Home / Pendidikan

Minggu, 11 Mei 2025 - 13:31 WIB

IPM Garut Gelar Camp Revolusioner, Pelajar Muhammadiyah Jadi Agen Perubahan!

Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pelajar yang tangguh dan peduli sosial melalui kegiatan bertajuk Inklusif Asik Camp.

Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pelajar yang tangguh dan peduli sosial melalui kegiatan bertajuk Inklusif Asik Camp.

PENA GARUT.COM– Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pelajar yang tangguh dan peduli sosial melalui kegiatan bertajuk Inklusif Asik Camp.

Ketua PD ipm Garut Bidang advokasi dan kebijakan publik Fijri Nurfadilah  menerangkan,Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan intensif selama tiga hari dua malam yang menggabungkan materi advokasi, kewirausahaan sosial, dan konseling sebaya.

“Inklusif Asik Camp ini menghadirkan 75 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan komunitas pelajar lainnya di Garut, mulai dari tingkat SMP hingga SMA,” ujar Fijri , Ketua PP IPM Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, saat ditemui pada pembukaan Minggu (11/05/2025).

Fizri menjelaskan bahwa kegiatan ini mengangkat lima isu penting yang relevan dengan kehidupan pelajar saat ini, yaitu kebijakan dan bullying, sosial entrepreneur, peer counselor, kesetaraan gender, serta literasi.

“Kita ingin para peserta tidak hanya memahami isu-isu tersebut, tetapi juga mampu menyuarakan dan mencari solusinya,” tambahnya.

Selama dua hari pertama, peserta mendapat pelatihan materi yang dibagi menjadi tiga kelas utama: Sekolah Advokasi yang fokus pada pencegahan bullying dan pemahaman kebijakan publik, pelatihan Social Entrepreneur yang membekali pelajar dengan semangat wirausaha sosial, serta pelatihan Peer Counselor untuk memperkuat peran konseling sebaya di lingkungan sekolah.

“Hari terakhir ditutup dengan kegiatan visitasi lapangan ke berbagai institusi mitra seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Perlindungan Anak, dan Kesbangpol, sebagai upaya memperluas wawasan peserta terhadap kebijakan publik dan layanan sosial,”

Fikri menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi juga bentuk nyata dari visi IPM dalam mencerdaskan, memberdayakan, dan membebaskan pelajar.

“Kita ingin IPM menjadi organisasi yang inklusif, bukan eksklusif. Ilmu yang didapat dari camp ini akan dibawa kembali ke sekolah-sekolah, baik Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah,” ujarnya.

Lanjut ia Dengan semangat kolaborasi bersama dinas-dinas terkait, Inklusif Asik Camp diharapkan mampu melahirkan pelajar-pelajar yang menjadi role model di Kabupaten Garut.

“Mereka akan jadi pelopor dalam menghadapi isu bullying, meningkatkan minat baca, dan mendorong kesetaraan gender di sekolah,” pungkas Fijri

Maka dari itu Wakil Ketua PDM Garut, Abdullah Efendi, S.Pd.I., M.E., menilai IPM telah menjadi pelopor dan penyempurna nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah di kalangan pelajar.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa IPM tak hanya sekadar organisasi pelajar, tetapi juga sebagai penggerak solusi terhadap isu-isu sosial seperti bullying, literasi, hingga kewirausahaan.

“Kami sangat mengapresiasi IPM yang telah mengambil peran langsung dalam menyempurnakan amanah Muhammadiyah. Kegiatan ini sangat penting karena menyasar langsung pada peningkatan kualitas Ipmawan dan Ipmawati, baik secara karakter maupun kreativitas,” ujar Abdullah Efendi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pencegahan bullying di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. Menurutnya, pelatihan ini telah memasukkan konsep pemahaman dan penanggulangan bullying agar tidak terjadi pada peserta didik.

“Jangan sampai ada peserta didik di amal usaha Muhammadiyah yang menjadi korban atau pelaku bullying. Dalam pelatihan ini, konsep anti bullying harus benar-benar dipahami dan diterapkan,” tegasnya.

Selain itu, Abdullah Efendi juga mendorong agar pelajar Muhammadiyah tidak hanya fokus pada studi formal, tetapi juga mulai berani mengambil peran dalam bidang wirausaha.

Ia menyebutkan, di era digital seperti sekarang, media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk memulai usaha.

