Home / Pemerintahan

Selasa, 7 Oktober 2025 - 18:26 WIB

Lapas Garut Teguhkan Pembinaan Kepribadian Lewat Pesantren Taubatul Mudznibin

Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beriman dan berakhlakul karimah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Pesantren “Taubatul Mudznibin” yang digelar secara rutin di lingkungan Lapas.

Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beriman dan berakhlakul karimah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Pesantren “Taubatul Mudznibin” yang digelar secara rutin di lingkungan Lapas.

PENA GARUT.COM – Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beriman dan berakhlakul karimah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Pesantren “Taubatul Mudznibin” yang digelar secara rutin di lingkungan Lapas.

Program ini menjadi unggulan dalam pembinaan spiritual yang bertujuan menumbuhkan kesadaran religius, memperbaiki moral, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para warga binaan.

Kegiatan dilaksanakan setiap hari Senin hingga Kamis, serta Sabtu pukul 08.30–10.00 WIB, dengan pengajaran langsung dari tenaga pendidik Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut.

Materi yang diberikan meliputi pembelajaran Al-Qur’an, fiqih, akidah akhlak, hingga kajian tafsir dan hadits. Materi ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan warga binaan, agar setiap peserta bisa memahami dan mengamalkan ilmu yang diajarkan.

Khusus pada hari Senin dan Rabu, kegiatan pesantren diawali dengan sesi “Siraman Kolbu” — pembinaan rohani berupa tausiyah dan motivasi keagamaan. Melalui sesi ini, para WBP diajak untuk merenungi perjalanan hidup dan menumbuhkan semangat hijrah menuju perubahan diri yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut menegaskan pentingnya pembinaan spiritual dalam proses pemasyarakatan.

“Melalui Pesantren Taubatul Mudznibin, kami berupaya menciptakan ruang bagi para warga binaan untuk memperbaiki diri lewat nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan siraman kolbu menjadi momen refleksi diri agar mereka semakin mantap menapaki jalan taubat dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak di antara mereka yang mengaku merasakan ketenangan batin dan motivasi baru setelah mengikuti pembinaan keagamaan tersebut.

Dengan terlaksananya program ini secara berkelanjutan, Lapas Garut berkomitmen menjadikan pembinaan spiritual sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan.

Harapannya, mereka tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga merdeka dari beban moral dan siap kembali ke masyarakat sebagai insan yang beriman dan bertanggung jawab.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Humas Lapas Kelas IIA Garut di nomor +62 813-9549-0807 atau melalui email lapas.grt@gmail.com

.

Share :

Baca Juga

Satuan Reserse Kriminal Polres Garut resmi membubarkan kelompok pemuda yang menamakan diri Genk Moonraker Kadungora pada Rabu malam, 25 Juni 2025. Langkah tegas ini diambil hanya empat hari setelah video penganiayaan berdurasi 36 detik viral di media sosial.

Pemerintahan

“Tak Ada Ruang bagi Kekerasan!” — Ultimatum Wakapolres Garut ke Geng Motor
Semangat kemandirian terus tumbuh di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut. Dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 13 Akselerasi Program Kementerian Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan, Lapas Garut kembali menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional melalui kegiatan penebaran 26.000 benih ikan lele di 13 kolam sistem bioflok, Senin (13/10/2025).

Pemerintahan

Lapas Garut Tebar 26 Ribu Benih Lele, Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional
Wakil Bupati Garut, drg. L. Putri Karlina, memimpin apel pagi gabungan perdana di awal tahun di Lapangan Setda Garut, Senin (24/2/2025). Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintahan

Wakil Bupati Garut Pimpin Apel Perdana, Sampaikan Sejumlah Harapan
Bupati Garut, Rudy Gunawan, melepas peserta Mudik Gratis Presisi Polres Garut Tahun 2023 yang dilaksanakan di Polres Garut, Jalan Raya Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (19/04/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Bupati Garut Lepas Program Mudik Gratis Presisi Polres Garut 2023
Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter kandungan berinisial M.S.F. (33). Tersangka yang diketahui bekerja di Klinik Karya Harsa, Garut, diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap pasiennya di tempat kos tersangka.

Pemerintahan

Polisi Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Seorang Dokter Kandungan
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka, terutama menjelang musim kemarau yang kerap membawa tantangan terkait pasokan air bersih. Hari ini, PDAM Tirta Intan mengadakan kegiatan pembinaan dan pengarahan khusus bagi pegawai untuk memastikan kesiapan optimal dalam menghadapi musim kering yang akan datang.

Pemerintahan

Perumda Tirta Intan Garut Tingkatkan Kesiapan Pegawai Hadapi Musim Kemarau dengan Pembinaan Khusus
PENA GARUT - Sebagai upaya mengurangi kerawanan pangan, kemiskinan, tengkes, gizi buruk, dan pengendalian inflasi, pemerintah pusat menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah dalam bentuk bantuan pangan untuk masyarakat Jawa Barat.

Pemerintahan

Bantuan Pangan Beras Mulai Disalurkan di Jawa Barat
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan berkendara sejak usia dini. Melalui kegiatan Dikmas Lantas bertajuk “Polisi Sahabat Anak”, para anggota Satlantas mengajak puluhan anak-anak TK Muslimat NU untuk belajar tentang pentingnya tertib berlalu lintas dengan cara yang seru dan menyenangkan. Kegiatan ini digelar di Mako Polres Garut pada Senin (27/10/2025).

Pemerintahan

Polisi Sahabat Anak, Cara Polres Garut Tanamkan Disiplin Sejak Usia Dini
error: Content is protected !!