Home / Pemerintahan

Rabu, 16 September 2026 - 22:40 WIB

7 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Garut Panen 836 Kg Sayuran, Hasilnya Langsung Terserap Ke Pasar

Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan hasil. Sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen 836 kilogram komoditas hortikultura dari lahan pertanian seluas sekitar satu hektare di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, Kabupaten Garut.

Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan hasil. Sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen 836 kilogram komoditas hortikultura dari lahan pertanian seluas sekitar satu hektare di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, Kabupaten Garut.

PENA GARUT.COM – Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan hasil. Sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen 836 kilogram komoditas hortikultura dari lahan pertanian seluas sekitar satu hektare di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, Kabupaten Garut

Hasil panen tersebut terdiri dari 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan WBP secara langsung dalam kegiatan pertanian produktif.

Dalam pelaksanaannya, para WBP tidak hanya terlibat saat proses pemanenan. Mereka mengikuti berbagai tahapan budidaya, mulai dari menyiapkan lahan, menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan dua petugas Lapas Kelas IIA Garut. Pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan yang dirancang agar WBP memperoleh pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

“Ketahanan pangan kami jadikan sebagai ruang pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi mengikuti seluruh proses dari mengolah lahan, merawat tanaman, memanen, hingga melihat hasil kerjanya terserap pasar. Di sinilah pembinaan menghasilkan keterampilan sekaligus produktivitas,” ujar Rusdedy.Rabu(16/09/2026)

Menurut Rusdedy, hasil panen sebanyak 836 kilogram tidak hanya dilihat dari sisi jumlah produksi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja para WBP.

“Bagi kami, 836 kilogram yang dipanen hari ini bukan hanya angka produksi. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan harapan. Kami ingin setiap lahan yang dikelola menjadi ruang produktif dan setiap Warga Binaan yang terlibat memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian tersebut dirancang sebagai pembelajaran kerja yang mengutamakan praktik langsung.

Menurutnya, WBP dibiasakan memahami bahwa produksi komoditas pertanian membutuhkan proses panjang, ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.

“Warga Binaan mengikuti prosesnya dari awal sampai panen. Mereka belajar bahwa menghasilkan pangan membutuhkan kerja yang konsisten. Ketika hasilnya kemudian dapat dipasarkan, mereka juga memahami bahwa keterampilan dan produktivitas memiliki nilai ekonomi,” kata Asep.

Setelah dipanen, sebanyak 836 kilogram hasil hortikultura tersebut kemudian dipasarkan kepada pengepul di kawasan Pasar Ciawitali, Garut.

Penyerapan hasil pertanian oleh pasar membuat program pembinaan tidak berhenti pada kegiatan produksi. WBP juga diperkenalkan dengan tahapan setelah panen, termasuk bagaimana hasil kerja dapat memiliki nilai ekonomi.

Lahan pertanian di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng yang merupakan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut turut dimanfaatkan sebagai ruang produktif untuk mendukung kegiatan pembinaan.

Pemanfaatan lahan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Selain menghasilkan komoditas pangan, lahan tersebut menjadi tempat bagi WBP untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan melalui kegiatan kerja secara langsung.

Lapas Kelas IIA Garut selanjutnya terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian dan berbagai program produktif lainnya sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP.

Program ketahanan pangan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memberikan bekal keterampilan dan pengalaman kerja bagi WBP sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, hasil panen bawang daun dan kubis tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di Lapas Garut diarahkan tidak hanya pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan produktivitas.

Dari lahan pertanian, WBP belajar mengolah dan menghasilkan pangan. Dari proses tersebut, keterampilan kerja dan kemandirian terus dibangun sebagai bekal untuk kembali produktif di masyarakat.

Share :

Baca Juga

Bupati Garut, Rudy Gunawan, memimpin Rapat Rencana Uji Kompetensi (Ujikom) Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama dalam rangka Rotasi/Mutasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, yang dilaksanakan secara virtual di Gedung _Command Center_ Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum'at (3/2/2023). (Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Pasca Operasi di RS Santosa, Bupati Garut Kembali Melakukan Aktivitas Rutin
Setiap hari Jumat pagi, suasana Desa Cintamanik, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut tampak berbeda. Puluhan warga bersama Kepala Desa Cecep Supriadi tampak kompak memunguti sampah, menyapu jalanan, dan membersihkan saluran air dalam kegiatan rutin bertajuk Jumat Bersih (Jumsih).

Pemerintahan

Desa Cintamanik Jadi Contoh Desa Sehat Rutin Bersih-Bersih Demi Kesehatan Warga Dan lingkungan Bersih 
Suasana penuh semangat kebangsaan menyelimuti Lapangan Upacara Lapas Garut pada Senin (28/10/2025). Seluruh jajaran Pemasyarakatan se-Garut Raya bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) turut serta dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang berlangsung khidmat dan tertib.

Pemerintahan

Semangat Kebangsaan Berkobar di Lapas Garut, Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Hewan Nasional ke-198 tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar apel gabungan yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada para peternak berprestasi. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/10/2025).

Pemerintahan

Bupati Garut Apresiasi Peternak Domba Berprestasi di Hari Kesehatan Hewan Nasional ke-198
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut mengadakan pelatihan protokoler yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para anggotanya dalam mengelola acara secara profesional dan terstruktur.

Pemerintahan

Pelatihan Protokoler Ikatan Pelajar Muhammadiyah Garut, Persiapkan Generasi Muda dengan Keterampilan Acara Terstruktur
Menyongsong Hari Bhayangkara ke‑79 pada 1 Juli mendatang, Polres Garut menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di halaman Mapolres, Senin pagi.(16/06/2025).

Pemerintahan

Polres Garut Gelar Bakti Sosial, Puluhan Warga Pulang Membawa Sembako Gratis
Bupati Garut, Rudy Gunawan, meresmikan Masjid Madinatul Furqon, yang berlokasi di Kantor Disperkim Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (14/03/2023). (Foto : Deni Seftiana, M. Azi Zulhakim, & Anggana Mulia Karsa Kurniawan/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Tahun ini Pemkab Garut Kucurkan Anggaran 11,7 Miliar Rupiah Program Rutilahu di 442 Desa dan Kelurahan

Pemerintahan

Diduga ada Temuan Kualitas Buruk, Bupati Garut MInta Pembangunan Jalan Dihentikan
error: Content is protected !!