PENA GARUT.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, S.IP., menghadiri kegiatan Sekolah Kader Perubahan (LKN) sekaligus agenda Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut.Kamis(08/10/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi PKB Garut dalam memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting dan anak ranting sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
H. Subhan Fahmi mengatakan, pembentukan ranting tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB. Konsolidasi dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
“Ini agenda Musran, musyawarah ranting. Kita diperintahkan DPP dan DPW untuk membentuk ranting se-Kabupaten Garut,” kata Subhan Fahmi

Menurutnya, jumlah struktur yang akan dibentuk sangat besar karena disesuaikan dengan persebaran wilayah hingga tingkat RT dan RW. PKB Garut menargetkan pembentukan sekitar 7.000 ranting di seluruh Kabupaten Garut.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari ikhtiar politik PKB untuk memperkuat mesin partai sekaligus meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.
“Kita menargetkan 12 kursi. Mudah-mudahan ikhtiar lahir dan ikhtiar batin kita bisa berhasil,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan konsolidasi kali ini, sejumlah pengurus dan kader dari beberapa kecamatan turut hadir. Di antaranya berasal dari Kecamatan Karangtengah, Sukawening, Wanaraja, Pangatikan, serta sebagian wilayah Kecamatan Karangpawitan.
Subhan menjelaskan, proses pembentukan struktur dilakukan secara zonasi. Untuk tahap awal, konsolidasi menyasar wilayah yang masuk dalam zona Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Garut.
“Yang hadir lima kecamatan, yaitu Karangtengah, Sukawening, Wanaraja, Pangatikan, dan sebagian Karangpawitan. Kita nanti dizonasi, baru Dapil 3. Dapil 3 pun belum semuanya,” jelasnya.
Rangkaian Musran dan pembentukan struktur ranting tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai awal Oktober hingga ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Selain memperkuat struktur organisasi, PKB Garut juga mendorong proses kaderisasi agar para kader yang berada di tingkat bawah memiliki peran sebagai penggerak partai di tengah masyarakat.
Subhan menegaskan, penguatan struktur tidak hanya berhenti pada pembentukan kepengurusan, tetapi juga diarahkan untuk membangun basis kader yang loyal dan mampu menjalankan kerja-kerja politik partai.
“Harapannya, kita berikhtiar secara lahiriah melalui penguatan struktural sampai tingkat ranting dan anak ranting. PAC kita sudah terbentuk,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kader loyalis akan diperkuat melalui proses kaderisasi sehingga nantinya dapat menjadi penggerak PKB di tingkat masyarakat.
“Pasukan kader loyalis ini juga ada kaderisasinya, menjadi penggerak PKB yang nantinya berbasis TKS,” pungkasnya.
Dengan konsolidasi yang dilakukan secara bertahap hingga tingkat bawah, PKB Garut berharap struktur organisasi semakin solid dan mampu menjadi modal penting untuk menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.(San)















