PENA GARUT.COM-Tim dosen dan mahasiswa dari STIKes Karsa Husada Garut memperkenalkan inovasi hasil penelitian berupa produk perawatan luka ulkus diabetik bernama Ulcumed, yang terbuat dari kombinasi bahan alam lidah buaya dan gula aren. Produk ini dipaparkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, dengan dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek RI Tahun Anggaran 2025.Kamis(18/09/2025)
Ketua tim pelaksana, Zahara Farhan, S.Kep., Ners., M.Kep, menjelaskan bahwa Ulcumed dirancang sebagai media perawatan luka ulkus diabetik dengan kandungan alami yang terbukti mempercepat proses penyembuhan.
“Keunggulan Ulcumed ini ada pada kandungannya. Terdapat vitamin A, vitamin C, riboflavin, serta memiliki efek antimikroba, antiradang, dan antiseptik. Semua pasien yang dirawat dengan Ulcumed menunjukkan perbaikan signifikan pada luka ulkus mereka,” ujar H.Farhan
Program ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, melainkan juga diikuti dengan demonstrasi perawatan ulkus diabetik menggunakan Ulcumed, kunjungan langsung ke pasien, serta monitoring dan evaluasi perkembangan luka. Tim dosen yang terlibat berjumlah empat orang, yaitu Devi Ratnasari,, S.Kep., Ners., M.Kep (Anggota Tim) ,Dr. Apt. Dani Sujana, S.Farm., M.Farm (Anggota Tim) ,Asisten penelitian: Buyung Reza Muhammad, S.Kep.Ns.,M.Kep dan Dua mahasiswa keperawatan
Selain itu, para kader kesehatan di Desa Wanaraja juga dilibatkan sebagai garda terdepan.
“Kami akan membagikan produk Ulcumed dan alat perawatan luka secara gratis kepada sembilan RW di Desa Wanaraja. Harapannya, kader bisa langsung membantu masyarakat, khususnya pasien diabetes yang mengalami ulkus,” tambah Farhan.
Pemilihan Desa Wanaraja sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dan pengalaman lapangan saat kegiatan KKN sebelumnya, desa ini memiliki angka kasus diabetes dengan komplikasi ulkus yang cukup tinggi di Kabupaten Garut.
Dengan adanya Ulcumed, tim berharap masyarakat bisa merasakan langsung manfaat produk penelitian ini, sekaligus mendorong hilirisasi inovasi kesehatan dari kampus untuk kesejahteraan masyarakat.(San)















