PENA GARUT.COM– Semangat kemandirian dan produktivitas terus bersemi di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut. Kali ini, Lapas Garut kembali menorehkan prestasi melalui panen perdana jagung manis dengan hasil mencapai 2 kuintal dari lahan produktif yang dikelola di area branggang Lapas.
Kegiatan panen tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Garut, Rusdedy, bersama Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), sebagai wujud nyata komitmen terhadap program Pemasyarakatan Produktif.
Tidak hanya petugas, tiga orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) turut dilibatkan secara aktif dalam proses penanaman, perawatan, hingga panen tiba.
Menurut Rusdedy, program ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bentuk pembinaan karakter dan kemandirian bagi warga binaan.
“Kami ingin menanam bukan hanya jagung, tetapi juga menanam semangat kemandirian dan tanggung jawab. Hasil panen dua kuintal ini hanyalah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana warga binaan tumbuh dengan nilai kerja keras dan rasa percaya diri,” ujarnya.Senin(13/10/2025)
Pemanfaatan lahan kosong di sekitar area branggang menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Selain berdampak pada peningkatan produktivitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif yang menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial bagi para WBP.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama poin “Memperkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Sumber Daya Air” serta “Meningkatkan Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya.”
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung 13 Akselerasi Program Kementerian Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan, yang mendorong terwujudnya Lapas Produktif berbasis Kemandirian dan Ketahanan Pangan.
Dengan hasil panen yang memuaskan, Lapas Garut menunjukkan bahwa di balik jeruji besi pun semangat produktif dapat tumbuh subur.
Program pertanian ini diharapkan terus berkembang dengan jenis tanaman lain seperti sayuran, cabai, dan lele sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui langkah nyata ini, Lapas Kelas IIA Garut tak hanya berhasil memanen jagung manis, tetapi juga memanen harapan dan perubahan bagi warga binaan, menuju kehidupan yang lebih baik dan mandiri setelah bebas nanti.
“Kami ingin menanam bukan hanya jagung, tapi juga menanam semangat kemandirian dan tanggung jawab bagi warga binaan,” – Rusdedy, Kepala Lapas Garut,(San)















