Home / Pendidikan

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:56 WIB

Seminar Nasional di Garut Bahas Transformasi Gizi, STIKes Karsa Husada Siap Jadi Pelopor

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut terus memperkuat perannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui gerakan transformasi gizi nasional. Upaya ini diwujudkan lewat Seminar Nasional bertema “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Krisis Menuju Aksi Nyata” yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (08/10/2025).

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut terus memperkuat perannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui gerakan transformasi gizi nasional. Upaya ini diwujudkan lewat Seminar Nasional bertema “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Krisis Menuju Aksi Nyata” yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (08/10/2025).

PENA GARUT.COM– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut terus memperkuat perannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui gerakan transformasi gizi nasional. Upaya ini diwujudkan lewat Seminar Nasional bertema “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Krisis Menuju Aksi Nyata” yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (08/10/2025).

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKes Karsa Husada Garut, K. Dewi Budiarti, S.Kep., Ners., M.Kep., menegaskan bahwa isu gizi bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan tantangan besar yang menentukan masa depan bangsa.

“Berbagai persoalan seperti tingginya angka stunting, meningkatnya obesitas anak, hingga anemia pada remaja putri menjadi alarm keras bagi kita semua. Sudah saatnya kita bergerak dari krisis menuju aksi nyata,” ujar Dewi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, perbaikan gizi merupakan fondasi penting untuk membangun SDM unggul yang berdaya saing global. Menurutnya, hal ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Zero Hunger dan Good Health and Well-Being.

“Perbaikan gizi bukan hanya tentang kesehatan, tapi tentang masa depan bangsa. Gizi yang baik akan melahirkan generasi produktif dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang gizi dan kesehatan, di antaranya Efriansyah Purba, S.H. (Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Garut), Prof. Dr. dr. Budi Setiawan, M.S. (Ketua Umum AIPGI), Pungkas Bahjuri Ali, M.Phil., Ph.D. (BAPPENAS), serta Dr. dr. Ray Wagiu Basrawi, M.K.KEDSDH. (Health Collaborative Center).

Dewi juga menyampaikan bahwa komitmen STIKes Karsa Husada Garut sejalan dengan program “DIKTI SAINTEK Berdampak” dari Direktorat Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan Kemenkes RI. Program tersebut mendorong perguruan tinggi kesehatan untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadapi isu strategis nasional, termasuk masalah gizi masyarakat.

“Melalui semangat Berdampak, kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Dewi mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju pembukaan Program Studi Gizi serta bagian dari upaya transformasi kelembagaan menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut.

“Kami ingin menjadi institusi yang melahirkan agen perubahan, bukan hanya tenaga kesehatan profesional,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen, dan mahasiswa yang telah berperan aktif menyukseskan acara tersebut.

“Semangat kolaborasi di kampus ini membuktikan bahwa kerja bersama bisa melahirkan kegiatan yang bermakna dan berdampak bagi masyarakat,” tutup Dewi.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut, DR. H. Hadiat, MA, menegaskan pentingnya menjadikan perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkesinambungan.

“Gizi yang baik adalah fondasi kesehatan dan produktivitas bangsa. Kita harus bersinergi menemukan strategi yang benar-benar memberi manfaat nyata untuk masyarakat,” ungkap DR. Hadiat.

Menurutnya, persoalan seperti stunting, kekurangan gizi mikro, dan obesitas masih menjadi tantangan serius yang perlu diselesaikan secara terpadu antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan inovasi dari dunia pendidikan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperbaiki status gizi nasional,” tambahnya.

Sebagai wujud nyata komitmen itu, STIKes Karsa Husada Garut tengah mempersiapkan Program Studi S1 Gizi yang akan melahirkan tenaga profesional di bidang kesehatan masyarakat.

“Prodi Gizi kami rancang agar mampu melahirkan lulusan yang siap mendukung program strategis nasional sekaligus menjadi penggerak kesadaran gizi di masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada pendidikan, STIKes juga menggencarkan Gerakan Bersih dan Rapih, sebuah inisiatif yang menanamkan pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat sebagai bagian dari peningkatan status gizi masyarakat.

Share :

Baca Juga

Pelaksanaan Verifikasi Lapangan dalam Lomba Desa Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 yang berlangsung di Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Rabu (21/6/2023).

Pendidikan

Bupati Garut Terima Tim Verifikasi Lomba Desa Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat
Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-96, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut, Dwi Azhar Ramdhani, mengajak seluruh pelajar di Indonesia untuk memperkuat karakter dan bersinergi demi kemajuan bangsa. Pesan ini sejalan dengan tema yang diusung, “Maju Bersama Indonesia Raya, Pelajar Berkarakter,” yang mencerminkan harapan agar generasi muda mampu mengembangkan diri dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia.

Pendidikan

Ketua IPM Garut: “Maju Bersama Indonesia Raya, Pelajar Berkarakter”
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut mengadakan pelantikan kepala sekolah dan madrasah untuk masa bakti 2024-2028, Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul dan Berkemajuan di Kabupaten Garut”.

Pendidikan

Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah Garut: Mewujudkan Pendidikan Unggul dan Berkemajuan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gradasi menghadirkan Taman Gradasi sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Desa Galih Pakuwon. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam membantu meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, sekaligus menumbuhkan minat belajar anak di lingkungan desa.

Pendidikan

Dorong Literasi Dan Calistung, KKN Gradasi Hadirkan Taman Gradasi Di Desa Galih Pakuwon

Pendidikan

Inovasi Pembelajaran Digital Masuki MTs Al-Falah Biru, Mahasiswa PPG Perkenalkan AI dan Teknologi Canggih
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Garut mengadakan pelatihan protokoler yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para anggotanya dalam mengelola acara secara profesional dan terstruktur.kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah kabupaten Garut. Minggu (12/01/2025).

Pendidikan

IPM Kabupaten Garut Gelar Pelatihan Protokoler Demi Meningkatkan Profesionalisme
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Garut resmi melantik 11 kepala sekolah dan madrasah di awal tahun ajaran baru. Prosesi pelantikan berlangsung dI Gedung Dakwah, meliputi sejumlah sekolah seperti SMP Muhammadiyah Tarogong, SMP Muhammadiyah Pakenjeng, SMP Al Falah Muhammadiyah Talegong, hingga MI Muhammadiyah Leuwigoong.

Pendidikan

11 Kepala Sekolah Muhammadiyah di Garut Resmi Dilantik, Ini Pesan Pentingnya!
Bupati Garut, Rudy Gunawan, meninjau secara langsung pelaksanaan Gebyar Pangan Murah digelar di Halaman Kantor DKP Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (26/06/2023).

Pendidikan

DKP Garut Gelar GPM Serentak dengan 290 Titik Lainnya se-Indonesia
error: Content is protected !!