Home / Pemerintahan

Senin, 24 April 2023 - 17:42 WIB

Kunjungan Wisatawan ke Pantai Sayangheulang Naik 20% dibanding Libur Lebaran Tahun Lalu

Penampakan Pantai Sayangheulang yang berlokasi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Minggu (23/04/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut).

Penampakan Pantai Sayangheulang yang berlokasi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Minggu (23/04/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut).

PENA GARUT – Memasuki masa libur hari idulfitri 1444 Hijriah, beberapa destinasi wisata di Kabupaten Garut, mulai didatangi para wisatawan baik yang berasal dari dalam kota maupun dari luar kota. Salah satu tempat wisata yang “diserbu” para wisatawan adalah Pantai Sayangheulang yang berlokasi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pariwisata Pantai Sayangheulang, Santolo, dan Rancabuaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Ate Sutanto, jika kenaikan jumlah kunjungan ke pantai-pantai yang ada di Garut bagian selatan, khususnya ke Pantai Sayangheulang memang sudah diprediksi sejak awal.

Bahkan, imbuh Ate, di hari ke 2 Idulfitri 1444 Hijriah, ada peningkatan 20% pengunjung dibanding libur lebaran tahun kemarin, dengan jumlah wisatawan kurang lebih berada di angka 3 ribu sampai 5 ribu pengunjung. Meski begitu, ia menegaskan jika kondisi di lokasi wisata berjalan aman dan terkendali.

“Untuk pengunjung itu sekarang variatif ya dari mulai lokal (seperti) Garut, Bandung, sampai Jakarta juga ada, saya lihat plat-plat A juga dari Banten juga ada, saya juga tadi melihat plat AB dari Yogyakarta juga ada, (jadi) variatif,” ujar Atesast ditemui di Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Minggu (23/04/2023).

Ia mengungkapkan jika sebelumnya dalam rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, pihaknya diperintahkan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama dalam pengaturan lalulintas parkir. Sehingga, guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa kantong parkir di sekitaran lokasi wisata.

“Kami sudah menyiapkan kantong parkir sekiranya di dalam sudah terjadi kemacetan, maka kita sudah menyiapkan kantong parkir yang diantisipasi untuk menampung jumlah pengunjung yang memang di luar dugaan gitukan, dan itu kita sudah siapkan ya,” ungkapnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor Satbrimob Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Kompol Iyus Ali Yusuf, menuturkan, Batalyon D bertugas untuk mengamankan beberapa pantai laut selatan, mulai dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasik, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, hingga Kabupaten Pangandaran. Guna menunjang pengamanan di beberapa lokasi tadi, pihaknya mendirikan 14 pos brimob dengan tiap pos berisi 10 personil.

Ia menerangkan, berdasarkan laporan dari tim di tiap pos, kondisi pengamanan yang dilaksanakan oleh pihaknya terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan nyaman.

“Dan para pemudik maupun yang melaksanakan silaturahmi dengan keluarganya baik berwisata ke daerah pantai selatan, mereka dapat terlaksana dan melaksanakan kegiatan liburan maupun silaturahmi dengan kondisi aman, nyaman, dan lancar,” tuturnya.

Iyus menambahkan, jika saat ini tidak ada perparkiran yang dilaksanakan oleh preman, semuanya sudah terkondisi dengan baik, berkat kerja sama pihaknya dengan dinas pariwisata yang ada masing-masing lokasi pengamanan.

“Jadi tidak ada preman-preman yang menguasai parkiran tidak ada sudah kami amankan semua, kalau terjadi premanisme yang ada di sekitar sini, kita akan amankan, kemudian kita serahkan ke Polsek setempat yang ada di wilayah,” kata Kompol Iyus.

Di tempat yang sama, salah seorang pengunjung dari Bandung, Lusi (28), menuturkan, jika dirinya datang ke Kabupaten Garut dengan tujuan mudik ke daerah Kecamatan Cikajang, sekaligus berlibur ke Pantai Sayangheulang.

Ia mengatakan, perjalanannya dari Bandung terbilang lancar, walaupun dirinya sempat tersendat di daerah maktal (Garut Kota). Meskipun begitu, dari Maktal hingga Pantai Sayangheulang arus lalulintas berjalan lancar.

“Tadi berangkat dari Bandung, terus ke Cikajang lalu langsung ke sini, (berangkat dari Cikajang) jam 7 kalo nggak salah nyampe ke sini jam 9.30,” ujar Lusi.

Menurutnya, kondisi Pantai Sayangheulang saat ini sudah lebih bagus dari sebelumnya. Terlebih, dirinya sudah 3 tahun tidak datang ke Pantai Sayangheulang.

