PENA GARUT.COM — Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut menggelar Sidang Terbuka Wisuda ke-22 dengan penuh khidmat dan semangat optimisme. Sebanyak 64 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai sarjana dari berbagai program studi yang tersebar di tiga fakultas.acara Wisuda tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.Sabtu (18/04/2026)
Adapun lulusan tersebut berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan Program Studi Ekonomi Syariah, serta Fakultas Dakwah dan Ushuluddin dengan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dan Studi Agama-Agama.
Ketua Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut, Dr. Ujang Burhanudin, M.E.Sy., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru di kehidupan nyata.
“Hari ini adalah garis finis dari satu perjalanan, namun sekaligus menjadi garis start bagi perjalanan yang jauh lebih menantang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan visi besar institusi dalam meningkatkan status menjadi universitas. Menurutnya, transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nama, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap IMDA Garut dapat beralih bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Garut, dan pada akhirnya menjadi perguruan tinggi terkemuka yang konsisten memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ujang juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun sinergi dalam mendukung kemajuan daerah.
“Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut serta seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama memperkuat ekosistem inovasi dan pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing bangsa,” tambahnya.
Pesan penting juga disampaikan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kehidupan.
“Masa depan bukan hanya tentang kesuksesan duniawi, tetapi bagaimana menjaga integritas Islami. Kejujuran, amanah, dan tanggung jawab adalah fondasi utama keberhasilan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus diamalkan dengan penuh dedikasi dan komitmen tinggi.
“Profesional excellence berarti bekerja dengan disiplin, dedikasi, dan selalu memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan konsep investasi sumber daya manusia sebagaimana dikemukakan oleh Schultz, bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas individu dan kemampuan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Di akhir sambutannya, ia memberikan motivasi kepada para lulusan untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berintegritas tinggi. Jangan puas dengan standar rata-rata,” pesannya.
Momentum wisuda ini juga menjadi kebanggaan bagi orang tua dan keluarga wisudawan yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan putra-putrinya.
Dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak, para lulusan IMDA Garut diharapkan mampu bersaing di era global serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Garut Hebat, Jawa Barat Istimewa, dan Indonesia Emas.















