Home / Pemerintahan

Senin, 15 Januari 2024 - 20:54 WIB

Rakerda PD ‘Aisyiyah Garut : Menggerakkan Semangat Baru untuk Kebaikan Semesta

Pelaksanaan Rakerda PDA Garut, yang dilaksanakan di Aula STAIDA, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (14/01/2024).

Pelaksanaan Rakerda PDA Garut, yang dilaksanakan di Aula STAIDA, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (14/01/2024).

PENA GARUT.COM– Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Garut sukses mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema “Gerakan Aisyiyah Garut untuk Kebaikan Semesta”. Acara ini diadakan di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam (STAIDA), Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (14/1/2024). Rakerda ini dihadiri oleh 37 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Garut dan dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Ia Kurniati.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi oleh para tokoh penting, termasuk Ketua PWA Jabar, Ia Kurniati, dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut, dr. Hani Firdiani Budiman. dr. Hani menekankan pentingnya wawasan kebangsaan yang meliputi perbaikan karakter bangsa dari segi akidah, ibadah, dan akhlak.

“Dan ini harus menjadi semangat Aisyiyah melakukan program-program untuk rakerda ini,” ujar dr. Hani.

Menurutnya, PDA sudah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk masyarakat, dan ia berharap melalui Rakerda ini PDA Garut bisa terus melanjutkan dan memperbanyak kontribusi nyata untuk masyarakat.

Rakerda ini menjadi platform bagi PDA Garut untuk memperkuat kontribusi mereka kepada masyarakat. Ketua PWA Jabar, Ia Kurniati, menggarisbawahi pentingnya penguatan kepemimpinan dan kelembagaan dalam Rakerda ini, yang bertujuan untuk merumuskan dan menerapkan keputusan yang dibuat oleh Pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan.

Sehingga, ia berharap melalui Rakerda ini akan tercerna dan terumuskan konsep program yang nyata, yang disesuaikan dengan kondisi cabang dan ranting masing-masing dengan tetap berpedoman kepada Tanfidz yang ada.

“Mudah-mudahan dengan adanya Rakerda ini seluruh program Aisyiyah yang sudah dirumuskan dalam bentuk tanfidz setidaknya dapat dilaksanakan, berapa persen-berapa persennya itu tergantung kepada kemampuan dari cabang dan ranting,” katanya.

Ia menuturkan jika Kabupaten Garut merupakan cikal bakal pendirian Muhammadiyah dan Aisyiyah di tingkat Jawa Barat, sehingga secara akidah dan keorganisasian sudah sangat kuat dan kental di PDA Garut.

Meski demikian, ia berpesan agar PDA Garut melakukan percepatan pengembangan dan penguatan organisasinya, karena tantangan dan ujian ke depan akan lebih besar.

“Diharapkan Aisyiyah di Kabupaten Garut ini yang pertama solid ya sesama pimpinan, baik pimpinan di organisasi maupun di amal usaha, kita untuk solid harus taat dan patuh kepada aturan organisasi, sesuai dengan aturan perserikatan,” harapnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Agus Rahmat Nugraha, menyatakan bahwa Rakerda ini menunjukkan keteraturan dan pencapaian organisasi sesuai aturan yang ada. Ia juga mengharapkan Rakerda ini dapat meningkatkan semangat para kader ‘Aisyiyah di Kabupaten Garut.

“Yaitu membicarakan hal-hal yang akan menjadi persiapan kita melangkah, dalam perjalanan menghubungkan kepada rapat-rapat kerja yang berikutnya,” ungkapnya.

Agus berharap Rakerda ini bisa memberikan tambahan gairah dan semangat bagi para ibu kader ‘Aisyiyah yang ada di Kabupaten Garut, untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ketua PDA Garut, Eti Nurul Hayati, menguraikan rencana program PDA, termasuk pengembangan PCA dan PRA di Kabupaten Garut. Selain itu, program lainnya mencakup penyelenggaraan amal usaha, day care Lansia, dan pendampingan bagi masyarakat kurang mampu.

Ia mengatakan, saat ini di Kabupaten Garut sudah ada 38 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan 168 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), dan jumlah tersebut belum menyeluruh jika melihat dengan jumlah kecamatan dan desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Garut.

