Home / Pemerintahan

Selasa, 11 November 2025 - 18:19 WIB

Lapas Garut Jadi Teladan Nasional: Berhasil Turunkan Overkapasitas, Tingkatkan Kualitas Pembinaan

Di tengah persoalan klasik overkapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia, Lapas Kelas IIA Garut justru mencatatkan capaian gemilang. Bukan menumpuk, tetapi menata. Bukan sekadar mengurangi jumlah penghuni, tetapi memperbaiki kualitas hidup dan pembinaan warga binaan.

Di tengah persoalan klasik overkapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia, Lapas Kelas IIA Garut justru mencatatkan capaian gemilang. Bukan menumpuk, tetapi menata. Bukan sekadar mengurangi jumlah penghuni, tetapi memperbaiki kualitas hidup dan pembinaan warga binaan.

PENA GARUT.COM – Di tengah persoalan klasik overkapasitas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia, Lapas Kelas IIA Garut justru mencatatkan capaian gemilang. Bukan menumpuk, tetapi menata. Bukan sekadar mengurangi jumlah penghuni, tetapi memperbaiki kualitas hidup dan pembinaan warga binaan.

Sepanjang tahun 2025, Lapas Kelas IIA Garut berhasil menunjukkan bahwa manajemen pemasyarakatan yang rasional, manusiawi, dan berorientasi pada keamanan dapat berjalan berdampingan.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut (Kalapas) menjelaskan, tren penurunan hunian ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari sistem pengelolaan hak integrasi dan remisi yang terukur.

“Seluruh keputusan integrasi dan remisi dilakukan berbasis data, verifikasi hukum, serta penilaian perilaku. Tidak ada pemutihan, yang ada adalah penghargaan atas perubahan positif,” ujarnya.Selasa(11/11/2025).

Data Capaian 2025: Dari Remisi hingga Pembebasan Bersyarat

Dalam kurun waktu Januari–November 2025, Lapas Garut mencatat 1.880 keputusan pengurangan masa pidana melalui berbagai program remisi, di antaranya:

* Remisi Umum: 659 orang

*Remisi Keagamaan: 667 orang

*Remisi Dasawarsa: 554 orang

Selain itu, sebanyak 251 warga binaan telah dibebaskan melalui program integrasi, meliputi:

Pembebasan Bersyarat (PB): 210 orang

Cuti Bersyarat (CB): 40 orang

Cuti Menjelang Bebas (CMB): 1 orang

Bebas murni (habis masa pidana): 106 orang

Dari sisi dinamika penghuni, Lapas Garut menerima 299 narapidana baru, sementara yang keluar karena bebas, mutasi, atau integrasi mencapai 476 orang. Artinya, terjadi penurunan bersih 177 penghuni dalam setahun.

Kalapas menambahkan, “Turunnya jumlah penghuni bukan berarti kami menolak narapidana baru. Justru kami aktif menerima mutasi dari berbagai lapas di Priangan Timur bahkan dari luar daerah, termasuk Rutan Salemba Jakarta.”

Dari 800 Jadi 556 Penghuni: Bukti Nyata Pengelolaan Berbasis Hukum

.Pada puncak kepadatan, Lapas Garut sempat menampung sekitar 800 orang. Namun kini, jumlahnya stabil di angka 556 orang.

.Penurunan signifikan ini semakin bermakna karena di saat yang sama, 126 warga binaan masih menunggu pembebasan melalui program integrasi setelah dinyatakan memenuhi syarat administratif dan substantif oleh tim TPP.

Langkah strategis lain yang dilakukan yaitu pemindahan narapidana berisiko tinggi (high risk) ke lapas berkeamanan maksimum. Hal ini menjaga keseimbangan antara aspek pembinaan dan keamanan internal.

“Overkapasitas bukan takdir, tetapi tantangan manajerial. Kami berupaya menunjukkan bahwa dengan kerja berbasis data dan hukum, masalah ini bisa diatasi tanpa melanggar prinsip keadilan,” ujar Kalapas.

Dampak Nyata: Dari Pelayanan Hingga Pembinaan

Keberhasilan menurunkan hunian membawa efek domino positif dalam empat sektor utama:

Kualitas Pelayanan & Hak Dasar Meningkat

Dengan hunian lebih ideal, akses udara, cahaya, sanitasi, dan layanan kesehatan membaik. Distribusi makanan dan obat lebih tertib, sementara pelayanan administrasi lebih cepat.

