PENA GARUT.COM– Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Kader Pertama (PKP) Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPAC PKB) Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Agenda yang digelar di Ballroom Al Musaddadiyah Garut, Minggu (23/11/2025), menjadi momentum penting bagi PKB Garut untuk mempercepat regenerasi dan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa.
Anggota DPW PKB Jawa Barat, H. Aceng Malki, yang ditugaskan untuk memimpin jalannya Musancab, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah besar PKB dalam memperbarui dan menyegarkan kepengurusan partai menjelang kontestasi politik 2029.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar PKB untuk merekstrurisasi, membarukan, dan meregenerasi kader-kader baru,” ujar Aceng Malki dalam sambutannya.
Ia mengungkapkan bahwa DPW PKB Jawa Barat kini mewajibkan komposisi pengurus PAC harus berusia muda, maksimal 35 tahun, termasuk posisi ketua PAC. Kebijakan ini dikecualikan bagi Dewan Syuro.
“Pengurus sekarang itu wajib umurnya muda, 35 tahun. Ketua pun 35 tahun, kecuali Dewan Syuro,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan prediksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pusat Statistik (BPS), 60–70 persen pemilih pada Pemilu 2029 merupakan generasi Z dan Milenial.
Karena itu, PKB menganggap bahwa pengurus muda lebih memahami karakter pemilih masa kini yang akrab dengan media sosial dan sensitif terhadap isu-isu kekinian.
“Makanya yang harus paham tentang kondisi ke depan itu yang muda-muda. Mereka harus memahami karakter pemilih yang melek medsos dan peka aspirasi,” tegas Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Aceng Malki juga menyampaikan pencapaian penting bagi PKB Garut. Untuk pertama kalinya, hampir seluruh desa di Kabupaten Garut telah terisi struktur kepengurusan PKB.
“Alhamdulillah baru pertama ini di Garut seluruh desa terisi. Hampir 90–100 persen,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama rangkaian Musancab dan PKP ini adalah memperkuat barisan PKB hingga tingkat ranting sekaligus menyiapkan kemenangan besar pada Pemilu mendatang.
“Output-nya untuk membesarkan pergerakan PKB ke depan, untuk merebut kemenangan PKB jadi nomor satu di Garut,” ungkapnya.
Aceng juga menginstruksikan seluruh kader untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan daerah. Menurutnya, kader PKB harus memahami program prioritas pemerintah agar bisa ikut mendorong peningkatan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kader PKB wajib memahami program prioritas pemerintah, baik di kabupaten atau provinsi. Garut ini pendidikan dan kesehatannya masih rendah, kader PKB harus membantu meningkatkan IKM,” jelasnya.
PKB Garut saat ini tengah memasuki masa regenerasi besar-besaran. Dengan kepengurusan yang lebih muda, struktur partai yang sudah menyentuh hampir seluruh desa, serta intensitas kaderisasi yang terus diperkuat, PKB menargetkan diri menjadi kekuatan politik utama di Kabupaten Garut menjelang 2029.(San)















