Home / Pemerintahan

Senin, 5 Mei 2025 - 14:08 WIB

Kesbangpol Garut Soroti Isu Kesetaraan Gender dalam Musda Pemudi PERSIS, Tekankan Peran Perempuan Berkhidmat pada Jam’iyyah

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Garut, di Aula PD PERSIS Garut, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Minggu (04/05/2025).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Garut, di Aula PD PERSIS Garut, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Minggu (04/05/2025).

PENA GARUT.COM– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Pimpinan Daerah (PD) Pemudi Persatuan Islam (PERSIS) Garut. Acara yang bertemakan “Menguatkan Peran Pemudi PERSIS Sebagai Al-Mar’atu Ash Sholihah yang Berkhidmat pada Jamiyyah” ini berlangsung di Aula PD PERSIS Garut, Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Minggu (04/05/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Garut, Nurrodhin, membahas beberapa persoalan yang muncul di kalangan perempuan, salah satunya adalah isu kesetaraan gender. Ia menyampaikan bahwa keinginan untuk menyetarakan antara laki-laki dan perempuan diperbolehkan dalam aspek sosial dan ekonomi, namun tidak dalam hal hakikat penciptaan.

“Allah itu menciptakan manusia berbeda jenis laki-laki dan perempuan dan tidak bisa di situasinya diambil oleh semua,” tegas Nurrodhin.

Nurrodhin menambahkan bahwa kesetaraan gender yang dimaksud adalah kesamaan dalam kehidupan sosial, ekonomi, serta kesempatan yang dimiliki. Contohnya, pada masa penjajahan perempuan tidak diperbolehkan bersekolah tinggi, namun saat ini perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin sesuai dengan kemampuannya.

“Sehingga kita menangani apa itu kesetaraan gender artinya peran perempuan dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi dan sebagainya termasuk budaya kita harus dalam posisi yang menyetarakan diri sesuai dengan kemampuan. Bahwa kaum perempuan pun memiliki kemampuan seperti kaum laki-laki,” jelasnya.

Nurrodhin juga mengingatkan akan adanya disrupsi di berbagai bidang yang harus diikuti dan dipahami agar tidak tertinggal. Ia menekankan bahwa meskipun perempuan diciptakan setara dengan laki-laki dalam kadar dan takaran, hakikatnya keduanya memiliki perbedaan.

“Kita kejar setinggi-tingginya apa yang menjadi hasrat kita namun jangan melupakan hakikat kita sebagai makhluk ciptaan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemudi PERSIS Kabupaten Garut, Anggi Rahmayani, menjelaskan bahwa Musda ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali sebagai momentum pergantian kepemimpinan.

Tema Musda kali ini menekankan peran Pemudi PERSIS tidak hanya sebagai anggota organisasi, tetapi juga sebagai Al-Mar’atu Ash Sholihah (perempuan sholehah) yang berkhidmat kepada Jam’iyyah (organisasi).

Anggi Rahmayani juga menyampaikan apresiasi atas pemaparan materi dari Kepala Badan Kesbangpol mengenai penguatan ekonomi perempuan. Menurutnya, perempuan harus mandiri secara ekonomi.

“Berdasarkan pemaparan materi dari Kepala Badan Kesbangpol mengenai penguatan ekonomi, jadi kita ini sebagai perempuan itu harus mandiri dari segi ekonomi. Pemaparan dari Pak Nurrodhin menyatakan pihaknya mendukung pemberdayaan perempuan. Bahwa dimana perempuan itu memang harus mandiri dari segi ekonomi dan dalam segi apapun itu,” ujarnya.

Ia berharap Musda ini berjalan lancar dan menghasilkan ketua baru yang lebih baik, mampu membawa Pemudi PERSIS semakin maju, mempererat kerja sama dengan pemerintah, serta merangkul lebih banyak perempuan di Kabupaten Garut.

Anggi Rahmayani mengajak seluruh perempuan untuk bergabung dengan Pemudi PERSIS sebagai wadah yang tepat untuk mengembangkan bakat, minat, dan intelektualitas, tidak hanya dalam bidang dakwah, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi.

“Jadi Pemudi PERSIS merupakan wadah yang tepat untuk para perempuan dalam mengali bakat, mengasah minat dan melebarkan intelektual,” pungkasnya.

Musyawarah Daerah ke-VII PD Pemudi PERSIS Garut ini diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang semakin menguatkan peran perempuan dalam organisasi dan masyarakat, selaras dengan nilai-nilai Islam dan kemajuan zaman.

Share :

Baca Juga

Aparat Kecamatan Wanaraja dibantu warga membersihkan material serta saluran air yang tersumbat di Kampung Tegalgede RT 1 RW 15 dan Kampung Ciamah, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja, Senin (11/11/2024).

Pemerintahan

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Sindangratu, Garut
Dalam upaya membangun kerukunan antarumat beragama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menggelar dialog persahabatan dengan tema “Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Pilkada 2024 yang Bermartabat dengan Berwawasan Keragaman.” Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan toleransi,Rabu (30/10/2024).

Pemerintahan

Dialog Kebangsaan FKUB Garut Bahas Peran Umat Beragama dalam Mewujudkan Pilkada 2024 yang Bermartabat
Dalam rangka mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polres Garut menggelar Apel Kesiapan Pengamanan di Lapangan Apel Mapolres Garut, Kamis (01/05/2025).

Pemerintahan

Kapolres Garut Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan May Day 2025
Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan keterangan terkait kasus difteri seusai mengikuti acara HPSN Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Garut, di Kantor DLH Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Pemkab Garut Tetapkan Kasus Difteri sebagai KLB di Kabupaten Garut
Produk tirai berbahan sabut kelapa hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Garut kini resmi menembus pasar internasional. Tak hanya Spanyol, produk bernama coir shade ini juga telah diekspor ke Prancis, Belgia, hingga Amerika Serikat.

Pemerintahan

Lapas Garut Sukses Ekspor Tirai Sabut Kelapa, Tembus Eropa hingga Amerika
Bupati Garut, Rudy Gunawan menjadi salah satu pembicara dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta Convention Center (JCC), Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kamis (23/2/2023). (Foto: Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Bupati Garut Jadi Pembicara Dalam Rakernas Kemenkes RI
Aksi balap liar kembali meresahkan warga Kabupaten Garut. Kali ini, kegiatan ilegal tersebut terjadi di Jalan Sawah Lega, Kecamatan Pangatikan, pada Minggu (01/03/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Pemerintahan

Jalan Sawah Lega Jadi Arena Balap Liar, Polsek Wanaraja Amankan Lima Motor Tanpa Surat
Ema Suranta, nasabah PNM Mekaar meraih penghargaan pada ajang Mata Lokal Award 2025 untuk sub-kategori Local Ace in Organic Waste Transformation. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, dalam gelaran Mata Lokal Fest 2025 yang berlangsung pada Kamis, 8 Mei 2025, di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Pemerintahan

Nasabah PNM Mekaar Raih Penghargaan Mata Lokal Award 2025.
error: Content is protected !!