Keamanan Lebih Terkendali

Jumlah penghuni yang lebih sedikit membuat pengawasan efektif, gangguan keamanan menurun, dan kontrol blok kembali sepenuhnya ke tangan petugas.

Pembinaan Lebih Terarah

Pendekatan pembinaan kini bersifat individual, memungkinkan petugas menilai kesiapan reintegrasi sosial berdasarkan profil dan perilaku warga binaan.

Lingkungan Pemasyarakatan Lebih Sehat

Dengan ruang gerak lebih luas dan sirkulasi udara yang baik, konflik sosial berkurang dan suasana pembinaan menjadi lebih kondusif.

Lapas Garut: Simbol Reformasi Pemasyarakatan

Keberhasilan Lapas Kelas IIA Garut ini menjadi contoh nyata bahwa reformasi pemasyarakatan bukan slogan, tetapi bisa diwujudkan.

Dengan manajemen berbasis data, ketaatan hukum, dan pembinaan berorientasi manusia, Lapas Garut berhasil menyeimbangkan keamanan dan kemanusiaan di tengah kompleksitas sistem pemasyarakatan.

“Ini adalah bukti bahwa pemasyarakatan bukan tempat menghukum, melainkan tempat membina. Kami berkomitmen melanjutkan transformasi ini secara berkelanjutan,” tutup Kalapas Garut.

Share :

Baca Juga

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan berkendara sejak usia dini. Melalui kegiatan Dikmas Lantas bertajuk “Polisi Sahabat Anak”, para anggota Satlantas mengajak puluhan anak-anak TK Muslimat NU untuk belajar tentang pentingnya tertib berlalu lintas dengan cara yang seru dan menyenangkan. Kegiatan ini digelar di Mako Polres Garut pada Senin (27/10/2025).

Pemerintahan

Polisi Sahabat Anak, Cara Polres Garut Tanamkan Disiplin Sejak Usia Dini
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Polres Garut dengan di dampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar. Kamis (22/5/2025).

Pemerintahan

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan Kunjungi Polres Garut, Tekankan Profesionalisme dan Ibadah dalam Pengabdian
Sat Reskrim Unit PPA Polres Garut berhasil tangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada hari Rabu tangga 29 Oktober 2024 sekira jam 23.55 Wib di Desa Limbangan Timur Kec. Blubur Limbangan Kab. Garut.

Pemerintahan

Sat Reskrim Polres Garut Bekuk Pelaku Pencabulan
Kabid Ekraf Disparbud Kabupaten Garut, Aulia Malik, mengikuti acara penetapan Kabupaten Kota Kreatif Indonesia 2024, yang dilaksanakandi Jakarta, Rabu (14/08/2024).

Pemerintahan

Garut Masuk 6 Besar Kota Kreatif Nasional, Dorong Ekonomi Daerah Berbasis Kreativitas
Universitas Garut (UNIGA) melaksanakan Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2024 yang berlangsung di Lapangan Hockey UNIGA, Jalan Prof. K. H. Cecep Syarifuddin, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (18/7/2024).

Pemerintahan

1225 mahasiswa Uniga akan Laksanakan KKN Tematik di 65 Desa di Kabupaten Garut
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Ir. Jujun Juansyah Nurhakim, S.T., M.T.

Pemerintahan

Momentum HJG ke-213, Dinas LH Garut Siap Wujudkan Garut Hijau Berkelanjutan
Korban Oknum Dokter Kandungan dengan inisial MSF (33), pelaku pelecehan kepada pasiennya di klinik kesehatan di Garut, Jawa Barat, kembali melapor ke Polres Garut. 

Pemerintahan

Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Dokter MSF, Korban Ternyata Sudah 5 Orang!
Pelaksanaan Workshop Prototype Pengembangan Desa Digital yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (9/3/2023). (Foto: Moch Ahdiansyah/ Diskominfo Garut)

Pemerintahan

Biro Perencanaan Kemenkominfo RI Gelar _Workshop Prototype_ Pengembangan Desa Digital di Kabupaten Garut
error: Content is protected !!