“IPM harus bisa berinovasi dan berani mengambil peluang dalam bidang wirausaha. Sekarang ini dengan media sosial, pelajar bisa memasarkan produk, menjadi selebgram edukatif, atau membuka usaha kreatif lainnya,” tuturnya.

Tak hanya soal bullying dan wirausaha, pelatihan Ortom IPM ini juga memberikan bekal literasi agar pelajar Muhammadiyah semakin melek terhadap pengetahuan dan buku-buku yang menambah wawasan.

“Kami berharap hasil dari pelatihan ini bisa menumbuhkan budaya literasi. Ipmawan dan Ipmawati harus semakin rajin membaca dan menambah pengetahuan dari berbagai sumber,” tambahnya.

Abdullah menegaskan bahwa PDM sepenuhnya mendukung gerakan IPM, karena organisasi ini memiliki orientasi yang sangat strategis bagi pembentukan karakter pelajar, baik yang berada di lingkungan amal usaha Muhammadiyah maupun di luar.

“Pada intinya, kami pimpinan Muhammadiyah memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. IPM sangat penting bagi pembinaan pelajar ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan Ortom ini dinilai menjadi tonggak penting bagi IPM dalam memperkuat jati diri dan peran pelajar Muhammadiyah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Share :

Baca Juga

Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam (Staida) Muhammadiyah Garut baru saja menyelenggarakan Wisuda XX Program Sarjana Tahun 2024 dalam sebuah sidang senat terbuka. Acara tersebut berlangsung di Hotel Harmoni pada Sabtu, 8 Juni 2024, dan dihadiri oleh mahasiswa, orang tua, serta seluruh civitas akademika.

Pendidikan

Staida Muhammadiyah Garut Gelar Wisuda XX: Cetak Generasi Unggul Berlandaskan Iman dan Taqwa

Pendidikan

PPGP ( Salah Satu Caraku Tinggalkan Zona Nyaman)
Setelah sukses melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2025 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, Polres Garut menggelar acara halal bihalal sebagai bentuk rasa syukur dan ajang silaturahmi antar personel. Kamis (10/4/2025).

Pendidikan

Polres Garut Gelar Halal Bihalal Usai Sukseskan Operasi Ketupat Lodaya 2025
Mahasiswa Institut Teknologi Garut (ITG), Gilang Arbiansyah, menjadi satu-satunya mahasiswa dari ITG yang mewakili Kabupaten Garut dalam Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 ini mempertemukan 234 mahasiswa terpilih dari lima regional Indonesia sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menjadi calon pemimpin masa depan bangsa.

Pendidikan

Satu-Satunya Wakil Garut, Mahasiswa ITG Lolos dan Ikuti Future Leaders Summit 2026
Pelaksanaan Festival Keluarga PAUD Tahun 2023 yang dilaksanakan di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (28/2/2023). (Foto: Anggana Mulia/ Diskominfo Garut)

Pendidikan

Pemkab Garut Kolaborasi dengan HIMPAUDI Kabupaten Garut Gelar Festival Keluarga PAUD Tahun 2023
Karangtengah,Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangtengah pada Senin siang (26/5) menyebabkan longsor yang menimpa lingkungan SMPN 1 Karangtengah. Bagian tembok pembatas sekolah tepat di depan ruang guru dilaporkan runtuh sepanjang kurang lebih enam meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pendidikan

Hujan Deras Picu Longsor, Tembok SMPN 1 Karangtengah Jebol 6 Meter!
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GRADASI dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Institut Teknologi Garut (ITG), dan Universitas Garut (UNIGA) menggelar Talkshow Aksi Peduli Lingkungan dengan tema “Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan”.Kegiatan ini berlangsung di GOR Desa Galihpakuwon pada Senin, 29 Desember 2025, dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari warga umum, pemuda, serta kader lingkungan.

Pendidikan

Talkshow Aksi Peduli Lingkungan Digelar di Desa Galihpakuwon, Mahasiswa KKN Ajak Warga Jaga Lingkungan demi Masa Depan
Dalam suasana penuh semangat, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut melepas kontingen Saka Wanabakti untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru Pertikawan Regional Jawa tahun 2023. Kontingen tersebut terdiri dari 11 anggota, 1 pembina pembimbing, dan 2 pimpinan.

Pendidikan

Perhutani Garut Lepas Kontingen Saka Wanabakti untuk Pertikawan 2023: Generasi Milenial Peduli Lingkungan Bersatu Demi Kelestarian Hutan Garut
error: Content is protected !!