PENA GARUT.COM– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Rektorat Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut. Sabtu(04/01/2025).
Langkah ini menjadi awal baru dalam perjalanan transformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqom (STAIDA) menjadi institut, dengan visi besar untuk menjadi universitas Muhammadiyah unggulan di masa depan.
Dalam sambutannya, Prof. Haedar menyatakan bahwa pengembangan institusi ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai pilar utama pembangunan pendidikan bangsa.
“Peran Muhammadiyah tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi tetapi juga meningkatkan kualitasnya. Kami sudah memiliki 167 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, beberapa di antaranya masuk dalam 10 besar World University Ranking untuk Indonesia. Ke depan, kami siap bersaing di kancah ASEAN dan internasional,” ujar Prof. Haedar Nashir.
Muhammadiyah juga telah membuktikan kiprahnya di level internasional, dengan mendirikan Universiti Muhammadiyah Malaysia, Muhammadiyah Australia College di Melbourne, serta taman kanak-kanak di Malaysia dan Cairo.
Langkah ini, menurut Prof. Haedar, adalah bentuk nyata dari kontribusi Muhammadiyah dalam menciptakan generasi unggul di seluruh dunia.
“Kami berharap transformasi STAIDA menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut akan membuka peluang lebih besar untuk pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Jawa Barat,” tambahnya.
Ketua Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut, Dr. Ujang Burhanudin, M.E.Sy., turut mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menunggu hasil akreditasi beberapa program studi sebagai bagian dari persiapan pembukaan program baru.
“Kami sedang dalam proses migrasi data dari sekolah tinggi ke institut. Selain itu, kami juga mengajukan pembukaan beberapa program studi baru seperti Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Haji dan Umrah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Pariwisata, hingga Pascasarjana Ekonomi Syariah. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat,” jelas Dr. Ujang.
Penambahan program studi baru ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan cita-cita menjadi universitas Muhammadiyah pertama di Kabupaten Garut.
“Dengan bertambahnya program studi, kami optimistis dapat memperluas jangkauan pendidikan dan menghadirkan solusi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Menuju Pendidikan Tinggi Berdaya Saing Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut memandang transformasi ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Fokus pada inovasi akademik dan pengembangan program studi menjadi strategi utama dalam menghadapi tantangan global di sektor pendidikan.
“Kami berharap institut ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan berkualitas tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi untuk pembangunan masyarakat,” tutup Dr. Ujang.(San).















