PENA GARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menuai apresiasi. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan (Karoren) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Ismoyo, menilai Lapas Garut layak menjadi role model bagi Lapas lain dalam pengembangan program ketahanan pangan.
Dalam kunjungan kerjanya, Ismoyo menegaskan bahwa keberhasilan Lapas Garut tidak hanya sebatas membina warga binaan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang nyata.
“Kami melihat langsung mulai dari peternakan, pertanian hingga kerajinan. Semua ini produktif sekali dan sejalan dengan Program Akselerasi Menteri di bidang ketahanan pangan,” ujar Ismoyo,Jumat (19/09/2025)
Menurutnya, program yang dijalankan Lapas Garut sangat relevan dengan arahan Menteri untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan bermanfaat.
Selain mengoptimalkan potensi warga binaan, kegiatan ini juga memberi nilai tambah dalam mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada sektor pangan, Ismoyo menekankan bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan dari aspek lain.
“Selain ketahanan pangan, kami juga menyoroti penertiban administrasi keuangan, serta peluang kemitraan dengan pihak ketiga yang memanfaatkan aset negara. Ini penting agar semua berjalan tertib dan transparan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa produk-produk hasil karya warga binaan Lapas Garut sudah mulai menarik perhatian, termasuk kemungkinan kerja sama dengan kantor imigrasi.
“Produk Lapas Garut ini bagus sekali, sedang dalam kajian untuk pengembangan lebih lanjut. Inilah yang membuat Lapas Garut layak menjadi role model ketahanan pangan bagi Lapas lainnya,” tegas Ismoyo.
Apresiasi ini semakin memperkuat posisi Lapas Garut sebagai pionir dalam menjalankan program pemberdayaan warga binaan. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menular ke Lapas lain di Indonesia, sehingga sistem pemasyarakatan tidak hanya sebatas pembinaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional.(San)















