PENA GARUT.COM-Air adalah sumber kehidupan. Di Kabupaten Garut, ribuan hektar sawah menggantungkan hasil panen dari lancarnya aliran irigasi. Namun, selama ini pengelolaan jaringan irigasi kerap menghadapi masalah: saluran yang kurang terawat, koordinasi antara pengelola dan petani yang belum maksimal, serta minimnya rasa memiliki dari masyarakat. Akibatnya, produktivitas pertanian sering kali terhambat.
Menjawab persoalan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut memperkenalkan gagasan Irigasi Peduli. Program ini bukan sekadar upaya teknis, tetapi sebuah gerakan kolaboratif untuk menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan irigasi.
“Irigasi Peduli ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Jika aliran air lancar, bukan hanya padi yang tumbuh, tetapi juga harapan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ari Mohammad Ridwan, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Garut, Minggu(28/09/2025)
Melalui Irigasi Peduli, semua pihak diharapkan bergandeng tangan: mulai dari dinas teknis, kecamatan, pemerintah desa, petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), hingga dunia usaha melalui program CSR.
Beberapa langkah nyata pun mulai digencarkan, di antaranya:
Sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat jaringan irigasi.
Pemanfaatan teknologi digital dengan sistem pelaporan cepat melalui WhatsApp maupun Instagram Dinas PUPR.
Kemitraan dengan dunia usaha untuk mendukung pemeliharaan fasilitas irigasi.
Pendampingan serta bimbingan teknis bagi pengelola irigasi agar lebih profesional.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Bappeda, Inspektorat, BBWS Cimanuk-Cisanggarung, kecamatan, desa, hingga Diskominfo.
Dengan gerakan ini, Garut menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan sekaligus membangun budaya gotong royong modern.
“Irigasi Peduli bukan hanya tentang mengalirkan air, tetapi juga menyuburkan kehidupan, meningkatkan hasil panen, dan menumbuhkan kemandirian masyarakat,”ungkapnya















