Home / Pemerintahan

Kamis, 21 September 2023 - 13:25 WIB

Disnakertrans Garut Gelar Tes Wawancara Bagi Peserta Program SSW Jepang

Pelaksanaan tahapan wawancara dengan bahasa Jepang bagi para peserta SSW dari Kabupaten Garut di Aula Disnakertrans Garut, Jalan Guntur Cendana, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (20/9/2023).

Pelaksanaan tahapan wawancara dengan bahasa Jepang bagi para peserta SSW dari Kabupaten Garut di Aula Disnakertrans Garut, Jalan Guntur Cendana, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (20/9/2023).

PENA GARUT.COM-GARUT, Tarogong Kidul – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut membuka peluang bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi untuk berkarir di luar negeri, khususnya di Jepang. Program Specified Skilled Worker (SSW) telah memasuki tahapan wawancara dengan perusahaan Jepang, Asahi Farm.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Erna Sugiarti, menyatakan bahwa tahun ini merupakan inisiasi pertama pelatihan Bahasa Jepang. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Garut yang akan ditempatkan di Jepang.

“Jadi tahapannya dari bulan Januari itu kita mengadakan rekrutmen dan seleksi ya, karena pelatihan bahasa Jepang ini tidak seperti pelatihan-pelatihan vokasi lainnya yang dilaksanakan di BLK (Balai Latihan Kerja), karena ini perlu orang-orang yang memang betul-betul mereka berkeinginan untuk bekerja ke luar negeri,” ucap Erna dalam keterangannya di kantornya di Jalan Guntur Cendana, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (20/9/2023).

Dalam hal ini, Erna mengajak kepada anak-anak muda di Kabupaten Garut untuk tidak takut bekerja ke luar negeri sebagai PMI selama berangkat secara prosedural

Erna menekankan pentingnya komitmen dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon PMI, termasuk memiliki dua kompetensi: bahasa dan teknis/keahlian. Program SSW melibatkan serangkaian tes, termasuk matematika, kesemaptaan, fisik, dan psikotes.

Selain bahasa, peserta juga dilatih dalam keahlian pertanian. Hal ini didasarkan pada potensi agraris Garut, meskipun minat generasi muda terhadap pertanian masih terbilang rendah.

“Sehingga kita membuka pelatihan bahasa Jepang ini dengan skill pertanian, supaya merangsang mereka ketika mereka pulang ke Indonesia, mereka membangun pertanian di wilayahnya masing-masing ” ungkapnya.

Peserta program ini tak dikenai biaya sepeser pun, seluruh fasilitas dari pelatihan hingga persiapan dokumen resmi ditanggung pemerintah daerah. Erna menekankan bahwa program ini bukan hanya untuk mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta.

“Nah ini pun menjadi harapan bagi kami khususnya Dinas Tenaga Kerja ini bagaimana memotivasi yang lainnya untuk peluang ke luar negeri, bekerja ke luar negeri itu cukup luas terutama Jepang. Karena di Jepang ini pertahun itu hampir 1000 orang membutuhkan pekerja,” ucapnya.

Salah satu peserta, Syahrul Ramadhan, mengungkapkan motivasinya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi keluarganya. Ia ingin melampaui kondisi orangtuanya yang sehari-hari bekerja keras, di mana saat ini ibunya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan ayahnya sebagai buruh serabutan.

“Mungkin salah satu alasannya karena saya termotivasi dari diri sendiri juga gitu, harus lebih dari orang tua, dari kerjaan atau dari apa gitu, harus bisa lebih dari orang tua yang kesehariannya cukup-cukup buat sehari-hari,” ucapnya.

Keberhasilannya lolos hingga tahap wawancara dengan pihak Jepang memberikan kegembiraan dan restu dari orangtuanya. Ia menyebut bahwa orang tuanya begitu senang ketika dirinya sudah bisa lolos sampai dengan tahap ini untuk mengikuti program bekerja di Jepang.

“Pasti restu orang tua juga, orang tua senang karena anak-anaknya cita-citanya itu bisa tercapai,” ungkapnya.

Walau merasakan sedikit gugup, Syahrul menyatakan bahwa wawancara merupakan momen yang dinantikan dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif di Jepang.

“Kalau menurut saya karena yang ditunggu-tunggu wawancara ini ya, rasanya senang gitu. Tapi dari wawancara itu juga muncul juga rasa gugup, kurang percaya diri, terkait keterima atau nggaknya karena harus bahasa Jepang yang lancar gitu,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Sikap tersebut sangat disayangkan, karena perbedaan ini bukan sekarang saja dari dulu sering berbeda sebenarnya tidak ada masalah, hanya baru tahun ini karena ada pernyataan-pernyataan yang dilontarkan baik di televisi maupun di media sosial, akhirnya jadi seperti ini, akibat timbul dari pernyataan kontroversi dari oknum pegawai BRIN, bahwa akan menghalalkan dan membunuh warga Muhammadiyah itu sangat disayangkan akibat dari pernyataan APH dan Thomas Djamaluddin yang mendiskreditkan,” ujar H Yusup Sapari saat ditemui di Gedung Dakwah Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Selasa, (25/4/2023).

Pemerintahan

Ketua Muhammadiyah Garut Keluarkan Pernyataan Sikap atas Ancaman Halalkan Darah Orang Muhammadiyah dari Oknum BRIN
Pelaksanaan Reses Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Demokrat Dapil - IIII Kabupaten Garut Masa Sidang I Tahun 2024, yang dilaksanakan di Kampung Ciloa, Desa Sukaratu, Kecamatan Sucinaraja,Kabupaten Garut, Jumat (18/10/2024).

Pemerintahan

Anggota DPRD Garut Serap Aspirasi Rakyat Lewat Masa Reses
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Ahmad Hambali, di Pamengkang Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (19/9/2025).

Pemerintahan

Baznas RI dan Pemkab Garut Sepakat Perkuat Sinergi Zakat untuk Atasi Kemiskinan
 Lapangan Desa SindangRaja mendadak bermandi sorak‑sorai. Iring‑iringan drumband, pagelaran seni budaya Sunda, dan tabuhan marawis memecah keheningan pagi dalam tasyakuran pengesahan Desa SindangRaja—hasil pemekaran dari Desa SindangRatu—sekalian prosesi serah terima Penjabat Sementara (PJS).Selasa(01/07/2025)

Pemerintahan

Ratusan Warga Rayakan Pemekaran Desa Sindang Ratu & Pelantikan PJS SindangRaja
Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menghadiri acara Haflah Tahfidz dan Kreativitas Santri Aksara Qur'an Ar Rasyid yang dilaksanakan di Rumah Tahfidz Aksara Qur'an Ar-Rasyid, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (12/6/2023).

Pemerintahan

Wabup Garut Tahfidz Qur’an Merupakan Aset Yang Berharga
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Penjabat Bupati, H. Barnas Adjidin, secara resmi mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perumda Air Minum Tirta Intan Garut untuk tahun 2025. Pengesahan ini berlangsung dalam acara yang digelar di Hotel Harmoni Garut dan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan air bersih di Kabupaten Garut.Senin(09/12/2024).

Pemerintahan

Pemkab Garut Sahkan RKAP Perumda Air Minum Tirta Intan Tahun 2025
Pelaksanaan Diseminasi Audit Kasus Stunting Siklus II Tahun 2023, yang dilaksanakan di Aula DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (28/12/2023).

Pemerintahan

Audit Kasus Stunting Ungkap Faktor Utama Penyebab di Kabupaten Garut
Selamat Hari Raya Idul Fitri

Pemerintahan

Selamat Hari Raya Idul Fitri
error: Content is protected !!