Selain itu, Eti juga menjelaskan program lain yang rencananya akan dilaksanakan yaitu penyelenggaraan amal usaha oleh PDA, _day care_ Lansia, hingga pendampingan bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki usaha untuk keluar dari keterpurukan atau terbebas dari status miskin ekstrem.

“Kita angkat mereka dari mulai 0 dan mereka diangkat derajatnya, kemudian (diberikan) nah ini pendidikannya, pelatihannya, dan lain sebagainya, sehingga dia mandiri, dan itu bisa juga selain mandiri itu untuk dirinya sendiri juga untuk keluarga, dan membantu pendapatan keluarga,” kata Eti.

Penyelarasan program ini akan dilakukan melalui pleno atau konsolidasi dari berbagai majelis dan lembaga yang ada di PDA Kabupaten Garut, yang meliputi Majelis Tabligh, Majelis Kesejahteraan Sosial, dan lain-lain. Eti berharap program-program ini dapat berjalan dengan kualitas yang tinggi, menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Adapun majelis dan lembaga yang ada di PDA Kabupaten Garut yaitu Majelis Tabligh, Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis PaudDasmen, Majelis Ekonomi, Majelis Kesehatan, Majelis Pendidikan Kader, Majelis Hukum&HAM, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), Lembaga Budaya, Seni & Olahraga (LBSO), Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA).

“Itu semuanya nanti ada sidang pleno atau konsolidasi, dan dari situlah mereka mengerjakan semua program-programnya, diharapkan nanti dengan berjalannya program ini, menciptakan suatu program yang terwujud dengan berkualitas,” tandasnya.

Rakerda ini menandai langkah signifikan PDA Aisyiyah Garut dalam memperkuat peran serta organisasinya di masyarakat, sekaligus mempertegas posisinya sebagai entitas penting dalam pembangunan sosial dan keagamaan di wilayah tersebut.

Share :

Baca Juga

Suasana pesta rakyat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi lautan duka. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian, dalam insiden tragis yang terjadi pada Jumat (18/7/2025).

Pemerintahan

Pesta Rakyat Berubah Duka, Bripka Cecep Gugur Saat Bertugas di Garut
Wakil Bupati Garut, dr. Hj. Putri Karlina, berinteraksi langsung dengan masyarakat saat meninjau pelaksanaan Roadshow Pelayanan Terpadu di Kecamatan Wanaraja, Kamis (10/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Garut dalam mendekatkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan gratis kepada warga. 

Pemerintahan

Roadshow Pelayanan Terpadu Disambut Antusias, Wabup Garut Janji Jangkau Seluruh Kecamatan
Pelaksanaan tahapan wawancara dengan bahasa Jepang bagi para peserta SSW dari Kabupaten Garut di Aula Disnakertrans Garut, Jalan Guntur Cendana, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (20/9/2023).

Pemerintahan

Disnakertrans Garut Gelar Tes Wawancara Bagi Peserta Program SSW Jepang
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Polres Garut dengan di dampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar. Kamis (22/5/2025).

Pemerintahan

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Kunjungi Polres Garut, Tekankan Profesionalisme dan Ibadah dalam Pengabdian
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan dukungannya terhadap edaran Gubernur Jawa Barat yang membatasi aktivitas pelajar di luar rumah hingga pukul 21.00 malam.

Pemerintahan

Wabup Garut Putri Karlina Dukung Edaran Gubernur: Pelajar Harus di Rumah Jam 9 Malam!
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini fokus pada pemberantasan peredaran narkoba serta berbagai modus penipuan di lingkungan Lapas dan Rutan.

Pemerintahan

Lapas Garut Buktikan Komitmen “Zero Halinar”, Ini Hasil Razianya!
Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, diwawancara kaitan Hari Pramuka seusai pelaksanaan Apel Gabungan yang dilaksanakan di Lapang Setda Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (14/08/2023).

Pemerintahan

Wabup Garut Ajak Gelorakan Kembali Gerakan Pramuka di Kabupaten Garut
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau langsung penyintas bencana gempa bumi magnitudo 6.2 yang terjadi beberapa waktu, di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Selasa (30/04/2024).

Pemerintahan

Pj. Bupati Garut Tinjau Penyintas Gempa Bumi di Pangatikan
error: Content is protected !!