PENA GARUT.COM– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Tokoh Agama, Pemerintah dan Media dalam Mewujudkan Kondusifitas Umat Beragama”, sebagai upaya memperkuat sinergitas lintas sektor dalam menjaga harmoni dan kedamaian di Kabupaten Garut.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai unsur tokoh agama,Badan Kesbangpol Kabupaten Garut, Kementerian Agama Garut, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Viktor John Rantung, Ketua FKDM Garut Imam Solahudin S.Ag, Ketua FKKG Welman Butar,ormas keagamaan, dan insan media ini menjadi ajang penting memperkuat komunikasi lintas iman serta memperluas jejaring kolaborasi.
Ketua FKUB Kabupaten Garut, H. Maman Suryaman, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjaga kerukunan umat beragama bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kerukunan itu bukan hadiah, melainkan hasil dari kesadaran kolektif. Kita semua memiliki peran untuk terus menumbuhkan sikap toleran dan saling menghargai,” ujar H. Maman Suryaman kepada wartawan. Sabtu(25/10/2025)
Menurutnya, FGD ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar-pihak, sekaligus menggali solusi nyata terhadap tantangan keberagaman di era digital yang seringkali memunculkan disinformasi dan polarisasi sosial.
“Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang dialog yang produktif. Di sini kita bisa berbagi gagasan, memperdalam pemahaman lintas agama, dan membangun jejaring komunikasi antara tokoh agama, pemerintah, serta media,” ungkapnya.
H. Maman menegaskan bahwa tiga elemen — tokoh agama, pemerintah, dan media — harus bersatu dalam visi yang sama: menjaga kedamaian dan memperkuat semangat kebersamaan.
“Tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan nilai-nilai kasih dan toleransi. Pemerintah harus memastikan setiap warga mendapat perlakuan yang adil dalam beribadah. Sedangkan media punya peran strategis membangun narasi positif yang menyejukkan,” jelasnya.
Dalam wawancara singkatnya,Ketua FKUB H.Maman juga menyoroti peran penting media sebagai mitra sosial dalam menjaga harmoni umat.
“Media jangan hanya menjadi penyampai berita, tapi juga penanam nilai. Informasi yang menyejukkan dapat menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus menanamkan semangat “silih asih, silih asah, silih asuh”, yang menjadi filosofi kearifan lokal masyarakat Sunda dalam membangun solidaritas dan kebersamaan.
“Kami percaya, Garut yang hebat, bermartabat, dan kondusif hanya bisa diwujudkan jika semua elemen — agama, pemerintah, dan media — bersinergi dalam satu semangat: menjaga persatuan dan memperkuat kemanusiaan,” pungkas H. Maman.
FGD yang diinisiasi FKUB Garut ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan komitmen nyata untuk memperkuat persaudaraan lintas iman dan mewujudkan Garut yang damai, rukun, dan penuh toleransi.(San)















