PENA GARUT.COM– Seminar Nasional yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-XVII STIKES Karsa Husada Garut berhasil menarik perhatian publik dengan partisipasi yang luar biasa baik secara daring maupun luring. Acara ini menghadirkan tema sentral “Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045,” yang dinilai sangat relevan dengan isu-isu kesehatan terkini di Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI), sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., mengapresiasi pemilihan topik seminar ini.
Menurutnya, seminar ini sejalan dengan upaya pencegahan masalah kesehatan sejak dini, serta mendukung rencana pengembangan STIKES Karsa Husada menjadi institut yang lebih komprehensif. Salah satu langkah penting dalam pengembangan ini adalah penambahan program studi Gizi.
“Saya sangat mendukung rencana pembentukan program studi Gizi di STIKES Karsa Husada. Kami berharap pada tahun depan pengiriman mahasiswa untuk program studi ini sudah bisa dimulai, bersamaan dengan program studi lain seperti Farmasi, Kebidanan, dan Keperawatan,” ujar Prof. Hardinsyah.Kamis (22/08/2024).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kerjasama intra-profesional dalam bidang kesehatan.
“Dalam menangani pasien, tidak hanya dokter yang terlibat, tapi juga perawat, bidan, ahli gizi, dan apoteker. Program studi Gizi ini akan semakin melengkapi tenaga kesehatan yang ada, terutama dengan adanya program makan bergizi gratis dari Presiden baru kita yang rencananya akan dimulai tahun depan,” jelasnya.
Program makan bergizi gratis ini, menurut Prof. Hardinsyah, akan menargetkan anak sekolah, kelompok yang selama ini belum mendapatkan perhatian luas dalam program-program gizi di Indonesia.
“Bayangkan jika program ini berhasil menjangkau puluhan juta anak sekolah di seluruh Indonesia, dibutuhkan tenaga gizi yang cukup untuk mendukungnya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini baru sekitar 70 persen puskesmas di Indonesia yang memiliki tenaga gizi, sehingga masih ada peluang besar bagi lulusan program studi Gizi untuk berkontribusi di sektor kesehatan.(San)















