Home / Pemerintahan

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:27 WIB

Lolos Evaluasi atau Perpanjangan? Ini Nasib 22 Desa Persiapan di Garut

Sebanyak 22 desa persiapan hasil pemekaran di Kabupaten Garut akan segera memasuki tahapan evaluasi dan verifikasi kelayakan setelah berjalan kurang lebih satu semester. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menentukan apakah desa-desa tersebut dapat ditetapkan sebagai desa definitif atau harus melanjutkan masa persiapan.

Sebanyak 22 desa persiapan hasil pemekaran di Kabupaten Garut akan segera memasuki tahapan evaluasi dan verifikasi kelayakan setelah berjalan kurang lebih satu semester. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menentukan apakah desa-desa tersebut dapat ditetapkan sebagai desa definitif atau harus melanjutkan masa persiapan.

PENA GARUT.COM — Sebanyak 22 desa persiapan hasil pemekaran di Kabupaten Garut akan segera memasuki tahapan evaluasi dan verifikasi kelayakan setelah berjalan kurang lebih satu semester. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk menentukan apakah desa-desa tersebut dapat ditetapkan sebagai desa definitif atau harus melanjutkan masa persiapan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Erwin Rianto Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya telah menghadiri rapat kerja bersama DPRD Kabupaten Garut Komisi I pada Selasa, 16 Desember 2025. Dalam rapat tersebut, DPMD memaparkan laporan perkembangan seluruh desa persiapan yang tersebar di 16 kecamatan.

“Alhamdulillah hari ini kami diundang oleh DPRD Kabupaten Garut melalui Komisi I untuk membahas pemekaran desa. Saat ini di Garut telah terbentuk 22 desa persiapan dan seluruh laporan semesteran dari penjabat kepala desa persiapan sudah kami terima,” ujar Erwin.Selasa(16/12/2025)

Ia menjelaskan, laporan tersebut merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa. Setiap desa persiapan wajib menyampaikan laporan perkembangan sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.

Tahapan berikutnya, kata Erwin, adalah evaluasi dan verifikasi lapangan oleh tim kabupaten. Tim ini diketuai oleh Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Garut dan melibatkan DPMD, unsur akademisi, serta lintas sektor terkait lainnya.

Laporan semesteran ini akan dievaluasi dan diverifikasi oleh tim evaluasi. Nantinya hasil dari proses tersebut akan melahirkan rekomendasi yang disampaikan kepada Bupati Garut terkait perkembangan masing-masing desa persiapan,” jelasnya.

Erwin menegaskan, hasil evaluasi tersebut akan menentukan arah kebijakan selanjutnya. Apabila desa persiapan dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan administratif, teknis, dan kewilayahan, maka pemerintah daerah akan segera menyiapkan regulasi berupa peraturan daerah bersama DPRD.

“Kalau hasil evaluasi satu semester dinyatakan layak, maka segera kita sesuaikan dengan peraturan daerah bersama DPRD Kabupaten Garut. Namun jika masih belum memenuhi syarat, masa persiapan akan diperpanjang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa masa desa persiapan memiliki batas waktu sesuai regulasi, yakni minimal satu tahun dan maksimal tiga tahun. Evaluasi dilakukan secara bertahap setiap semester untuk memastikan kesiapan desa dalam memberikan pelayanan publik secara mandiri.

“Desa persiapan itu ada batas waktunya, antara satu sampai tiga tahun. Jadi setiap semester akan terus kita kaji dan evaluasi,” pungkas Erwin.

Share :

Baca Juga

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut melaksanakan kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa Anak Sekolah” di Aula SMKN 1 Garut, Kamis (09/10/2025).

Pemerintahan

Satlantas Polres Garut Siapkan Generasi Muda Sadar Hukum dan Disiplin di Jalan Raya
Pelaksanaan Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berlokasi di area Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/12/2023).

Pemerintahan

MPP Kabupaten Garut Resmi Mulai Beroperasi
Muhammadiyah Kabupaten Garut merayakan momen penting pada akhir tahun 2024 dengan suksesnya alih bentuk Sekolah Tinggi Darul Arqom (STAI) Muhammadiyah Garut menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA) Muhammadiyah Garut.

Pemerintahan

Dr. Agus Rahmat Nugraha Apresiasi Pencapaian Alih Bentuk STAI Muhammadiyah Garut Menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom Garut
Pelaksanaan penertiban terhadap pengamen hingga pengemis di area Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, Minggu (9/3/2024). 

Pemerintahan

Kembalikan Kejayaan Pasar Ceplak, Wabup Garut Beserta Tim Tertibkan Pengamen hingga Pengemis
Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter kandungan berinisial M.S.F. (33). Tersangka yang diketahui bekerja di Klinik Karya Harsa, Garut, diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap pasiennya di tempat kos tersangka.

Pemerintahan

Polisi Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Seorang Dokter Kandungan
Rakor membahas beberapa hal rinci, mulai dari logo, maskot, _theme song_ Porkab Garut Tahun 2024. Porkab tahun ini akan diikuti oleh 26 cabang olahraga (cabor) yang akan memperebutkan 2.164 medali.

Pemerintahan

Pemkab dan KONI Garut Gelar Rakor Persiapan Porkab 2024
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sawargi, aktif berpartisipasi dalam penanaman pohon sebagai bagian dari Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Gerakan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GP-DAS). 

Pemerintahan

Perhutani Garut dan LMDH Hijaukan Lahan dalam Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia
Bupati Garut, Rudy Gunawan, meresmikan Masjid Madinatul Furqon, yang berlokasi di Kantor Disperkim Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (14/03/2023). (Foto : Deni Seftiana, M. Azi Zulhakim, & Anggana Mulia Karsa Kurniawan/Diskominfo Garut).

Pemerintahan

Tahun ini Pemkab Garut Kucurkan Anggaran 11,7 Miliar Rupiah Program Rutilahu di 442 Desa dan Kelurahan
error: Content is protected !!