PENA GARUT.COM– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani melalui kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di Aula Lapas Garut dan diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta jajaran pegawai.
Penandatanganan komitmen tersebut menjadi simbol nyata bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berhenti pada kegiatan formal, melainkan harus diwujudkan dalam pola kerja sehari-hari. Kepala Lapas Garut menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan.
“Zona Integritas bukan agenda tahunan yang sifatnya seremonial. Ini adalah komitmen bersama yang harus hidup dalam setiap tugas, setiap pelayanan, dan setiap keputusan yang kita ambil,” tegas Kepala Lapas Garut dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani hanya dapat dicapai jika seluruh unsur di dalam organisasi terlibat aktif. Menurutnya, kerja tim, kejujuran, kedisiplinan, serta tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel menjadi kunci utama.
Kepala Lapas juga mengingatkan agar seluruh sistem, dokumen, dan mekanisme kerja yang telah disusun tidak berhenti di atas kertas. Seluruh pegawai diminta untuk benar-benar menjalankannya secara konsisten dan bertanggung jawab.
“Semua yang sudah kita bangun harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai hanya menjadi formalitas tanpa makna,” ujarnya.
Selain itu, ia turut memberikan motivasi kepada seluruh jajaran agar tetap solid dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Proses menuju WBK dan WBBM, lanjutnya, membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta komitmen jangka panjang dari seluruh pegawai,”
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para pejabat dan perwakilan pegawai. Momen tersebut menjadi penegasan bahwa Lapas Garut siap berbenah dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Garut berharap dapat memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas, sekaligus mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik.
“Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pegawai,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Garut.