“(Sayangheulang sekarang) lebih bagus, soalnya sudah 3 tahun yang lalu saya ke sini lebih bagus, tempat penginapannya lebih bagus dari sebelumnya lah. (Harapannya) lebih dirawat lagi biar makin jadi tambah bagus,” harapnya.

Pengunjung lain yang berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Ipan (31), menuturkan alasan dirinya bersama keluarga datang ke Pantai Sayangheulang, karena memiliki panorama pantai yang bagus, dengan harga tiket yang terjangkau.

Ia mengungkapkan jika dirinya berangkat sekitar pukul 2 dinihari dan sampai di Pantai Sayangheulang pukul 5 shubuh.

Ipan menerangkan jika perjalanan berjalan lancar, namun dirinya menemui beberapa kendala khususnya terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di area Gunung Gelap.

“Kalau jarak dekat cuman medannya lika-liku, 90% jalan bagus tinggal 10%nan di Gunung Gelap jelek, yang menjadi hambatan itu masih kurang lampu PJU penerangan, itu sih cuman PJU doang. Ya kan kalau Gunung Gelap itu wilayah hutan, jadi kalau nggak ada PJU, nggak dibantu sama lampu PJU agak sulit juga,” tandasnya.

Ia berharap Pantai Sayangheulang bisa terus dirawat dan juga pengelolaan sampah bisa terus diperbaiki.

 

Share :

Baca Juga

Polres Garut melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Garut. 

Pemerintahan

Sabu dalam Bungkus Rokok! Dua Pengedar Diciduk Satres Narkoba Polres Garut
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut bersama anggota DPRD Garut dari Fraksi PKB, Ihat Solihat, bergerak cepat meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir di Kampung Samanggen, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.Minggu(07/12/2025)foto (Ihsan)

Pemerintahan

PKB Garut Gerak Cepat Kunjungi Korban Banjir di Samanggen dan Intruksikan Anggota fraksi PKB Di Dapilnya Masing masing Untuk Cepat Tanggap Ketika Ada Bencana
Garut, 16 September 2024 – Sebuah pencapaian membanggakan datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut. Sebanyak 717 unit Coir Shade hasil karya warga binaan resmi diberangkatkan ke Prancis. Tidak hanya menjadi prestasi ekspor, langkah ini juga menandai dukungan nyata terhadap program hilirisasi kelapa yang tengah digencarkan pemerintah.

Pemerintahan

Ekspor 717 Coir Shade, Lapas Garut Jadi Motor Hilirisasi Kelapa Nasional
Dalam rangka memberantas peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polsek Limbangan, Polres Garut melalui Polsek Limbangan menggelar operasi dengan sasaran utama pada warung dan kios yang diduga menjual miras dan obat-obatan terlarang. Rabu (09/04/2025).

Pemerintahan

Polsek Limbangan Gelar Operasi Peredaran Miras dan Obat Terlarang, Amankan 54 Botol Miras Ciu di Warung Kios Ilegal
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam agenda Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Lapas Garut resmi dinobatkan sebagai peringkat pertama Unit Pelaksana Teknis dengan kegiatan industri terbaik di lingkungan Ditjenpas Jawa Barat.

Pemerintahan

Lapas Garut Borong Prestasi! Dinobatkan Terbaik se-Jawa Barat di Kegiatan Industri
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, memberikan keterangan terkait penanganan bayi yang alami gagal tumbuh, di RSUD dr. Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (27/4/2023). (Foto: Moch Ahdiansyah/ Ilham Kautsar Prawira/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Pemkab Garut Siap Jamin Bayi Terdiagnosa Gagal Tumbuh Asal Kecamatan Selaawi
Agenda reses masa sidang kedua tahun 2026 yang dilaksanakan anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Demokrat berlangsung dengan antusiasme tinggi. Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/01/2026) tersebut dipusatkan di Desa Sindangmekar dan dihadiri sekitar 150 peserta dari tiga kecamatan, yakni Garut Kota, Karangpawitan, dan Wanaraja.

Pemerintahan

Antusias Warga Tinggi, Reses DPRD Garut Fraksi Demokrat Bahas Infrastruktur Mendesak
Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi S.H., M.M., bersama Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M., menghadiri acara pemberian kompensasi biaya operasional bagi tukang andong dan becak yang terdampak selama arus mudik dan balik Lebaran 2025/1446 H yang dilaksanakan di Aula Mumun Surachman, Polres Garut.

Pemerintahan

Gubernur Jawa Barat berikan Kompensasi Biaya Operasional untuk Tukang Andong dan Becak Selama Arus Mudik Lebaran 2025
error: Content is protected !!