PENA GARUT.COM– Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menghadiri kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan dan literasi media sosial bagi pengurus OSIS dan Rohis SMA/SMK se-Kabupaten Garut. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat dengan MUI Kabupaten Garut, yang bertujuan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif serta memperkuat rasa cinta tanah air.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina menegaskan, pentingnya menanamkan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia kepada generasi muda.
Ia menilai bahwa pelajar harus memahami bahwa ideologi Pancasila dan ajaran agama Islam sejatinya sejalan dalam membentuk karakter bangsa yang unggul dan toleran.
“Wawasan kebangsaan pertama yang harus ditanamkan adalah bahwa kita ini bangga jadi orang Indonesia. Dengan ideologi kita, Pancasila, serta dasar negara dan ajaran agama yang sejalan, kita bisa menjadi generasi yang kuat,” ujar putri saat di wawancarai.Sabtu (31/05/2025).
Wabup juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan kreatif. Menurutnya, media sosial bukan sekadar tempat hiburan, tapi juga bisa menjadi wadah ekspresi, edukasi, bahkan peluang ekonomi bagi pelajar.
“Saya senang sekali kalau teman-teman OSIS dan Rohis ini bisa berkreasi di media sosial. Ini jadi cara agar mereka tidak terpengaruh oleh gerakan-gerakan yang tidak diinginkan. Lebih baik kita berkarya, menyebarkan semangat kebangsaan, dan bahkan bisa mendapatkan penghasilan,” tambahnya.
Dengan semangat tersebut, putri berharap generasi muda di Garut dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan konten-konten positif yang mengangkat nilai-nilai nasionalisme, toleransi, serta kearifan lokal.
“Ketika kita bisa menjadi anak muda yang baik, itu tandanya kita bangga jadi orang Indonesia. Sebarkan ini lewat konten-konten kreatif agar pesan kebangsaan bisa menjangkau lebih luas,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi para pelajar untuk memahami peran strategis mereka dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pendekatan yang sesuai zaman: digitalisasi dan media sosial.(San).















