PENA GARUT.COM – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat, Endang Saepudin, di Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, tidak hanya menjadi ajang penyerapan aspirasi, tetapi juga diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat.
Dalam reses masa sidang II tahun 2026 yang sekaligus menjadi hari terakhir rangkaian kegiatannya, Endang Saepudin menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang mengalami keterbatasan fisik dan sangat membutuhkan alat bantu mobilitas.
Endang menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat Desa Cigadog dalam mengikuti kegiatan reses tersebut. Menurutnya, berbagai aspirasi dan usulan disampaikan langsung oleh warga sebagai gambaran kebutuhan riil di lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini saya melaksanakan reses terakhir masa sidang II tahun 2026 di Desa Cigadog. Respons masyarakat sangat baik, banyak usulan yang disampaikan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga,” ujar Endang Saepudin.Saat di wawancara usai kegiatan reses,Senin(26/01/2026)
Ia menjelaskan, salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga adalah terkait ketersediaan sarana air bersih. Selain itu, kondisi Jalan Raya Cigadog juga menjadi perhatian serius masyarakat karena dinilai membutuhkan penanganan dan perbaikan.
“Aspirasi yang paling banyak disampaikan di antaranya soal air bersih dan kondisi Jalan Raya Cigadog. Mudah-mudahan apa yang disampaikan warga bisa saya tampung dan saya perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
Tak hanya menyerap aspirasi, Endang Saepudin juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan bantuan kursi roda kepada seorang warga yang tidak dapat berjalan akibat keterbatasan fisik. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga penerima.
“Bantuan kursi roda ini berasal dari kepedulian bersama, termasuk dorongan dari pengurus Partai Demokrat di tingkat kecamatan. Ada warga yang benar-benar membutuhkan karena tidak bisa berjalan, sehingga sangat berharap adanya bantuan kursi roda,” jelas Endang.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidupnya.
“Mudah-mudahan kursi roda ini bermanfaat dan bisa digunakan sebagai alat bantu transportasi pribadi dalam beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan reses ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan.
“Reses ini bukan hanya soal menyerap aspirasi, tapi juga bagaimana kita bisa langsung hadir dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.”(San)















