PENA GARUT.COM-Galihpakuwon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menyelenggarakan Workshop Gradasi UMKM dengan tema “UMKM Bangkit Digitalisasi Jadi Langkah Tepat” pada Minggu, 21 Desember 2025. Bertempat di Balai Pertemuan GOR Desa Galihpakuwon, kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari kalangan pelaku UMKM dan masyarakat yang tengah merintis usaha.
Workshop ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi desa yang digagas KKN Gradasi untuk menjawab tantangan pelaku UMKM di era digital.
Selama satu hari penuh, peserta mendapatkan pembekalan yang dibagi ke dalam dua sesi utama, mulai dari penguatan dasar usaha hingga pemahaman strategi digitalisasi yang relevan dengan kondisi UMKM desa.
Ketua pelaksana kegiatan, Ikhwan Dzaky Bima Alwi, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memberikan solusi praktis dan aplikatif.
“Kami melihat masih banyak UMKM yang memiliki produk bagus, tetapi belum maksimal dalam branding, legalitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Workshop ini kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama agar UMKM bisa berkembang dan lebih siap bersaing,” ujarnya.
Seluruh workshop disampaikan oleh Luki Ramdani, S.E., M.S.M., yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan UMKM dan manajemen usaha. Dalam pemaparannya, Luki menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan agar UMKM bisa bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan,” jelasnya.
Materi yang disampaikan mencakup proses pendaftaran merek sebagai langkah melindungi branding UMKM, tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan legalitas, serta strategi membangun kepercayaan konsumen.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet untuk mendukung transaksi usaha yang lebih praktis dan transparan.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar kendala usaha yang mereka hadapi, mulai dari kesulitan membangun merek, akses permodalan, hingga cara meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan.
Luki Ramdani menekankan bahwa kolaborasi dan kesiapan administrasi menjadi kunci agar UMKM lebih mudah menjalin kemitraan di masa depan.
Selain materi, peserta juga mendapatkan berbagai benefit, antara lain sertifikat keikutsertaan, kesempatan memperoleh sertifikat halal bagi UMKM yang membutuhkan, serta bimbingan langsung terkait penerapan sistem pembayaran digital.
Dengan kuota peserta yang terbatas, workshop ini diharapkan memberikan pendampingan yang lebih fokus dan efektif.
Melalui Workshop Gradasi UMKM ini, KKN Gradasi berharap pelaku UMKM Desa Galihpakuwon dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, memanfaatkan teknologi digital secara tepat, serta memperkuat fondasi usaha agar mampu naik kelas dan berdaya saing di tengah perubahan ekonomi














