Home / Kesehatan

Kamis, 4 Mei 2023 - 11:51 WIB

Kepala BKKBN Jabar dan Sekda Garut Tinjau Penyaluran Bantuan di Kabupaten Garut’

Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mendampingi Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, meninjau penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kantor Pos Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (4/5/2023). (Foto: Ilham Kautsar Prawira/ Diskominfo Garut)

Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mendampingi Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, meninjau penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kantor Pos Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (4/5/2023). (Foto: Ilham Kautsar Prawira/ Diskominfo Garut)

PENA GARUT – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mendampingi Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, meninjau langsung penyaluran bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam rangka penurunan stunting dan pengentasan daerah rentan rawan pangan, di Kantor Pos Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (4/5/2023).

Dalam kesempatan ini, Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat, yang saat ini diwakili oleh Plt Kepala BKKBN Provinsi Jabar, di mana hal ini merupakan satu motivasi bagi pihaknya untuk melakukan gerakan-gerakan dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut.

Nurdin menerangkan, jumlah penerima bantuan ini adalah sebanyak 40.159 keluarga atau KK. Ia berharap, melalui bantuan ini bisa mengurangi beban biaya sehari-hari, sehingga masyarakat penerima manfaat bisa memberikan asupan yang memiliki nilai gizi untuk anaknya.

Dalam hal penanganan stunting, Nurdin menyampaikan, bahwa angka stunting di Kabupaten Garut sebelumnya adalah sebesar 35%, setelah itu pihaknya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, dan dinas lainnya pada bulan Juni tahun lalu telah melakukan upaya konstruktif melalui program TOSS yaitu Temukan Obati Sayangi balita Stunting.

“Seperti contoh kita punya program di dinas pertanian punya program Harum Madu jadi halaman rumah terpadu ya dengan tanaman-tanaman yang cepat panen, ini juga dilakukan teman-teman Pertanian, sehingga Alhamdulillah itu juga memberikan satu _support_ sebagaiman Pak Kepala sampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menerangkan, pembagian bantuan pangan ini diberikan untuk keluarga berisiko stunting, di mana saat ini bantuan tersebut sudah dibagikan secara serentak di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Dadi menerangkan, di Provinsi Jawa Barat terdapat sekitar 1,6 juta keluarga beresiko stunting, di mana 410 ribu keluarga memiliki resiko yang tinggi, sehingga mau tidak mau pemerintah harus turun tangan. Ia menambahkan, BKKBN dan Badan Pangan Nasional bekerja sama untuk memastikan agar keluarga beresiko stunting tidak mengalami stunting kembali.

“Malahan Jawa Barat itu angkanya sudah bagus dari 24,5% prevalensi sekarang udah 20,2%, target Jawa Barat sendiri 14% di tahun 2024, jangan sampai ada lagi stunting baru begitu ya,” ucapnya.

Ia berharap, di Provinsi Jawa Barat tidak akan ada lagi kasus stunting . Untuk itu, pihaknya fokus kepada keluarga yang berisiko stunting sehingga dapat tercegah dari kondisi stunting. Pihaknya juga mengedukasi masyarakat bahwa mencegah stunting itu tidak perlu memerlukan biaya yang mahal.

“Masyarakat juga bisa memanfaatkan misalkan tanaman pangan seperti sayur-sayuran, daun-daunan ada, apalagi di Garut ini semua dari laut potensi sampai gunung ada semua, jadi nggak usah jauh-jauh, nggak usah mahal-mahal untuk mencegah stunting itu sendiri,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Advertorial

5 Tips for Balancing A Career and Caregiving
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan kerja Direktur Utama Rumah Sakit Paru (RSP) Rotinsulu Bandung, dr. Dijah Rochmad, beserta jajarannya di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (21/5/2026).

Kesehatan

Pemkab Garut Sambut Rencana Perluasan Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu
Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Garut! Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi meresmikan Klinik Utama Mata Cicendo Garut 2 yang berlokasi di Klinik Utama RS Cicendo, Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (29/4/2025).

Kesehatan

Klinik Mata Cicendo Garut 2 Resmi Dibuka, Akses Layanan Kesehatan Mata Kini Lebih Dekat
Kepala Puskesmas Cimaragas dr Hery Kurniawan, M.Kes Foto bersama usai acara mensosialisasi.foto( Ihsan).

Kesehatan

UPT Puskesmas Cimaragas Sosialisasikan Vaksin Rotavirus dan Human Papillomavirus untuk Cegah Penyakit Diare dan Kanker Serviks
Direktur RSUD, Husodo Dewo Adi, menyatakan komitmen mereka untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mental Caleg yang mungkin memerlukan dukungan setelah pengalaman pahit Pemilu. Meskipun masih dalam perencanaan, RSUD berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi mereka yang membutuhkan.

Kesehatan

RSUD Garut Siapkan Ruangan bagi Caleg yang Alami Depresi Dampak Kalah Pileg
Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, UPT Puskesmas Cimaragas bersama forkopincam Pangatikan menggelar aksi bersih-bersih sampah di lahan masyarakat.

Kesehatan

UPT Puskesmas Cimaragas bersama Forkopimcam Pangatikan Gelar Aksi Bersih Sampah di Lahan Masyarakat Kecamatan Pangatikan
Bupati Garut, Rudy Gunawan membuka secara resmi _Kick Off_ Pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Garut Islamic Prima Insani School, Jalan Raya Ciledug, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (3/4/2023). (Foto: Moch Ahdiansyah/ Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Kesehatan

Libatkan Seluruh Entitas Pemkab Garut, Pastikan 230 Ribu Balita Mendapatkan Imunisasi Polio
Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melalui UPT Puskesmas Wanaraja telah mengambil langkah proaktif dalam mendistribusikan Program Makanan Tambahan (PMT) khusus untuk balita stunting, ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), dan balita dengan status gizi buruk.acara tersebut dilakukan di aula kantor Desa Sukamenak kecamatan Wanaraja kabupaten Garut, Selasa (28/11/2023).

Kesehatan

Dinas Kesehatan Garut Melalui UPT Puskesmas wanaraja Proaktif Distribusi PMT untuk Atasi Stunting dan KEK Langkah Konkret Tangani Gizi Buruk pada Balita dan Ibu Hamil 
error: Content is protected !!