PENA GARUT.COM — Polres Garut mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 yang digelar di berbagai titik sepanjang wilayah Kabupaten Garut. Dalam operasi yang berlangsung pada 17–30 November 2025 tersebut, sebanyak 3.186 pelanggar berhasil ditindak. Dari jumlah itu, 338 pengendara dijatuhi sanksi tilang, sementara 2.848 lainnya diberikan teguran. Data tersebut dirilis pada Senin (1/12/2025).
Kasat Lantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, mengungkapkan bahwa pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh pengendara sepeda motor.
“Pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah melewati lampu merah, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, hingga penggunaan pelat nomor palsu,” jelasnya.
Tidak hanya sepeda motor, sejumlah pengendara mobil juga terjaring dalam operasi tersebut. Menurut Iptu Aang, pelanggaran terbanyak untuk roda empat masih serupa, terutama terkait ketidakpatuhan terhadap lampu lalu lintas di persimpangan utama di Kabupaten Garut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2025 tidak hanya fokus pada penindakan semata, melainkan juga pada upaya edukasi.
“Operasi ini bukan hanya tentang penindakan, tetapi bagaimana kami memberikan edukasi dan imbauan tentang pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama. Kami melaksanakan kegiatan preemtif, edukasi, penyuluhan, hingga penyebaran pamflet di sejumlah titik strategis,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi dilakukan di persimpangan traffic light, pusat keramaian, hingga sekolah-sekolah melalui program Police Goes to School sebagai bentuk pencegahan dini terhadap meningkatnya jumlah pengendara muda yang kerap abai terhadap aturan.
Operasi Zebra Lodaya 2025 di Polres Garut melibatkan total 150 personel gabungan. Pelaksanaan operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya menjelang masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Di akhir keterangannya, Polres Garut kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam berlalu lintas.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Iptu Rita.















