PENAGARUT.COM – Roni Nurjaman, SPdI, Ketua Ikatan Alumni Staida Muhammadiyah Garut (IKASDAM), mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat atau PWM JABAR untuk segera melantik pimpinan terpilih.
Hal ini, agar menghentikan kekisruhan dan menjaga amanat konstitusi warga Muhammadiyah Kabupaten Garut.
“Jangan sampai terjadi penyelewengan hasil Musyda / Inkonstitusional, Pelanggaran AD/ ART Muhammadiyah,”Katanya saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Banyuresmi, Selasa (21/6/2023).
Roni menyatakan bahwa Musyda tersebut telah selesai dan sah sesuai dengan aturan Muhammadiyah. Namun, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap upaya baru yang ingin menggagalkan keputusan musyawarah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hasil musyawarah telah disepakati secara sah dan hanya perlu dilanjutkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat.
Namun, ia merasa khawatir karena proses pelantikan dan pembuatan Surat Keputusan (SK) hasil musyawarah tersebut berlarut-larut.
“Terlalu lama penetapan hasil keputusan musyawarah sampai hari ini sudah satu bulan,” ujarnya.
Roni juga khawatir bahwa adanya keterlambatan dalam pelantikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah bisa dimanfaatkan untuk melakukan manuver politik yang dapat mencoreng proses musyawarah.
Ia menilai bahwa musyawarah yang dilakukan oleh Muhammadiyah Garut sangat Islami dan sesuai dengan karakter Muhammadiyah.
“Jika ada perubahan hasil musyawarah, itu menjadi pertanyaan besar bagi saya sebagai alumni Staida,” ungkap Roni.
Roni berharap agar pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Barat segera melantik hasil musyawarah ke XIV Muhammadiyah Garut, tanpa ada campur tangan politik.
“Dalam Muhammadiyah, semua berhak memilih dan dipilih, dan tidak ada calon. Ini sesuai dengan sunnah Rasul. Saya yakin pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Barat sudah tidak bisa terpengaruh lagi dan harus segera melaksanakan SK,” tegas Roni.
Maka dari itu Roni juga berencana untuk berkomunikasi langsung dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah guna mencari pemecahan terkait alasan keterlambatan dalam pelantikan hasil musyawarah tersebut.
“Kami akan mendatangi PWM dan PP Muhammadiyah untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Jika memang ada rangkap jabatan, itu bukan masalah. Contohnya, di wilayah Muhammadiyah lain juga terjadi,” katanya.
Roni mendorong agar PWM Jawa Barat segera melantik hasil Musyda ke XIV Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut.***















