PENA GARIT.COM — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam agenda Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Lapas Garut resmi dinobatkan sebagai peringkat pertama Unit Pelaksana Teknis dengan kegiatan industri terbaik di lingkungan Ditjenpas Jawa Barat.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keseriusan Lapas Garut dalam mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor industri yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi kualitas. Program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Beragam kegiatan industri yang dijalankan di Lapas Garut telah mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Proses pembinaan ini menjadi ruang transformasi, di mana warga binaan diberi kesempatan untuk belajar, berkarya, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh jajaran, dukungan mitra kerja, serta sinergi yang solid dengan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Ini bukan akhir perjalanan, justru menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kemitraan, dan melahirkan lebih banyak warga binaan yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Garut.Selasa (29/12/2025)
Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan saat ini harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Menurutnya, lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang harapan dan pembentukan masa depan.
“Prestasi yang diraih Lapas Garut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi UPT Pemasyarakatan lainnya, bahwa dengan komitmen, inovasi, dan integritas, lembaga pemasyarakatan mampu berperan sebagai motor perubahan sosial dan ekonomi,”ujarnya
Dari balik tembok pemasyarakatan, Lapas Garut membuktikan bahwa karya terbaik tetap bisa lahir. Dari pembinaan tumbuh harapan, dari karya lahir masa depan.
“Penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan bahan bakar semangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan kemandirian warga binaan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Garut.














