Home / Pendidikan

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:20 WIB

Dorong Literasi Dan Calistung, KKN Gradasi Hadirkan Taman Gradasi Di Desa Galih Pakuwon

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menghadirkan Taman Gradasi sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Desa Galih Pakuwon. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus menumbuhkan minat belajar anak di lingkungan desa.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menghadirkan Taman Gradasi sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Desa Galih Pakuwon. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus menumbuhkan minat belajar anak di lingkungan desa.

PENA GARUT.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menghadirkan Taman Gradasi sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Desa Galih Pakuwon. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus menumbuhkan minat belajar anak di lingkungan desa.

Program Taman Gradasi lahir dari hasil observasi langsung mahasiswa KKN selama melakukan pengabdian di Desa Galih Pakuwon. Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan belajar tambahan di luar jam sekolah, baik akibat keterbatasan fasilitas belajar maupun minimnya pendampingan di rumah.

Ketua Pelaksana Taman Gradasi, Syifana Rahmanilah, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Taman Gradasi kami hadirkan sebagai ruang belajar nonformal yang santai dan bersahabat. Anak-anak bisa belajar tanpa tekanan seperti di kelas formal, sehingga mereka lebih nyaman dan antusias,” ujarnya.Selasa(13/01/2026)

Kegiatan Taman Gradasi dilaksanakan secara rutin selama masa pengabdian mahasiswa KKN Gradasi dengan memanfaatkan fasilitas desa yang mudah diakses oleh masyarakat.

Berbagai aktivitas pembelajaran diberikan kepada anak-anak, mulai dari pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan menghitung), penguatan karakter, hingga pembiasaan sikap positif dalam belajar.

Syifana menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak. Mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang mendampingi anak secara langsung agar proses belajar menjadi lebih efektif.

“Kami menggunakan pendekatan bermain sambil belajar agar anak-anak tidak cepat bosan. Dengan cara ini, mereka bisa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar,” jelasnya.

Kehadiran Taman Gradasi mendapat respons positif dari masyarakat Desa Galih Pakuwon, khususnya para orang tua. Program ini dinilai membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan akademik dasar sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses belajar anak di rumah.

Selain menjadi ruang belajar bagi anak-anak, Taman Gradasi juga menjadi sarana interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping belajar, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.

Melalui Taman Gradasi, mahasiswa KKN Gradasi berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan anak di Desa Galih Pakuwon.

Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat bersama pemerintah desa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, inklusif, dan berkelanjutan

 

 

Mahasiswa KKN Gradasi Melaksanakan Edukasi Parenting Sebagai Strategi Penguatan Pendidikan Anak Di Lingkungan Keluarga

Berangkat dari pentingnya peran dan kesadaran orang tua terhadap pola asuh yang tepat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menggelar Talkshow Parenting Pendidikan Anak bertema “Anak Hebat Dimulai dari Rumah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Balai Pertemuan GOR Desa Galihpakuwon, dan dihadiri oleh orang tua, guru, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Talkshow ini merupakan bagian dari program KKN Gradasi di bidang pendidikan dan parenting. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada peran sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Kurangnya pemahaman sebagian orang tua terkait pendampingan belajar anak serta penerapan pola asuh yang tepat menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini.

Ketua pelaksana kegiatan, Aa Saeful Basith, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang sebagai ruang diskusi dan berbagi wawasan antara orang tua, pendidik, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan talkshow ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendampingan belajar di rumah dan pola asuh yang positif memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan anak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa KKN Gradasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak sejak dini.

Selain itu, talkshow ini diharapkan mampu mendorong terbangunnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar agar tumbuh kembang anak dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh orang tua, pendidik, mahasiswa, serta masyarakat umum. Agenda utama berupa pemaparan materi oleh Suci Amelia selaku Duta Genre Kabupaten Garut. Dalam pemaparannya, Suci menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, penerapan pola asuh yang positif, serta peran orang tua dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Suasana diskusi berlangsung aktif dan partisipatif, di mana para peserta menyampaikan berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam mendampingi anak di rumah. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan edukasi parenting yang relevan dengan kondisi keluarga saat ini.

Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta, kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rundown, serta meningkatnya pemahaman peserta yang tercermin dari keaktifan dalam sesi diskusi.

Talkshow ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bahwa pendidikan anak yang berkualitas dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan masa depan anak.

Share :

Baca Juga

Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pelajar yang tangguh dan peduli sosial melalui kegiatan bertajuk Inklusif Asik Camp.

Pendidikan

IPM Garut Gelar Camp Revolusioner, Pelajar Muhammadiyah Jadi Agen Perubahan!
SMPN 1 Tarogong Kaler menggelar acara perpisahan angkatan ke-44 yang meriah, memperingati kelulusan 392 siswa yang berhasil menyelesaikan ujian dengan sukses. 

Pendidikan

SMP Negri 1 Tarogong Kaler Luluskan 392 Siswa Siap Melangkah ke Tingkat Pendidikan Berikutnya
Tarogong Kaler – Suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium Drs. H. Dede Satibi Al-Mashduqi International Islamic School Boarding Garut pada Sabtu (6/12/2025). Sebanyak enam santri Al-Mashduqi resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir—salah satu pusat keilmuan Islam terbesar dan tertua di dunia.

Pendidikan

Sekolah Al-Mashduqi Lepas 6 Santri ke Mesir, Garut Kembali Ukir Prestasi Internasional
Putri Karlina, calon Wakil Bupati Garut, baru-baru ini melakukan kunjungan ke salah satu pabrik di Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya memahami tantangan industri lokal dan pengembangan tenaga kerja.

Pendidikan

Calon Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Kunjungi Pabrik Lokal, Dorong Pengembangan Tenaga Kerja Terampil
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut mencetak prestasi gemilang dalam acara Wisuda dan Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Santika Garut pada Rabu, (18/10/2023)

Pendidikan

STIKES karsa Husada Garut mencetak lulusan unggul, Profesional, dan Religius menuju pendidikan Kesehatan Global 
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut mengadakan pelatihan protokoler yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para anggotanya dalam mengelola acara secara profesional dan terstruktur.kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah kabupaten Garut. Minggu (12/01/2025).

Pendidikan

IPM Kabupaten Garut Gelar Pelatihan Protokoler Demi Meningkatkan Profesionalisme
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut Resmi meluluskan sebanyak 332 siswa kelas 12 angkatan 45 untuk tahun ajaran 2023/2024. 

Pendidikan

Pelepasan Siswa MAN 1 Garut: 332 Lulusan Sukses Tembus Perguruan Tinggi, Prestasi Meningkat 200%
MAN 1 Garut, lembaga pendidikan yang telah lama dikenal dengan prestasi akademik dan non-akademiknya, kembali membuka pintu untuk para calon siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, MAN 1 Garut telah menetapkan kuota sebanyak 10 roomble, yang masing-masing terdiri dari 36 siswa, sehingga totalnya mencapai 360 siswa.

Pendidikan

MAN 1 Garut Membuka Penerimaan Siswa Baru dengan Program Unggulan
error: Content is protected !!