PENAGARUT.COM, GARUT KOTA – SMP Negeri 2 Garut, bekerja sama dengan Al Malik Travel Umroh dan Haji, menggelar sebuah acara literasi yang bernuansa seru dan bermanfaat, yang dikenal dengan nama “Literasik atau Literasi Asyik.”
Acara ini bertempat di SMPN 2 Garut, yang berlokasi di Jalan A. Yani Nomor 43, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut pada Rabu, 30 Agustus 2023.
Dengan mengusung tema besar “Mudanesia: Penanaman Nasionalisme untuk Anak Muda,” kegiatan ini berhasil menyatukan pelajar-pelajar untuk membahas pentingnya nasionalisme di tengah era modern yang penuh tantangan.
Ustadz Anggi Gumelar, Pemateri dari Al Malik Travel Umroh dan Haji Garut, dalam pembahasannya menyatakan betapa luar biasanya bonus demografi yang dimiliki Indonesia pada tahun 2024.
Lebih dari 72% penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, dan Anggi menyebutnya sebagai peluang emas untuk memajukan negara dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Kita harus memanfaatkan peluang Bonus Demografi ini dengan bijak, sebagaimana yang dilakukan oleh negara-negara seperti Jepang dan Korea. Namun, kita perlu memahami bahwa pertumbuhan teknologi dan ekonomi saja tidak cukup,” ujarnya.
Ustadz Anggi menekankan bahwa salah satu langkah penting untuk mencapai generasi emas tahun 2045 adalah dengan meningkatkan kegiatan positif seperti literasi.
Literasi bukan hanya mengenai pemahaman pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan nasionalisme pada generasi muda.
“Melalui literasi, kita ingin melahirkan generasi yang mencintai tanah air, berprestasi, dan beradab,” tegasnya.
Selain itu, Ustadz Anggi menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keimanan dalam mewujudkan generasi emas. Indonesia memiliki kekayaan nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi landasan kuat untuk membangun nasionalisme.
Dengan suksesnya acara “Literasik atau Literasi Asyik,” SMP Negeri 2 Garut dan Al Malik Travel Umroh dan Haji telah memberikan wadah berharga bagi generasi muda untuk mendalami nilai-nilai nasionalisme.
Harapannya, semakin banyak acara semacam ini akan tersebar luas dan memberikan dampak positif bagi masa depan Indonesia yang gemilang.
Kepala SMP Negeri 2 Garut, Darsono, SPd, MPd, mengapresiasi kerjasama antara sekolah dan Al Malik Travel Umroh dan Haji dalam kegiatan literasi yang diberi nama “Literasik” atau Literasi Asyik.
“Kerjasama ini adalah berkah. Kami berterima kasih bahwa SMPN 2 Garut dapat bekerja sama dengan Al Malik dalam menggalakkan literasi, terutama literasi religi yang sejalan dengan fokus religiusitas yang menjadi fokus utama Al Malik,” ujarnya.
Darsono menjelaskan bahwa kolaborasi antara SMPN 2 Garut dan Al Malik telah berlangsung lama, terutama dalam hal literasi religi.
Namun, kini kolaborasi tersebut meluas ke ranah literasi musik, terutama dalam genre musik religi seperti nasyid. Rencananya, akan dibentuk grup akapela untuk para siswa di SMPN 2 Garut.
“Mudah-mudahan rencana ini dapat terwujud dan berkaitan dengan upaya Al Malik di SMPN 2 Garut, kami sepenuhnya mendukung perkembangan beragam jenis literasi di kalangan siswa,” ujarnya.
Darsono menegaskan bahwa literasi di SMP 2 tidak hanya terbatas pada literasi sastra atau literasi baca-tulis.
Sekolah juga telah menyelenggarakan literasi finansial bekerja sama dengan Bank BRI untuk mengajarkan siswa tentang finansial modern dan penggunaan metode non-tunai.
Lebih lanjut, Darsono berbicara tentang rencana literasi budaya dan literasi penanggulangan bencana di masa depan. SMPN 2 Garut berencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, khususnya melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dalam program-program literasi.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan berbagai bentuk literasi, bukan hanya literasi baca tulis, setiap hari Rabu kepada para siswa,” kata Darsono.
Kegiatan literasi rutin di SMPN 2 Garut diadakan setiap hari Rabu pada jam pelajaran pertama, mulai pukul 7:00 pagi hingga 8:00 pagi. Ada juga rencana untuk melaksanakan kegiatan literasi tambahan pada hari Jumat, terutama dalam bentuk sholat dhuha.
Darsono menyadari bahwa literasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa untuk masa depan. Pendidikan bukan hanya tentang menghadapi kenyataan saat ini, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Kami harus memberikan siswa pemahaman yang mendalam tentang permasalahan yang mungkin akan mereka hadapi di masa depan. Literasi adalah bekal yang berharga bagi mereka,” paparnya.
Ia berharap kerjasama dengan Al Malik tidak hanya terbatas pada segmen literasi yang telah ada, seperti tausiah dan wisata religi.
“Kami berharap kerjasama ini akan membuka pintu bagi pengembangan ide dan kerohanian siswa serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.***















