Home / Pemerintahan

Senin, 27 April 2026 - 12:51 WIB

Maknai Hari Bakti Pemasyarakatan 2026, Lapas Garut Tegaskan Peran Humanis dan Produktif

Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy, A.Md.IP., SH., M.Si

Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy, A.Md.IP., SH., M.Si

PENA GARUT.COM – Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026 dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan kini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih humanis dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Rusdedy menjelaskan bahwa paradigma pemidanaan telah mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya berfokus pada penghukuman, kini sistem pemasyarakatan mengedepankan rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani hukuman, tetapi bagaimana seseorang dipersiapkan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat secara utuh,” ujarnya.Senin(27/04/2026)

Menurutnya, setiap individu, termasuk warga binaan, tetap memiliki hak untuk berubah dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, pembinaan menjadi inti utama dalam sistem pemasyarakatan modern.

Ia menambahkan, keberhasilan sistem hukum tidak hanya diukur dari beratnya hukuman, tetapi dari kemampuan negara dalam menekan angka residivisme dan menciptakan individu yang lebih produktif.

Transformasi ini juga terlihat dari berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. Warga binaan kini terlibat dalam kegiatan sosial seperti pembangunan rumah layak huni, perbaikan fasilitas umum, hingga renovasi tempat ibadah.

“Melalui pembinaan yang tepat, warga binaan bisa memberikan kontribusi nyata. Ini bukti bahwa pemasyarakatan bisa menjadi bagian dari solusi sosial,” kata Rusdedy.

Selain itu, kegiatan bakti sosial seperti donor darah, bantuan pendidikan, layanan kesehatan gratis, hingga pemberdayaan keluarga warga binaan juga terus digencarkan.

Tak hanya aspek sosial, Lapas Garut juga mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Lahan yang ada dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan, hingga perikanan.

“Hasilnya tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga memberi dampak bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.

Program ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat.

Di sisi lain, Lapas Garut juga fokus pada penanganan berbagai tantangan internal, seperti overkapasitas dan pemberantasan narkoba. Upaya dilakukan melalui pengawasan ketat, razia rutin, serta pemberian hak integrasi sesuai aturan.

Dalam pembinaan kepribadian, warga binaan dibekali pendidikan mental, nilai keagamaan, serta wawasan kebangsaan.

“Perubahan perilaku dimulai dari perubahan pola pikir. Itu yang terus

Share :

Baca Juga

Aula Lapas Kelas IIA Garut menjadi saksi kegiatan Case Conference II sekaligus penutupan praktikum mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung Program Studi Rehabilitasi Sosial. Acara ini menandai berakhirnya masa praktik mahasiswa yang telah melaksanakan pembelajaran lapangan di Lapas Garut.Sabtu(27/09/2025)

Pemerintahan

Lapas Garut Gelar Case Conference II dan Penutupan Praktikum Mahasiswa Polteksos Bandung
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut berkolaborasi dengan TNI Polri, melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di area perkotaan, Kamis pagi (14/3/2024).

Pemerintahan

Satpol PP Garut Tindak Tegas PKL yang Langgar Aturan, Termasuk Penertiban Toko yang Pajang Kontrasepsi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut Dapil 111, Endang Saepudin, menyerap aspirasi masyarakat di berbagai titik selama reses masa sidang I periode 2024-2029.

Pemerintahan

Anggota DPRD Garut Endang Saepudin Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Insentif Guru Ngaji
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan nasionalisme warga binaan. Bertempat di lapangan upacara Lapas Garut, seluruh petugas dan warga binaan mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang berlangsung dengan khidmat, Jumat (17/10/2025)

Pemerintahan

Lapas Garut Teguhkan Rasa Kebangsaan, Kepala Lapas: “Ini Bukan Sekadar Rutinitas!”
Pelaksanaan Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri melalui Gentra Karya di Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (27/2/2023). (Foto: Deni Seftiana/ Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Pemkab Garut Sosialisasikan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri
Kepolisian Resor Garut menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan hukum yang terbuka dan adil kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian. Lewat pendekatan humanis, pihak kepolisian mendorong warga untuk aktif menyampaikan keluhan dan laporan, tanpa rasa takut atau sungkan.

Pemerintahan

Warga Garut Dihimbau Tak Takut Lapor, Ini Seruan Tegas Kanit Tipikor!
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengamanan serta meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Pemerintahan

Lapas Garut Gandeng APH dan Pemda, Pengamanan hingga Tanggap Bencana Kian Solid
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Situ Bagendit Zona 3, yang berada di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Dalam tinjauannya, KDM – sapaan akrab Dedi Mulyadi – mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kawasan yang menurutnya belum optimal dari sisi penataan dan aksesibilitas.

Pemerintahan

Gubernur Dedi Mulyadi Geram Lihat Situ Bagendit Garut Tak Terurus!
error: Content is protected !!