Tahun 2024.

Pemerintahan

Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan Gelar Musyawarah Desa (MUSDES)Tahun Anggaran 2024
Korban Oknum Dokter Kandungan dengan inisial MSF (33), pelaku pelecehan kepada pasiennya di klinik kesehatan di Garut, Jawa Barat, kembali melapor ke Polres Garut. 

Pemerintahan

Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Dokter MSF, Korban Ternyata Sudah 5 Orang!
error: Content is protected !!