Home / Pemerintahan

Minggu, 23 November 2025 - 13:30 WIB

Aceng Malki Ungkap Strategi Baru PKB Garut Menuju 2029

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Kader Pertama (PKP) Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC PKB) Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Agenda yang digelar di Ballroom Al Musaddadiyah Garut, Minggu (23/11/2025), menjadi momentum penting bagi PKB Garut untuk mempercepat regenerasi dan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa.

Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Kader Pertama (PKP) Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC PKB) Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Agenda yang digelar di Ballroom Al Musaddadiyah Garut, Minggu (23/11/2025), menjadi momentum penting bagi PKB Garut untuk mempercepat regenerasi dan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa.

PENA GARUT.COM– Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Kader Pertama (PKP) Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC PKB) Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Agenda yang digelar di Ballroom Al Musaddadiyah Garut, Minggu (23/11/2025), menjadi momentum penting bagi PKB Garut untuk mempercepat regenerasi dan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa.

Anggota DPW PKB Jawa Barat, H. Aceng Malki, yang ditugaskan untuk memimpin jalannya Musancab, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah besar PKB dalam memperbarui dan menyegarkan kepengurusan partai menjelang kontestasi politik 2029.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar PKB untuk merekstrurisasi, membarukan, dan meregenerasi kader-kader baru,” ujar Aceng Malki dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan bahwa DPW PKB Jawa Barat kini mewajibkan komposisi pengurus PAC harus berusia muda, maksimal 35 tahun, termasuk posisi ketua PAC. Kebijakan ini dikecualikan bagi Dewan Syuro.

“Pengurus sekarang itu wajib umurnya muda, 35 tahun. Ketua pun 35 tahun, kecuali Dewan Syuro,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan prediksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pusat Statistik (BPS), 60–70 persen pemilih pada Pemilu 2029 merupakan generasi Z dan Milenial.

Karena itu, PKB menganggap bahwa pengurus muda lebih memahami karakter pemilih masa kini yang akrab dengan media sosial dan sensitif terhadap isu-isu kekinian.

“Makanya yang harus paham tentang kondisi ke depan itu yang muda-muda. Mereka harus memahami karakter pemilih yang melek medsos dan peka aspirasi,” tegas Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Aceng Malki juga menyampaikan pencapaian penting bagi PKB Garut. Untuk pertama kalinya, hampir seluruh desa di Kabupaten Garut telah terisi struktur kepengurusan PKB.

“Alhamdulillah baru pertama ini di Garut seluruh desa terisi. Hampir 90–100 persen,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama rangkaian Musancab dan PKP ini adalah memperkuat barisan PKB hingga tingkat ranting sekaligus menyiapkan kemenangan besar pada Pemilu mendatang.

“Output-nya untuk membesarkan pergerakan PKB ke depan, untuk merebut kemenangan PKB jadi nomor satu di Garut,” ungkapnya.

Aceng juga menginstruksikan seluruh kader untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan daerah. Menurutnya, kader PKB harus memahami program prioritas pemerintah agar bisa ikut mendorong peningkatan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kader PKB wajib memahami program prioritas pemerintah, baik di kabupaten atau provinsi. Garut ini pendidikan dan kesehatannya masih rendah, kader PKB harus membantu meningkatkan IKM,” jelasnya.

PKB Garut saat ini tengah memasuki masa regenerasi besar-besaran. Dengan kepengurusan yang lebih muda, struktur partai yang sudah menyentuh hampir seluruh desa, serta intensitas kaderisasi yang terus diperkuat, PKB menargetkan diri menjadi kekuatan politik utama di Kabupaten Garut menjelang 2029.(San)

Share :

Baca Juga

Infografis Lokasi Fokus Intervensi Penurunan dan Pencegahan Stunting Tahun 2023 dan Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Muksin. (Foto : Dok. Diskominfo Kab. Garut, Infografis : Anggana Mulia Karsa )

Pemerintahan

Pemkab Garut Tetapkan 18 Desa/Kelurahan sebagai Lokus Intervensi Stunting di Tahun 2023
Di tengah persoalan klasik overkapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia, Lapas Kelas IIA Garut justru mencatatkan capaian gemilang. Bukan menumpuk, tetapi menata. Bukan sekadar mengurangi jumlah penghuni, tetapi memperbaiki kualitas hidup dan pembinaan warga binaan.

Pemerintahan

Lapas Garut Jadi Teladan Nasional: Berhasil Turunkan Overkapasitas, Tingkatkan Kualitas Pembinaan
Sebuah kolaborasi strategis terjadi antara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut dan Fakultas Pertanian Universitas Garut (UNIGA) dalam upaya memperkuat Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan kawasan hutan dan rehabilitasi hutan. Koordinasi ini berlangsung di Gedung C Universitas Garut Selasa (14/11/2023)

Pemerintahan

Perhutani dan Fakultas Pertanian UNIGA Bersinergi untuk Kelestarian Hutan Garut
Ratusan peserta ikuti Jalan Sehat di Acara Puncak Harbak PU ke-79 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Art Center, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (20/12/2024). (Foto : M. Azi Zulhakim & M. Sofyan Fauzi/Diskominfo Kab. Garut).

Pemerintahan

Dinas PUPR Garut Gelar Acara Puncak Harbak PU ke-79 dengan Jalan Sehat
Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy, A.Md.IP., SH., M.Si

Pemerintahan

Maknai Hari Bakti Pemasyarakatan 2026, Lapas Garut Tegaskan Peran Humanis dan Produktif
Pelaksanaan Pisah Sambut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (01/08/2023).

Pemerintahan

Pisah Sambut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut 
Polres Garut memberikan penghargaan kepada 17 tokoh agama yang dinilai berperan aktif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Garut. 

Pemerintahan

Kapolres Garut Berikan Penghargaan Kepada Tokoh Agama Atas Dukungan Dalam Menjaga Kamtibmas Di Kabupaten Garut
Jajaran Polsek Pameungpeuk bersama instansi terkait, seperti Babinsa 1119/PMPK, PUPR, Damkar, Dishub, Tagana, serta perangkat desa Pameungpeuk dan Bojong, melaksanakan kegiatan monitoring dan evakuasi material pasca bencana alam tanah longsor. Senin (24/02/2025).

Pemerintahan

Polsek Pameungpeuk Monitoring Evakuasi Material Pasca Longsor
error: Content is protected !!